Sharing, maybe this blog can help and inspire you #7billionDollar

Friday, 27 April 2012

JIKA SAYA C.E.O GRUP BAKRIE : "Brani di gaji 1 Dollar !".

18:59
"All Dreams can come true if have the courage to pursue them, keep moving forward, opening new door and doing new thing, because we're curios and curiosity keeps leading us down new path."

Opportunities in the weakness condition
Pagi yang cerah membuat saya semangat kerja!. Berjalan dari rumah hingga kantor pusat yang berjarak 1 km (biar sehat :D), tiba jam 7 pagi. Saya duduk di kursi CEO kantor pusat, kemudian membaca surat yang bertuliskan :



Rasanya panas disini, udara yang dihirup seperti neraka, yang kami lihat hanyalah gumpalan berwarna abu-abu, kami tidak bisa merasakan kebahagiaan, canda dan tawa bersama keluarga dan teman-teman......

Selama bertahun-tahun masalah ini menjadi masalah yang belum terpecahkan, dihari pertama kerja, saya berkomitmen "Tiap minggu saya akan memberikan waktu 96 jam untuk menyelesaikan lumpur ini, dan waktu berikutnya, saya akan bekerja keras untuk tetap menjaga perusahaan ini stabil, lebih-lebih bisa maju !". Membaca surat tadi, membuat saya berfikir "Apa yang harus saya lakukan !". Baru 1 hari menjadi C.E.O di grup Bakrie yang sudah berdiri selama 70 tahun, membuat saya harus berfikir keras untuk memajukan perusahaan ini serta meningkatkan kualitas kepada masyarakat.

Saya anggap hari ini adalah hari yang seru !, karena saya harus melakukan problem solving. Sebagai C.E.O masalah ini merupakan tanggung jawab saya, saya harus bisa menuntaskan masalah ini. Langkah pertama yang saya lakukan adalah "jangan terlihat pincang kepada orang lumpuh", saya tidak akan menyalahkan siapa-siapa  untuk masalah lumpur Lapindo, yang sudah terjadi ya sudah, saatnya untuk bangkit membenahi apa yang dapat saya dan Grup Bakrie lakukan.

Hari berikutnya akan ada jadwal untuk bertemu dengan Larry Page dan Sergey Brin di  Mountain View, California, Amerika Serikat untuk menandatangani kerja sama antara Google dan Bakrie Connectivity dalam meningkatkan kerjasama ICT di Indonesia. Akhirnya saya tidak jadi menuju Mountain View dan saya mengutus wakil saya untuk pergi ke sana, karena tanggung jawab saya terhadap masalah lapindo belum selesai pada hari pertama saya bekerja.


Setelah makan siang, saya menyebarkan undangan rapat khusus berjudul "Harus Bisa !" melalui E-mail, kepada seluruh GM Grup Bakrie untuk berkumpul di kantor pusat. Saya sebagai C.E.O juga mempunyai perasaan, merasakan para penderita, dan saya tidak mau lagi menjadi korban perasaan oleh korban lumpur. Setelah beberapa urusan di kantor selesai akhirnya pulang jam 23.30 jalan kaki menuju rumah .


Hari berikutnya datang, siang hari saya rapat dengan seluruh GM Grup Bakrie untuk mengatasi masalah "lumpur". Rapat di mulai seperti biasanya, saya mengutarakan "Bagaimana cara agar masyarakat korban lapindo dapat di atasi !". Ada yang menjawab "Berikan saja uang, dan ganti rugi!" ada yang menjawab "Takdir, biarkan waktu yang menjawab" dan masih banyak lagi yang mereka utarakan. Sebenarnya untuk memberikan ganti rugi, tidak akan menyelesaikan masalah mereka, yang terpenting adalah " Bagaimana mengobati luka hati mereka !". Kemudian ada GM dari  Jawa Timur memberikan masukan " Bagaimana, jika mereka yang produktif kita berikan kerja di Bakrie Sumatera"

Beberapa detik kemudian saya langsung menanggapi "Ide yang bagus, bagaimana jika kita menyediakan lahan buat mereka di Bakrie Sumatera, dan membangun rumah layak huni untuk mereka. Dengan lahan  yang kita sediakan, mereka bisa menanam dan Bakrie Sumatera akan mendapatkan keuntungan, dari mereka dan mereka juga sama-sama untung, tetapi dengan keuntungan yang Bakrie Sumatera dapatkan dari mereka, sebaiknya keuntungan itu juga untuk mereka para korban lumpur lapindo. Seperti kata    Bapak H. Achmad Bakrie semasa hidup pernah mengatakan bahwa : "Setiap Rupiah yang dihasilkan oleh Bakrie harus dapat bermanfaat bagi banyak orang". Kita hanya menyiapkan "ganti rugi" berupa lahan dan modal kerja ilmu pengetahuan bagi mereka. Hal ini lebih murah dibandingkan membayar ganti rugi kepada mereka dan hal ini juga bisa meningkatkan hidup mereka dalam jangka panjang." Kemudian saya membentuk Tim, untuk realisasi hal ini. Saya menunjuk GM di Sumatera dan GM Jawa Timur sebagai ketua realisasi "Harus Bisa !". Dalam rapat, saya membangun Tim Work antara GM dan C.E.O jangan sampai sebagai C.E.O suka menyuruh-nyuruh, tetapi kita membangun strategi sesama anggota Grup Bakrie!.



"Bagaimana mereka yang tidak produktif ? seperti anak-anak dan para orang tua lanjut usia" Tanya seorang GM . Jawab saya " Untuk anak-anak, kita akan mendirikan Bakrie School  dari SD sampai SMA. Jika masalah universitas, kita bisa siapkan mereka di Universitas Bakrie. Para Orang tua yang sudah lanjut usia, kita berikan tempat yang layak, seperti panti jompo agar mereka bisa berkumpul dan menikmati hari tua mereka bersama teman-temannya".


"Lalu, bagaimana dengan biaya semua itu? " tanya seorang GM dari Sumatera. "Kita masih mempunyai simpanan yang cukup dan jika kurang, saya cukup digaji 1 dollar !" yang tersirat dalam otak saya adalah "gila" dan mati-matian seperti Steve Job dan Mark Zuckeberg.

