Monday, 12 September 2016

Mencium Aspal

01:32

Sehabis ibadah sore, dengan perasaan was-was dan ada seuatu yang menganjal dalam diri saya, ada perasaan mengecewakan orang lain, dengan apa yang sudah saya perbuat. Saya orang yang susah menepati janji, karena "sak" penake dewe, dengan asumsi bahwa saya melakukan janji untuk memberikan rasa ayem-ayem, ketika janji itu tidak ditepati yah kembali lagi saya yang mendapatkan feedback berupa rasa bersalah.

Janji manis,
janji emang manis, mudah sekali diucapkan hal ini pasti dialami oleh banyak orang. Kenapa bisa membuat janji manis ? karena pada saat mengucapkan terlalu optimis bisa melakukan, dalam melaksanakan janji ada 2 faktor, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal ketika janji itu batal berasal dari diri sendiri, sedangkan faktor eksternal diluar kendali.


Janji kecil yang sering saya buat adalah janji dengan pasangan saya, namun sering kali kami melanggar janji kami. Disini saya merasa sebagai laki-laki yang belum cukup dewasa, karena saya masih memberikan contoh melanggar janji terhadap pasangan contohnya hari ini saya yang seharusnya membangunkannya pagi hari jam 5, malahan saya bangun pagi jam 6. Bisakah saya belajar dari kesalahan ?, setelah saya merenung ternyata, 

wanita tak mau mengubah pasangan laki-lakinya  karena dia mencintainya, namun seorang laki-laki mau merubah dirinya menjadi lebih baik karena dia mencintai pasangan perempuannya. 

There can be no deep disappointment where there is not deep love- Martin Luther King, Jr.


kalau 'dijawakan'  menurut guru spiritual "cinta tumbuh subur dalam kesakitan (salah satunya kekecewaan), well pasangan saya merasakan kecewa yang begitu mendalam hari ini, namun saya merasa bahwa dia masih mencintai saya ditengah saya sudah mengecewakannya, yang saya rasakan hari ini adalah saya merasa menyesal sekali membuatnya begitu kecewa terhadap tingkah laku saya, semoga ini menjadikan saya pembelajaran untuk menjadi lebih baik. 


Sunday, 4 September 2016

Sunday, 14 August 2016

Burung Angin

02:32

Burung itu terbang, dibalik awan yang begitu luas. Pernahkan saya bersyukur setiap hari ?.
Hidup ini begitu indah, hanya saja tuntutan dan tak pernah bersyukur membuat sebuah melati yang putih  menjadi hitam.

Di daerah Bandung yang begitu dingin, yang belum saya jelajahi membuat beberapa waktu lalu menjadikan saya menjadi orang yang bisa mengerti orang lain, dengan adanya pertemuan dengan beberapa teman dari seluruh Indonesia. Semakin lama, saya mengerti karakter orang, mencoba mengalah dan mengerti orang lain kadang cukup sulit. Team building ini membantu saya menjadikan diri saya mengerti bagaimana caranya menjadi sebuah leader yang tepat. Sebuah seni, bagaimana memimpin, sebuah seni bagaimana berinteraksi dengan orang.

lain cerita....

Komik One Piece, kisah seorang Luffy yang ingin mejadi bajak laut merupakan inspirasi hari ini. Luffy yang memiliki visi untuk menjadi Bajak laut terkuat. Luffy mebuat sebuah kapal, tak lama zoro ikut untuk menjadi raja pedang, kemudian sanji yang ingin mengumpulkan bahan makanan diseluruh tempat, kemudian ada Nami sebagai navigator. Awal mula, mereka berada dalam satu kapal, memiliki tujuan yang berbeda-beda tetapi memiliki satu visi dalam sebuah kapal. Kadang kita bingung untuk menentukan visi kita dalam sebuah tim. Tugas seorang leader seperti Luffy adalah untuk mengabungkan seluruh visi individu menjadi sebuah visi general. Hal ini saya mencoba untuk menerapkan pada hubungan saya pada pribadi diri saya sendiri, berbicara dalam hati dan menjadikan diri lebih baik serta menjadikan orang lain ikut turut dalam perjalanan hidup.

Sedangkan....

Dalam setiap pekerjaan dan hubungan dengan orang lain, jatuh bangun itu pasti ada. Manajemen diri sendiri merupakan kunci utama, kadang orang yang sudah mengenal saya, mengerti kepribadian saya itu seperti apa, dan apa yang terjadi adalah saya tidak seperti apa yang dibayangkan, diri saya seperti ada yang mengkontrol, kadang pilihan itu membuat hidup saya menjadi apa yang saya mau. Tetapi apa yang dipilih bukan yang menjadikan hidup kita lebih baik atau lebih buruk. Apa tujuan hidup ini? kadang sebagai manusia hanya mengikuti, tanpa sebuah misi, dalam pekerjaan kadang mengikuti tujuan tanpa sebuah visi, dalam hubungan tanpa tujuan tanpa sebuah visi. Hidup ini membutuhkan visi yang dimana bisa membentuk kita menjadikan kita orang.
Detik-detik berlalu dalam hidup ini, perlahan tapi pasti menuju mati, kerap datang rasa takut menyusup di hati, takut hidup ini terisi oleh sia-sia. Pada hening dan sepi aku bertanya dengan apa kuisi detikku ini ? Tuhan kemana kami setelah ini? Adakah Engkau dengar doaku ini?


