LAPORAN Reaksi Nyala Alkali dan Alkali Tanah

Posted On //
Reaksi Nyala Alkali dan Alkali Tanah
I.         Tujuan
Mengamati warna nyala garam alkali dan alkali tanah.
II.       Landasan Teori
Logam alkali dan alkali tanah memberikan warna nyala yang khas, warna nyala dari logam alkali tanah dapat digunakan sebagai salah satu cara mengidentifikasi adanya unsur logam alkali dan alkali tanah dalam suatu bahan. Dalam percobaan ini akan diselidiki warna nyala dari senyawa logam alkali dan alkali tanah.
III.     Alat dan Bahan
Alat dan Bahan
Ukuran
Jumlah
-Kaca arloji
-Tabung reaksi/rak
-kawat nikrom
-lampu spiritus
-kristal natrium klorida
-kristal kalium klorida
-kristal stronsium klorida
-kristal barium klorida
-asam klorida pekat
6 cm
Kecil
-
-
-
-
-
-
-
6
2/1
6
1
½ sendok
½ sendok
½ sendok
½ sendok
10 mL

IV.     Cara Kerja
1.    Mencelupkan ujung kawat nikrom yang berpijar ke dalam HCl pekat untuk membersihkannya.
2.    Mencelupkan ujung kawat nikrom yang telah bersih ke dalam HCl pekat, kemudian kedalam kristal logam yang diperiksa sehingga ada kristal yang menempel, selanjutnya memasukkan ujung kawat tersebut ke dalam nyala api. Mencatat warna nyala dalam tabel pengamatan.
3.    Mengamati warna nyala senyawa yang lain dengan cara yang sama. Setiap akan berganti, senyawa yang akan diuji warna nyalanya,kamat nikrom harus benar-benar bersih.
V.       Hasil Pengamatan
No
Senyawa Logam
Rumus Kimia
Warna Nyala
1
Natrium klorida
NaCl
Kuning
2
Kalium klorida
KCl
Ungu
3
Stronsium klorida
SrCl2
Merah
4
Barium klorida
BaCl2
Kuning


VI.     Pembahasan
Pada  percobaan uji nyala ini, hal pertama yang dilakukan adalah membuat nyala lampu Bunsen spiritus. Hal ini dilakukan dengan mengatur nyala Bunsen melalui pengaturan cincin pengatur sehingga didapatkan nyala api yang kebiruan atau tidak berwarna. Hal ini dilakukan untuk memudahkan dalam melakukan pengamatan warna nyala terhadap kation-kation golongan IA dan IIA selama proses pembakaran. Tapi karena keterbatasan alat, dalam percobaan ini kami menggunakan spiritus bunsen biasa yang nyala apinya menunjukkan warna oranye yang sebenarnya mengganggu proses identifikasi kation golongan alkali dan alkali tanah.
Langkah selanjutnya yang dilakukan adalah kawat nikrom yang telah dibengkokkan (dilengkungkan),  dibersihkan dengan cara memasukkan ujung kawat tersebut ke dalam HCl pekat dan dipanaskan dengan nyala api. Kawat nikrom ini bersih jika nyala api sama dengan semula yang dalam hal ini adalah warna oranye. Jika sudah bersih, digunakan HCl pekat untuk membersihkan kembali kawat nikrom. Pemilihan HCl Pekat dikarenakan HCl dapat melarutkan zat-zat pengotor atau kontaminan yang masih melekat pada kawat nikrom sehingga pengotor tersebut akan mudah menguap dari kawat, sehingga kawat benar-benar bersih. Pencelupan kembali ke dalam HCl ini juga berfungsi agar nantinya garam-garam klorida lebih mudah menempel ketika kawat di masukkan ke dalamnya.
Selanjutnya, sampel padat dari garam-garam klorida ditempatkan dalam plat tetes. Selanjutnya ujung kawat nikrom dicelupkan ke dalam garam-garam klorida dan dipanaskan di atas api bunsen. Pada percobaan digunakan garam-garam klorida dari natrium, kalium, stronsium, dan barium. Dipilihnya garam-garam klorida dari golongan alkali dan alkali tanah karena garam-garam ini mampu membentuk garam-garam klorida yang ketika dibakar menunjukkan warna yang spesifik. Pada dasarnya, apabila suatu senyawa kimia dipanaskan, maka akan terurai menghasilkan unsur-unsur penyusunnya dalam wujud gas atau uap. Kemudian, atom-atom dari unsur logam tersebut mampu menyerap sejumlah energi tinggi (keadaan tereksitasi). Pada keadaan energi tinggi, atom logam tersebut sifatnya tidak stabil sehingga mudah kembali ke keadaan semula (berenergi rendah) dengan cara memancarkan energi yang diserapnya dalam bentuk cahaya. Besarnya energi yang diserap atau yang dipancarkan oleh setiap atom unsur logam bersifat khas. Hal ini dapat ditujukkan dari warna nyala atom-atom logam yang mampu meneyerap radiasi cahaya didaerah sinar tampak.

VII.    KESIMPULAN
Natrium klorida memberi warna Kuning, Kalium klorida memberi warna Ungu, Stronsium klorida memberi warna Merah , Barium klorida memberi warna Kuning.