Setelah saya rapat, dengan beberapa GM ternyata kita bisa mendapatkan keuntungan dengan adanya menyelesaikan bencana ini, keuntungan secara perasaan, dan finansial. Bakrie Sumatera bertambah pesat dengan perluasan lahan di Sumatera dan pengembangan SDM dan para warga lumpur lapindo bisa hidup layak di Sumatera. Inilah namanya peluang di dalam kelemahan atau  Opportunities in the weakness condition !. Ini masalah yang sudah bertahun-tahun dan belum terselesaikan, dan harus diambil tanggung jawab, saya akan fokuskan masalah ini dalam 6 bulan kedepan saya tidak akan lari dan terlihat pincang dihadapan orang lumpuh !.

Threats change into Strengths

Saya sudah berkomitmen 
"Tiap minggu saya akan memberikan waktu 96 jam untuk menyelesaikan lumpur ini, dan waktu berikutnya, saya akan bekerja keras untuk tetap menjaga perusahaan ini stabil, lebih-lebih bisa maju !". Karena masalah Lapindo hambir selesai, akhirnya saya putuskan untuk fokus pada perusahaan lainnya.

Enam bulan saya jalan dari rumah ke kantor, dan 6 bulan akhirnya Grup Bakrie dapat mengatasi permasalahan korban lumpur Lapindo. Saya salut untuk GM di Sumatera dan Jawa Timur yang sudah berusaha dengan keras dan mati-matian menyelesaikan masalah ini. Saya saat ini fokus untuk memajukan Bakrie Telecom, Bakrie Connectivy, VivaNews, Bakrie Land, Bumiresources, dan Bakrie-brothers.

Multimedia, dan Informasi kian melekat dan "pemanis" hidup masyarakat. Bakrie Telecom dan Bakrie Connectivy memiliki ancaman akan persaingan Bisnis Operator Seluler dan Internet. Banyaknya harga murah yang ditawarkan produk lain, membuat persaingan bisnis dalam bidang ini sungguh ketat !. Apa yang akan saya lakukan ? yang saya lakukan adalah "Sing penting, cepet ben ora podho sepet". Nah, kalau kita memberikan layanan lebih cepat, dan berkualitas maka customer ataupun masyarakat akan senang, kita tidak menurunkan harga tetapi kita bermain kualitas dengan harga terjangkau oleh masyarakat. Meningkatkan kualitas seperti AT&T  suatu pencapaian yang luar biasa !. Saya suka dengan para customer yang cerewet, mereka memberikan masukan kepada Grup Bakrie, di lain sisi hal ini merupakan suatu ancaman karena dapat menurunkan citra Grup Bakrie, di lain sisi  hal ini merupakan suatu kunci menuju kemenangan dan membangun kekuatan agar tidak tergoyahkan oleh para pesaing di sektor bisnis yang sama.

Dulu sebenarnya AHA dan google sudah bekerjasama, yaitu dengan Google Chrome tapi dengan adanya Google telah membuka cabang di Indonesia, saya akan mencoba "mengkawinkan" Bakrie Connectivy dengan Google. Dengan adanya tim work antara google dan Bakrie connectivy lebih lanjut, biaya dapat ditekan dan pengeluaran untuk peningkatan kualitas semakin defisit. Memang tidak mudah untuk "mengkawinkan" dengan Raksasa Internet, terlebih harus menambah server dan tower di berbagai daerah lainnya di Indonesia, dan seperti kata saya "Harus Bisa !, jika kurang pendanaan gaji saya cukup 1 Dollar!". 

Google menciptakan kacamata Augmented Glass dan Bakrie Connectivy harus "mencaplok" terlebih dahulu, karena ini akan menjadi gadget yang akan berkembang di masa depan !. Untuk jangka panjang, hal ini adalah salah satu upaya  untuk meningkatkan kualitas dan akan "menanamkan" langsung media news  vivanews. Sebagai C.E.O Grup Bakrie, saya akan langsung bekerjasama dengan google tanpa embel-embel yang panjang!". Karena kita harus melangkah selangkah lebih maju dibandingkan perusahaan lain dan membuat ancaman untuk berfikir maju kedepan !. Dalam masalah multimedia TVone dan Antv saya akan membuat program berupa "Get the Scholarship" dan "Gini nih, cara membuatnya". Jika "Get the scholarship" berisikan beasiswa sehingga masyarakat yang tidak mempunyai internet, dapat mengetahui beasiswa luar dan dalam negeri melalui siaran TV. "Gini nih, cara membuatnya" berisikan cara-cara atau how to, membuat sesuatu yang berisikan dunia Geek ataupun seperti WeekendProject.

Tak hanya di sektor teknologi, C.E.O yang baru  akan bermain dalam bisnis property. Sepertinya sudah banyak sekali bisnis properti yang ada di indonesia, dan sangat terancam apabila kita bermain di tempat yang sama, lalu  saya berfikir bagaimana jika saya bermain properti di tempat lain !. Saya melihat potensi indonesia sangat banyak sekali, selain  di Jawa dan Bali, tetapi kita harus melihat sisi lain yang belum terjamah oleh manusia mengenai keindahan Negeri ini. Saya mempunyai tujuan untuk membangun suatu pulau  bersantai dan berekreasi dengan keluarga di Pulau Raja Ampat dan Pulau Derawan. Kita buat "Ancol"nya Bakrie grup disana.

Dalam sektor pertambangan bumiresources,  saya akan menambahkan memperluas area tambang tetapi dengan memperhatikan Social Acceptable, kita tidak semena-mena membuat tambang dengan tidak memperhatikan masyarakat di sekitar. Saya tidak mau menjadi korban perasaan, karena kami memperluas tambang kami dan mengambil hak warga. Seperti tertulis Upholding the Company’s three principle philosophies, BUMI has succeeded in achieving excellent performance despite the relatively challenging economic situation. IT Governance implementation has enhanced our actions in realizing future business goals. Coal market diversification is a part of our business expansion in addition to investment in non-coal mining, saya akan menjaga dan memperlebar eksistensi bumiresource.


Tak lupa dengan "Setiap Rupiah yang dihasilkan oleh Bakrie harus dapat bermanfaat bagi banyak orang". Maka sebagai C.E.O saya akan menambah stock beasiswa kepada pelajar yang kurang mampu dan berprestasi, serta membangun sarana dan prasarana publik seperti penyediaan air bersih untuk wilayah kumuh di Jakarta, dan tempat-tempat daerah yang membutuhkan air bersih. Saya memulainya dari sesuatu hal yang kecil, karena sumber kehidupan adalah air.