Monday, 18 July 2016

Anak domba yang pergi ke "angkasa"

00:10


Menjadi laki-laki adalah masalah kelahiran
Menjadi Pria sejati adalah masalah pilihan. 


Kebelet boker merupakan hal yang wajar, kalau lagi kebelet ditahan bahaya.
Hidup kita seperti itu kadang, ketika ada masalah yang ingin kluar tapi ditahan pasti akan rasanya sakit sekali. Jadi lebih baik dikluarkan tapi dengan catatan "pada waktu yang pas"

Pertanyaanya, kapan waktu yang pas?
Sebenarnya untuk menjawab waktu ada dua hal.
1. Waktunya manusia
2. Waktunya Tuhan

Maaf ya agak2 sok freak, sok suci hehehe, tapi bener temen-temen. Hari ini juga saya merasakan bahwa dua waktu tersebut bertentangan.

Waktu manusia adalah waktu dimana manusia mengambil keputusan bisa dari egonya sendiri maupun dari orang lain yang mempengaruhi.

Waktunya Tuhan adalah saat Tuhan memberikan jawaban atas pergumulan hidup.

Sering kali, kita mengandalakan waktu manusia, membuat perencanaan, tetapi hal yang terjadi ketika kita merencanakan dan tidak ada yang berhasil kita merasa kecewa.

Lantas, bagaimana dengan Waktunya Tuhan.

Tuhan memiliki waktu yang indah, dan aku percaya itu. Sebab, kita diciptakan dari roh dan jiwa, roh dan jiwa tersebut yang bisa mengerti jalan hidup kita. asalkan

1. PERCAYA JIKA TUHAN ADA.

Segala sesuatu ketika memiliki waktu Tuhan, dia akan senantiasa memperoleh kasih

Hari ini saya dipulihkan dari segala dosa-dosa maksimal, melalui CAMP YOUNG MAN, dan mendapatkan tamparan keras !, terhadap permasalahan hidup ini, tetapi saya sangat berterimakasih kepada terutama keluarga atas dukungan untuk mengikuti CAMP YOUNG MAN, sehingga saya dipulihkan menjadi PRIA !.Selain itu, terimakasih juga kepada pasangan saya, yang senantiasa membantu saya untuk merubah saya menjadi lebih baik .

Jika Tuhan bisa mengubah saya hari ini !, PASTI Tuhan juga bisa mengubahmu. 


Monday, 4 July 2016

How to train my "Tengu"

00:57
Gaya bahasa Al4y..

Pambuko...
Bayangkan sebuah gas yang tidak tertahan ketika desakan itu muncul, dan gas tersebut menyebabkan hubungan kita ke alam semakin lega, melepaskan gas tersebut merupakan hal yang sungguh luar biasa, dialah gas kentut. Hidup ini kaya kentut kadang harus dipaksa keluar dari zona nyaman kadang dibiarkan saja keluar mengikuti arus hidup.

Suroso Boso,...
Sesuai dengan topik, saya ingin sharing mengenai peperangan yang ada di pikiran manusia, seharusnya semua orang mengalami ini, dan tenyata mereka yang bisa melawan dirinya sendiri dari keinginan pasti sangatlah cowo ganteng seperti saya (maaf ngak ada yg muji ganteng, selain ibu dan pacar saya :v).
Saya akan bercerita mengenai tengu (binatang yg suka hinggap di... :v). Originalnya adalah saya ingin bercerita mengenai kisah dua serigala (bukan duo serigala).


                                           
Oke sekarang saya mencoba untuk mensubsitusikan serigala dengan tengu.
Ceritanya begini...
Ada 2 tengu yang dipelihara,
Tengu jahat merupakan kemarahan, iri, tamak, kebohongan, egois,......semua hal-hal  buruk terdapat pada tengu jahat.
Tengu baik merupakan sukacita, damai, cinta, harapan, empati, kejujuran....semua hal-hal  baik terdapat pada tengu baik.
Setiap hari kamu memberikan makan terhadap tengu-tengu kamu

Sekarang kamu mengadu tengu baik dan tengu jahat.
Tengu mana yang akan menang?










Tengu yang kamu beri makan



Tengu itu sebenarnya ada dalam diri kita, kita memiliki dua sisi, sisi baik dan jahat. Ketika dua sisi ini bertarung didalam pikiran kita, kita bisa mengetahuinya apabila salah satu dari yang baik dan jahat kita beri "makan".

Hari demi hari saya lalui, dan saya selalu ada saja yang bertanding di pikiran saya tentang hal-hal duniawi, dan ketika saya bisa menang dari hal tersebut dengan memberikan "makanan pada tengu baik" saya merasa sukacita dan luar biasa sekali. Hanya saja, tengu jahat selalu berusaha untuk melawan. Saya rasa pasti setiap hari ada hal-hal yang kita pertarungkan dalam diri kita.

Panutup...
Jadi kesimpulannya adalah, tengu yang kamu beri makan akan semakin kuat sedangkan tengu yang kamu tidak beri makan semakin lemah. Dalam diri kita hal ini berlaku, semakin kita memberikan pemikiran dengan "makanan" positif, niscaya sukacita, damai, cinta, harapan, empati, kejujuran akan kuat dalam diri kita sehingga kita tidak jatuh kedalam hal-hal buruk, dan sebaliknya.