Selama ini saya sangat senang apabila ada warga maupun customer yang sangat cerewet, karena kita dapat mengetahui kelemahan kita dan kita bisa membangun kelemahan kita untuk memperkokoh dan memperkuat perusahaan ini, seperti batu bata yang dilempar oleh para customer, kita "tangkap" dan menjadikan fondasi yang kuat untuk memperkuat perusahaan ini. Tugas C.E.O tidaklah mudah, harus memiliki strategi dan kepemimpinan yang bisa membawa perusahaan untuk terus maju hanya dengan cara "Ngono yo ngono, ning ojo ngono!" serta tidak akan pernah puas karena visi dan misi kita membuat perusahaan ini sekelas dengan perusahaan Internasional !.
"Kring-kring, alarm bunyi, beberapa menit kemudian, saya bangun di tempat tidur saya, sambil ngolet bermimpi menjadi seorang C.E.O. Yang harus saya lakukan sekarang adalah tetap mencari ilmu dan belajar dari kehidupan untuk mengejar cita-cita saya menjadi seorang C.E.O tidak hanya dalam mimpi tetapi menjadi kenyataan dan inspirasi untuk menjadi C.E.O dari Kak AninBakrie.

FAITH and SCIENCE

00:12
TAKE TIME TO READ. It's worth reading it. Trust me :)

Professor : You are a Christian, aren’t you, son ?

Student : Yes, sir.

Professor: So, you believe in GOD ?

Student : Absolutely, sir.

Professor : Is GOD good ?

Student : Sure.

Professor: Is GOD all powerful ?

Student : Yes.

Professor: My brother died of cancer even though he prayed to GOD to heal him. Most of us would attempt to help others who are ill. But GOD didn’t. How is this GOD good then? Hmm?

(Student was silent.)

Professor: You can’t answer, can you ? Let’s start again, young fella. Is GOD good?

Student : Yes.

Professor: Is satan good ?

Student : No.

Professor: Where does satan come from ?

Student : From … GOD …

Professor: That’s right. Tell me son, is there evil in this world?

Student : Yes.

Professor: Evil is everywhere, isn’t it ? And GOD did make everything. Correct?

Student : Yes.

Professor: So who created evil ?

(Student did not answer.)

Professor: Is there sickness? Immorality? Hatred? Ugliness? All these terrible things exist in the world, don’t they?

Student : Yes, sir.

Professor: So, who created them ?

(Student had no answer.)

Professor: Science says you have 5 Senses you use to identify and observe the world around you. Tell me, son, have you ever seen GOD?

Student : No, sir.

Professor: Tell us if you have ever heard your GOD?

Student : No , sir.

Professor: Have you ever felt your GOD, tasted your GOD, smelt your GOD? Have you ever had any sensory perception of GOD for that matter?

Student : No, sir. I’m afraid I haven’t.

Professor: Yet you still believe in Him?

Student : Yes.

Professor : According to Empirical, Testable, Demonstrable Protocol, Science says your GOD doesn’t exist. What do you say to that, son?

Student : Nothing. I only have my faith.

Professor: Yes, faith. And that is the problem Science has.

Student : Professor, is there such a thing as heat?

Professor: Yes.

Student : And is there such a thing as cold?

Professor: Yes.

Student : No, sir. There isn’t.

(The lecture theatre became very quiet with this turn of events.)

Student : Sir, you can have lots of heat, even more heat, superheat, mega heat, white heat, a little heat or no heat. But we don’t have anything called cold. We can hit 458 degrees below zero which is no heat, but we can’t go any further after that. There is no such thing as cold. Cold is only a word we use to describe the absence of heat. We cannot measure cold. Heat is energy. Cold is not the opposite of heat, sir, just the absence of it.

(There was pin-drop silence in the lecture theater.)

Student : What about darkness, Professor? Is there such a thing as darkness?

Professor: Yes. What is night if there isn’t darkness?

Student : You’re wrong again, sir. Darkness is the absence of something. You can have low light, normal light, bright light, flashing light. But if you have no light constantly, you have nothing and its called darkness, isn’t it? In reality, darkness isn’t. If it is, were you would be able to make darkness darker, wouldn’t you?

Professor: So what is the point you are making, young man ?

Student : Sir, my point is your philosophical premise is flawed.

Professor: Flawed ? Can you explain how?

Student : Sir, you are working on the premise of duality. You argue there is life and then there is death, a good GOD and a bad GOD. You are viewing the concept of GOD as something finite, something we can measure. Sir, Science can’t even explain a thought. It uses electricity and magnetism, but has never seen, much less fully understood either one. To view death as the opposite of life is to be ignorant of the fact that death cannot exist as a substantive thing.

Death is not the opposite of life: just the absence of it. Now tell me, Professor, do you teach your students that they evolved from a monkey?

Professor: If you are referring to the natural evolutionary process, yes, of course, I do.

Student : Have you ever observed evolution with your own eyes, sir?

(The Professor shook his head with a smile, beginning to realize where the argument was going.)

Student : Since no one has ever observed the process of evolution at work and cannot even prove that this process is an on-going endeavor. Are you not teaching your opinion, sir? Are you not a scientist but a preacher?

(The class was in uproar.)

Student : Is there anyone in the class who has ever seen the Professor’s brain?

(The class broke out into laughter. )

Student : Is there anyone here who has ever heard the Professor’s brain, felt it, touched or smelt it? No one appears to have done so. So, according to the established Rules of Empirical, Stable, Demonstrable Protocol, Science says that you have no brain, sir. With all due respect, sir, how do we then trust your lectures, sir?

(The room was silent. The Professor stared at the student, his face unfathomable.)

Professor: I guess you’ll have to take them on faith, son.

Student : That is it sir … Exactly ! The link between man & GOD is FAITH. That is all that keeps things alive and moving.

P.S.

I believe you have enjoyed the conversation. And if so, you’ll probably want your friends / colleagues to enjoy the same, won’t you?

Forward this to increase their knowledge … or FAITH.

By the way, that student was EINSTEIN.

Wednesday, 25 April 2012

Bertemu Deputi Mentri Riset dan Teknologi :)

22:10
Hello Kroakers :D, wah lama tak jumpa.. mau crita nih :D
Sebetulnya hari ini adalah hari yang beruntung bagi saya hehehe, ceritanya dimulai waktu saya membimbing lomba PITC 2011 yang diadakan Polines, saya membimbing adek kelas saya yang bernama Wafid dan Bowo, mereka adalah adek kelas saya yang saya bimbing untuk membuat Otomatisasi Perawat Tanaman pada Bunga Krisan :), Otomatisasi ini menggunakan ATMEGA 8L yang cukup mungil dan "imut" , persoalannya karena bentuk dan Arsitektur ATMEGA yang kecil.  Ok deh jam 6 pagi berangkat dari SALATIGA menuju SEMARANG.

Jam 6 kami berangkat, seperti biasanya terdapat kendala, yaitu di dalam tempat duduk kami, seperti diketahui Panter yang berukuran "imut" tersebut tidak cukup untuk para penumpang dan Alat yang adek kelas bawa. Akhirnya kami berangkat tak lupa membawa jimat berupa "pasir" =,=" sebenarnya pasir ini untuk jaga-jaga, jika ada kekurangan tanah pada bunga krisan.

Tiba di Semarang, kami malah nyasar ke Polines, segera Pak Sopir yang sebenarnya Pak Satpam yang Gendut tersebut langsung menuju jalan tol, akhirnya kami dibawa melewati Tanjung Emas dan tiba di PRPP, tampak suasa pertama adalah "KRIK-krik" yup benar sekali, kami ternyata datang lebih awal, dan belom ada yang datang selain panitia.

Di sana kami sempat trouble dengan masalah  pompa, yang tidak mau menyala, ternyata masalahnya adalah kurangnya supply sebesar 5 volt menuju Microcontroller. Dan setelah masalah tersebut, para adek kelas mempersiapkan stand mereka  dengan memajangakn Banner dan Testing Alat Otomatisasi tersebut.

Yup, akhirnya acara dimulai. Yang saya lihat pertama kali adalah Mbak MC nya, sejak pandangan pertama saya langsung "kesemsem", akhirnya aku liatin aja mbaknya, dan ternyata mbaknya natap balik :D. Ciri-cirinya, Manis, tinggi sekitar 165, rambut sekitar pundak turun dikit 5 cm, hidung mancung, kulit sawo matang, dan kalau ngomong lembut :D. Setiap kali mbaknya bicara, selalu saya perhatikan, tka lupa kacamata. Akhirnya usai sudah "kesemsem" saya sama mbaknya, soalnya ada acara peragaan Iptek di PRPP, nah acaranya seru banget nih :D tak disangka saya disuruh maju.

Nah sebenarnya yang hadir di acara tersebut ada anak TK. Saya dan anak TK tersebut bertanding untuk memecahkan bola pingpong,  saya menggunakan logika saya bahwa sebenarnya , seberapa kuat-pun mustahil untuk menghancurkan bola pingpong dengan lemparan yang kuat, akhirnya saya meminta mic dan berkata " Sepertinya ini agak sulit, karena terdapat lenting sempurna" begitu kata saya. Akhirnya percobaan dibuktikan dan yang menang adalah anak TK =,=", kurang asemb anak TK bisa menang, wah pasti gara-gara bola pingpongnya beda.

Kemudian percobaan kedua adalah, mecelupkan bola pingpong tersebut kedalam nitrogen CAIR, dan yang terjadi adalah saya bisa menghancurkan bola pingpong tersebut dengan mudahnya heheheh :"D, setelah seri dengan anak TK, saya mendapatkan hadiah  dari panitia.

Kemudian saya liat kanan kiri " Kok ngak ada mbaknya =,="....

Kemudian setelah itu, Mentri datang.
Saya di acara tersebut menggunakan Kaos Oblong dan Sendal Jepit, padahal ada Mentri nih :D. Pada saat itu ada sesi tanya jawab, lalu saya bertanya" Kenapa Indonesia tidak pernah membangun Silicon Valley" pertanyaan kedua " Kenapa Sekolah membunuh kreativitas siswa ". Dua pertanyaan tesebut langsung di jawab oleh Pak Mentri yang juga seorang Profesor.

Dengan panjang lebar Pak Mentri menjelaskan, dan intinnya adalah Birokrasi =,=". Sebenarnya saya bertanya tidak hanya" Kenapa Indonesia tidak pernah membangun Silicon Valley" pertanyaan kedua ", saya bertanya seperti orang yang lebay, menjelaskan ke sana-ke mari menjelaskan Google samapi akhirnya ke Ken Robinson yang berada di www.TED.com.

Fyuh mendengar pertanyaan tersebut, saya langsung diberikan Kaos yang bertuliskan Science Adventure :D. Wah kemudian dari rombongan mentri langsung datang ke saya, dan minta foto saya dengan mentri :D, hehehehe. Tapi saya pake sendal jepit, kemudian " Ga apa-apa, tadi pertanyaanmu bagus, pasti Bapaknya senang " mendengar perkataan tersebut saya senang :D dan Akhirnya foto deh sama Pak Menristek
.


Dan yang terakhir saya cari adalah ..

" Mbak MCnya kemana yah ..?" dan terakhir kali pulang saya melihat senyum manis mbaknya :D, dan saya sangat kesemsem sama mbak MC sampai saya menuliskan ini :D


Tuesday, 10 April 2012

My commitmen My Focus !

22:36
H- 5 Ujian Nasional :D,... heehehhee, masih sempet aja blogging, iya nih... saya ngerasa .. saya butuh istirahat... tapi besok masih ada Try Out. Harus semangat. Sebenarya hari ini saya tidak belajar mengenai pelajaran yang akan di Try Outkan besok, tetapi di sini saya belajar mengenai kehidupan. Saya menyadari, setiap hari saya merasa termotivasi pada malam hari, tapi kalau udah pagi hari, rasanya hari-hari menjadi suram, saya kurang berfikir positif setiap pagi, dan lupa akan tujuan hidup saya di pagi hari, hal ini selanjutnya berdampak pada kehidupan saya setelah pagi hari, kata orang sih, kita harus melakukan yang terbaik untuk hari ini.

Nah hari ini saya sudah STOP yang namanya. iseng-iseng.., saya selalu melanggar komitmen saya, Yah saya gagal karena banyak sekali rintangan dan cobaan di kehidupan, kalau mau SUKSES itu harus tahan banting, kali ini saya mencoba kembali untuk menjadi orang SUKSES, berpegang pada komitmen pertama saya. Dan saya HARUS LEBIH BAIK dari hari sebelumnya,

Sebelum UN menjelang di benak saya, saya bisa menyaingi kelas sebelah.. XII IPA 5 untuk saingan mata pelajaran, bukannya saya menyalahkan keadaan, yah.. mereka enak sih.. pada ikutan bimbel dan lingkungan belajar mereka lingkungan kompetisi sedangkan dikelas saya XII IPA 6, boror-boro deh berkompetisi, di kelas saya itu yang paling menonjol sosialnya =,=" ini kelas sosial atau kelas IPA yah..? nah tapi saya berusaha tidak menyalahkan keadaan dan berusaha untuk berpikir positive, pasti Tuhan memberikan suatu rencana, Mengapa saya di tempatkan di kelas XII IPA 6.

Nah, ternyata selama ini yang tersirat adalah "JANGAN MINDER" pikirin aja yang positif, pasti semua baik-baik aja, YUP sering kali saya minder dengan apa yang saya punya.... dan saya miliki, salah satu contohnya saya selalu membesar-besarkan 1 soal fisika pada Try OUt hari ini, saya selalu melihat 1 soal tersebut, tetapi saya jarang melihat 39 soal yang benar dari 40 soal, 1 soal ini membuat saya kepikiran terus dan merasakan penyesalan, seharusnya saya bersyukur saya bisa mengerjakan 39 soal !. Nah, hari ini saya akan belajar dari kesalahan saya yaitu selalu berfikiran negatif..

KArena hidup itu penuh dengan PEMBELAJARAN, maka saya akan belajar dari kesalahan saya hari ini :), dan TIDAK akan mengulanginya lagi. Emang saya bodoh..? belajar dari kesalahan lagi ??? seperti keledai..? saya ngak mau seperti keledai :)
Oke deh keep spirit buat UN
GUE SUKSES, GUE BISA NGALAHIN MICROSOFT, GUE CERDAS, GUE BANGGA SAMA DIRI GUE SENDIRI :)
BERFIKIR POSITIF :) make ME BETEER than before...

Sunday, 8 April 2012

MIT bringing paper robots to the masses

19:54

A project called “An Expedition in Computing Printable Programmable Machines” at MIT is working to create a future where you can print robots as easily and efficiently as Kinko’s makes copies.
The National Science Foundation (NSF) is backing the project with $10 million that will hopefully last through the projected 5 year timeline and allow consumers to design, customize, and print their very own robots. So, by 2017 you’ll be able to walk into a retail store and order one of MIT’s paper robots to, perhaps, check out what that smell is behind the dishwasher a la Mars rover style.
Two of these origami prototypes–one which resembles a pincer and the other an insect–have already been produced in MIT’s research labs. The entire process takes all of 70 minutes and $100 to build, which is a huge jump from the years and Benjamins it takes to build any other robot currently. But aside from making the device marketable to the masses, there’s also the issue of building them to be durable enough in software and in hardware to withstand the test of a novice robot-operator.
The team needs to create a streamlined program that’s broad enough to suit a variety of needs, while assuring that if there is a user error it doesn’t cause the device to malfunction. They also need to create something that’s disposable, but not flimsily constructed. Ideally, consumers would be able to visit a website in order to diagnose their household woes, select a model at a local store to help with said problem, and customize the robot.
Professor Daniela Rus, leader of the project at MIT’s Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory (CSAIL), sees this project as a way to “democratize access to robots.” Something that has been a niche product could very well become as easily obtainable as a mobile phone, if successful.
More at MIT (12), via ExtremeTech

Vibrotactile glove lets deaf-blind people communicate via SMS

19:44



Being blind means you can still communicate through sound, being deaf means you can rely on sign language and reading to interact with others. Being deaf and blind severely limits your communication options to just touch.

Deaf-blind people mainly rely on the Lorm alphabet and tactile signing for communication, which requires physical touch on a hand with another person. That means using a device like a phone is impossible simply because there isn’t that physical interaction. However, a new glove being developed at the Design Research Lab, located at the Deutsche Telekom Laboratories and Technical University in Berlin, aims to change that.
It is called the Mobile Lorm Glove and allows for translation of Lorm alphabet input into digital text, and vice-versa with text translated into the Lorm alphabet. The user can input a message via the pressure sensitive pads on the glove, which then gets translated into text and transmitted viaBluetooth to a smartphone. That message can be sent as a text message, email, or turned into audio output (eventually). An incoming message will be turned into vibrotactile digital Lorm text after being sent to the glove, again via Bluetooth. It is “read” to the glove wearer using the vibration motors mounted on the back.
The glove is still a prototype, but already looks very promising in opening up communication to deaf-blind people beyond the limitations of physical interaction. It will also allow access to different types of information due to the translation ability of the glove. So, surfing the web, reading a digital book, or translating audio should be possible in the future, with direct speech input and output being the next stage of development.
More at the Design Research Lab, via Phys.org

Google-branded tablet set for July launch GOOGLE TAB NEXUS

18:59

It looks as though Google is, in fact, still planning on putting out a Nexus tablet this year. Initially thought to be launching in May after production was set to kick off in April, Now sources have told The Verge that it won’t go on sale until July.
That lines up nicely with my suspicions that Google would take the wraps off their co-branded tabletat I/O 2012, which takes places from June 27th through the 29th.
The reason for the delay? It’s not because they’re waiting on Android 5.0 Jelly Bean. Apparently Google and Asus are trying to figure out how to tweak the hardware in order to drive the price of the tablet down a bit more. It was previously thought that the first big-screen Nexus device would hit the streets at $249, though there’s been no official confirmation of that — or any — figure.
The Kindle Fire is still selling like gangbusters, though, at $199. Amazon and Google are on even footing as far as brand recognition goes, so the $50 difference in price might not be enough to win customers over — even though the Google tablet reportedly packs a quad-core processor. If Google and Asus can come up with a hardware combination that allows them to reduce the price by $20 to $50, things could get very interesting in the tablet world.
And don’t forget about those rumors of an iPad mini that continue to surface. There’s now talk that Apple is playing with a 7.85-inch prototype in Cupertino. Depending on what price point they’ve got in mind for the mini tablet, getting the Nexus tablet on sale for a price below $249 could be even more critical to its success.
More at The Verge

Google Project, GOogle Glass !

18:50

For quite awhile now, rumors of the “Google Glasses” have been floating around the internet. Leaks and guesses led to some interesting concepts about what the technology might look like, and how it might work. News of these glasses fell off the radar for a little bit, until Google unveiled their Google+ page for what they are calling Project Glass, with a video to accompany it. Project Glass is the name Google is currently using for their wearable computer technology that they plan to start testing in public starting today.
At first glance, the Project Glass headset gives me a flashback to Jeri Ryan as Seven of Nine from Star Trek: Voyager. Despite early reports that these glasses would be bulky shades, like the Oakley Thumps, the glasses appear to be a thin visor like band that you would wear like glasses. The computer and the lens appear to barely take over the one eye. As is typical with a Google unveiling, the video leaves you with more questions then answers.
Taking a look at the video below, it seems like the device is constantly connected to the web, which is not surprising coming from Google. The headset appeared to be streaming music and then switched quickly to a video call. The glasses seem to have GPS as well, as demonstrated when the device checked in and used Google Maps walking directions. A picture is almost instantly uploaded and posted to Google+. Project Glass appears to be a great wrapper for all of Google’s services that exist now, and some that are on the way.
Navigating the UI appeared to be a combination of gestures and voice commands. Accessing the menu happened when the user tilted their head up slightly, or you could give a voice command for a specific functions. The commands that are given are fairly specific, possibly hinting at the integration of Project Majel, Google’s upcoming voice-based assistant and possible Siri competitor.
There’s no real information available, outside of the video and “sources close to the matter”. Our own source originally suggested that Google I/O attendees would be able to play with the Google Glasses, and given that the device is being tested out in the public eye now, that seems even more likely.
Image via (and more coverage at) the NY Times.

Automos Robot that can Fly with Wings

11:32
defly


Hello Kroakers :), Now i will show you about robot that can Fly :D, this robot name was Defly. We told you the tiny DelFly II robotic dragonfly spy cam was just the beginning, and we were right. The same Dutch roboticist is now unveiling the DelFly Micro—with a wingspan of just 10cm and a weight of 3.07 grams, it's the first to be smaller than an actual real-life dragonfly. Granted, the dragonfly being used for comparison is Borneo's Tetracanthagyna plagiata, which has a frankly horrifying 20cm wingspan—the largest in the world, no less. But still, now you're even less likely to realize those annoying bugs whizzing around during your protest march are actually just autonomous insectoid ornithopters keeping an eye on you—nothing to worry about.




Bee Robotic from Harvard University

11:18




Robotics engineers are buzzing about a machine with potentially transformative implications for agriculture, surveillance, and mapping: the "robobee." Researchers at Harvard’s School of Engineering and Applied Sciences plan to have the mechanized critters flapping though the air autonomously within the next three years, according to NPR. And if coaxing the machines into flight isn't enough of a challenge, the real innovation lies in getting the machines to mimic the collaborative behavior of a colony. 
Each robobee will be equipped with sensors and cameras, instead of antennae and eyes, that will allow them to do everything from pollinating a field of crops to searching for survivors after a natural disaster. Communication among a swarm of bees—decentralized and leaderless—is a particularly compelling model for an automated system, since the insects are able to efficiently adapt to changes in their environment without receiving orders from one authority. If successful, the project promises an important step forward for designing and coordinating systems of machines.
Manufacturing the bees has required completely rethinking materials and process. Last week, the team announced a new method of mass production that takes a page from pop-up books. Laser cut sheets of fibers expand with one smooth movement into the shape of a bee. See the robobee take off below.

















Image courtesy of Pratheev Sreetharan

Saturday, 7 April 2012

Top 10 Ways to Turn Your Retired Gadgetry into the Technology of the Future

23:28

Top 10 Ways to Turn Your Retired Gadgetry into the Technology of the Future

With the rapid progression of technology each year, it's easy to accumulate a pile of obsolete gadgets that you just can't bear to get rid of. So don't! Here are our top 10 ways you can take the retired gadgets you've already got and turn them into something that has a solid place in the future.

10. Turn an Old Mobile Device into a Dedicated VOIP Handset

 We've seen how easy it is to turn an iPod touch into an iPhone using a few tricks and some sort of VOIP service, and it's just as easy with an old phone—so long as you have a constant Wi-Fi connection. It can be nice to have a home phone or two you can use to answer calls when your cellphone isn't handy, you don't have great reception, and you don't want to leave the VOIP app unattended. So grab a mobile copy of Skype, Fring, Line2, or whatever, and leave it open and ready on your old mobile device. It'll wait for someone to call it, or you can just pick it up and, say, order a pizza without the fear of yet another dropped call.

9. Create a Wireless Internet Radio from an Old Router

Radios and routers aren't exactly technology of the future—more of the past and present, really—but when you combine them with the internet you've suddenly got a pretty awesome device for streaming music. The process isn't even that complicated. All you really need is a particular wireless router (the Asus WL-520GU is recommended in this case) and a USB sound card. Pretty neat.

8. Create a Home Security System with a Webcam

Top 10 Ways to Turn Your Retired Gadgetry into the Technology of the Future When you buy a new laptop, or even a monitor monitor, these days you're almost guaranteed a built-in webcam. That's great, but what do you do with your old bulky, USB-cabled micro-camera? You use it as a security monitor for your home. You can even make it motion-sensing. Better to have it catching criminals than collecting dust, right?

7. Use an Old PC Fan to Create a Battery-Charging Wind Turbine

Maybe wind power is the future and maybe it's not, but we're headed towards something sustainable so you might as well get started now. If you'd like a means of recharging your batteries without relying on an outlet, create this wind turbine out of an old PC fan. This project involves a little hacking and tinkering, but it's worth it just to have power anywhere the wind blows.

6. Turn an Old Projector into a Book Scanner

Top 10 Ways to Turn Your Retired Gadgetry into the Technology of the Future Most kids born in the last decade don't know whiteout from Britney Spears, so someday you're going to hear the question "did you really used to read books on paper?" Perhaps it's time to accept the inevitable and realize that the medium we know as print is a bit more ephemeral than we may like. But losing our books isn't an option, so the only thing we can really do is take an old projector and turn it into a book scanner, of course! If you've got the time, patience, or lower-level employee you can torture, this little project will finally help you evolve those dead tree tomes into their next state of being.

5. Make a Touchscreen Tablet Out of an Old Netbook

Top 10 Ways to Turn Your Retired Gadgetry into the Technology of the Future Netbooks had their moment, but their sales are dwindling thanks to the popularity of the tablet. If you wish your netbook actually was a tablet, you're not really out of luck. Just turn it into one. (That linked post even includes software we made to provide it with a heads up display to make it feel even more touch-friendly.) It's not going to be as magical as an iPad, but it's a fun upgrade for a computer you may not use so much anymore. Alternatively, you can do the same with an old MacBook if you've got one of those lying around instead.

4. Build a Cellphone-Powered Robot

Even your old cellphone, smart or not, has enough power to create a personal robot. The video to the left is proof of how an old mobile can create a "cardboard truckbot." The additional parts you'll need will only cost you $30, and Cellbots provides instructions on how to put it all together. You've likely got an old feature phone you've been planning to recycle for the past five years. Rather than wait for that day to never come, provide that gadget of the past with new life as talking, robotic truck.

3. Turn an Old Computer into an XBMC Home Theater PC

Top 10 Ways to Turn Your Retired Gadgetry into the Technology of the Future XBMC is our favorite media center software. It's free and it's better than it's paid alternatives thanks to a slick, customizable interface that plays all sorts of media from the majority of networked and local destinations. It can pull content from the web, tell you the weather, double as a retro video game console, and much more. What's really great is that it can run on a super cheap, underpowered nettop. That may also mean your old computer is entirely adequate for the job. Either way, you'll be up and running a home theater system that's ahead of its time before you know it.

2. Automate Your Home with an Old Router

The homes of the future will be automated, but you can have that now with the help of an old router. Said router needs to be OpenWRT compatible and this project will require a few other things, but if you're up to the challenge you'll be controlling your home from your smartphone on the cheap.

1. Turn an Old Computer Into an Internet PVR, Downloader, and NAS

The future of home entertainment ought to be as elegant and wonderful as the systems we can put together ourselves today. Old computers are perfect machines for creating a fully-featured content downloader. You can simply set up automated BitTorrent and Usenet downloads, or go so far as to turn that old machine into a NAS and install Usenet tools like SABnzbd and Sickbeard as well. This will make an old machine, seemingly destined for obsolescence, into an incredibly powerful server that will provide you with virtually any entertainment you want. It's unfortunate there isn't a comparable product and service available for purchase right now, but that's part of what makes doing it yourself seem so amazing when you're through.

9 Implants that make human healthy body even more useful

23:07
1. RFID Chips – A nice and easy way to start out with body hacking is to implant an RFID chip into you. An RFID chip is just a passive antenna that’s pre-configured to transmit a specific code when it’s brought near an RFID reader. Generally, RFID is used as a key of sorts; so for example, you can set up your computer or your phone to unlock only when you pick them up. Or install an RFID-enabled deadbolt on your front door and an RFID reader in your car and you won’t need to carry your keys around anymore. It’s completely safe — you can even do it yourself.

2. Medical Sensors - Most people go to the doctor when there’s something wrong with them, at which point it’s too late to take much in the way of preventative measures. Sensor systems implanted inside our bodies would be able to detect even the faintest little whiff of something like cancer, alerting us when we’ve still got plenty of time for treatment. A couple years ago, a professor from MIT developed a 0.2-inch-long implant embedded with nanoparticles that respond to cancer cells, but much more is possible. In the near future, we may all get implants with entire arrays of nano-sized virus and disease detectors that can send instant alerts to our cell phones. And our doctor’s cell phone.

3. Energy Harvesters - As anyone who’s seen The Matrix knows, humans have the potential to generate a lot of electricity. The tricky part is finding a good way to harvest it, but one solution is to use piezoelectric rubber films that can be implanted beneath your skin. This “piezo-rubber” is able to convert 80% of mechanical energy (bending or pressure) into electricity, and coupled with an induction coil, you could charge your phone by just pressing it against a layer of energy harvesters right under your skin.

4. LED Arrays - Want something that can outshine every single tattoo ever inked? How about implanting a programmable LED array underneath your skin. Think of it: you could play movies on your forehead, use your palm as a flashlight, or even turn your entire body into one giant music visualize and dance around in pulsing naked glory. And if you just pair your LEDs up with some of those energy harvesters from the previous slide, and won’t even have to worry about recharging yourself.


5. Augmented Reality Contacts - Consider how much time, effort, and money has gone all over the world into developing bigger and fancier and 3D-ier TV screens, all for the benefit of our tiny little eyes. Putting screens into our eyeballs themselves seems inevitable, whether it’s for augmenting our existing realities or constructing entirely new ones. The contact lens in the above picture is just a prototype, but the next generation will contain a wireless antenna plus an array of semi-transparent LEDs that are entirely invisible when turned off. When turned on, they form perfectly in-focus images. Power is wireless too. The only thing to be careful of is that anything that the lenses show you appears inside your eyelids, so like it or not, you’re going to see it.

6. Brain Remote - Yes, soon it will be possible to change channels on your TV and even browse the web while entirely motionless. Intel has been working on brain implants designed to read your brainwaves directly and translate your thoughts into commands that can then be sent wirelessly to a variety of electronic devices, from TVs to computers to cell phones.

7. Bionic Limbs - We’re just starting to get to the point where bionic limbs with nerve integration and brain control work well enough for them to be a viable option for people who need a replacement. In fact, some people who have lost the ability to use a hand are choosing amputation in order to get a new bionic version, which incidentally has a greater range of motion than a human hand, being able to spin around at the wrist. It’s no stretch to imagine that at some point in the future, you might have the option of replacing your hand with a bionic one that’s identical in every sensation, except that it’s ten times stronger, much more maneuverable, and detachable to boot.

8. Bionic Eyes - Our eyes do a decent enough job of letting us get around I guess, but in the absolute sense our biological hardware is a little primitive. We can see three different colors in a fairly narrow spectral range, and we need a large amount of light to do it. Compare that to the eyes of the tiny mantis shrimp, which can see twelve different colors from infrared to ultraviolet while also detecting both linear and circular polarization and performing redundant trinocular depth analysis. Luckily, we can just replace our eyes with cameras, which we can tune to see whatever different wavelengths we want. This pic shows a prototype bionic eye from the Boston Retinal Implant Project.

9. Orgasm Button - A spinal implant designed to alleviate chronic pain has a happy side-effect for some women: it gives them orgasms. The doctor that invented it has patented the design and is trying to convince Medtronic to develop a dedicated remote-control orgasm machine: you’d just push a button or activate an app on your phone and bam, orgasm. The device has also worked for men, and FDA approval is in the works. Expect to pay about $12,000 for one of these on-demand orgasm implants, which are called (seriously) Orgasmatrons.

Blok Iklan/Advertisement untuk mempercepat loading internet

21:47
Hello kroakers, H-8 Ujian Nasional 2012 nah stress belajar terus, hari ini saya ingin posting gimana sih caranya nge-Block Advertisment atapun Iklan....?Kali ini saya hanya akan memberikan cara  melalui Browser Mozilla Firefox saja.


Keuntungan Advertisment di Block...?
Loading Page semakin cepat, sehingga kroakers ngerasa internetnya kenceng, padahal Advertisment aja yang diblock, logika-nya jika iklan ekstensi flash/swf biasanya ukurannya itu 100-300 kb nah dengan cara ini kita udah hemat 100-300 Kb, karena iklannya di block.

STEP 1.


Pencet atau tekan CTRL+SHIFT+A

/ dengan kata lain klik Tools--->Add-Ons

STEP 2.

Pada TAB SEARCH ketikan AdBlock, maka akan banyak sekali tampilan Add Ons untuk blockir Iklan.
Kemudian Klik Install dan Jangan Lupa Firefox di close kemudian di bukak lagi setelah penginstallan restart program.

Blok Iklan/Advertisement untuk mempercepat loading internet

Friday, 6 April 2012

Sertifikasi yang Harus Gue dapet !

21:01

A. Sertifikasi untuk Bahasa Pemrograman

Di bagian ini akan dibahas dua sertifikasi TI dalam hal penguasaan kemampuan yang terkait dengan bahasa pemrograman. Yang dipilih adalah sertikasi untuk bahasa pemrograman Java dan sertifikasi untuk bahasa pemrograman yang menggunakan platform Microsoft .Net.
Java
Pengunaan bahasa Java dalam pembuatan aplikasi terus menunjukkan peningkatan. Secara pasti bahasa pemrograman Java mulai merebut pangsa pasar yang dulunya diisi oleh bahasa-bahasa seperti COBOL, Cobol, Visual Basic, C, System/390 Assembler dan SmallTalk. Tentunya hal ini diikuti dengan semakin tingginya kebutuhan akan tenaga profesional yang menguasai bahasa pemrograman Java.
Sertifikasi Java dapat dimanfaatkan oleh paling tidak empat segmen. Pertama, mereka yang ingin melakukan transisi karier dari posisi nonteknis ke pengembangan aplikasi dan software. Yang dimaksud di sini adalah mereka yang memiliki pengalaman nol dalam profesi TI tetapi tertarik untuk beralih profesi ke bidang TI yang mungkin dinilai lebih menggiurkan.
Kedua, mereka yang sudah bergerak dalam bidang TI dan berniat untuk melakukan perpindahan posisi di perusahaan tempat mereka bekerja. Jika Anda sedang merancang sebuah rencana untuk meningkatkan kredibilitas, tanggung jawab dan sukses di organisasi Anda saat ini, sertifikasi layak menjadi komponen utama dari rencana tersebut, utamanya jika Anda bekerja di perusahaan kecil atau menengah. Sementara jika Anda memiliki keterampilan TI tetapi tidak memiliki pengalaman menggunakan Java, sertifikasi Java dapat memberi Anda kesempatan untuk mencoba pekerjaan yang menggunakan Java.
Ketiga, konsultan Java yang ingin memvalidasi keterampilan mereka dan meningkatkan kredibilitas mereka di mata klien.
Yang keempat adalah para profesional TI yang sedang memikirkan untuk pindah perusahaan. Saat ini banyak lowongan kerja yang menyebutkan sertifikasi Java sebagai suatu kualifikasi yang dapat mejadi nilai tambah. Tentu saja adanya sertifikat dapat meningkatkan kemungkinan untuk mendapatkan kesempatan bekerja di luar negeri dan dengan upah yang lebih tinggi.
Mendaki Tangga Sertifikasi Java
Sun menawarkan tiga jenjang sertifikasi bagi programmer Java. Dari tingkat dasar ke advanced jenjang tersebut adalah: Sun Certified Programmer, Sun Certified Developer, dan Sun Certified Architect. Setiap jenjang sertifikasi membutuhkan jenjang sebelumnya. Contoh, untuk mengambil sertifikasi Developer Anda harus memiliki sertifikasi Programmer.
Sun Certified Programmer adalah sertifikasi paling dasar dari Sun untuk programmer Java. Untuk dapat menjadi seorang Certified Java Programmer, Anda harus lulus ujian Sun Certified Programmer for the Java 2 Platform 1.4 yang biayanya US$ 150. Ujian pilihan ganda ini dirancang untuk menguji pemahaman sintaks dan struktur Java pada materi-materi berikut: Dasar-dasar bahasa Java, teknik dasar pemrograman berorientasi obyek, penggunaan threads, dan kemampuan menggunakan paket standar Java seperti java.awt, java.lang, java.io, dan java.util. Untuk pemegang sertifikasi Java versi terdahulu dapat mengikuti ujian upgrade khusus.
Beberapa kursus yang dapat dikuti untuk mempersiapkan diri untuk sertifikasi ini adalah Java Technology for Structured Programmers yang ditujukan bagi mereka yang memiliki pengetahuan tentang bahasa pemrograman terstruktur seperti COBOL; Java Programming Language for Non-Programmers yang dirancang untuk programmer yang tidak memiliki pengalaman melakukan pemrograman; dan Java Programming Language atau pengenalan Java untuk programmer yang berpengalaman dengan bahasa pemrograman lain.
Sun Certified Developer adalah anak tangga selanjutnya dari sertifikasi Sun. Anda mungkin berpikir hanya perlu sekali lagi mengerjakan soal-soal pilihan ganda untuk menjadi seorang Certified Dava Developer, tetapi Sun menuntut lebih banyak dalam ujian untuk jenjang ini.
Untuk sertifikasi SCJD selain harus sudah memiliki sertifikat SCJP, Anda harus menyelesaikan tugas pemrograman yang dirancang untuk menguji aplikasi keterampilan Java Anda dalam menghadapi persoalan dunia nyata . Untuk ujian tugas pemrograman ini Anda harus membayar biaya US$ 250.
Contoh, tugas pemrograman tersebut memiliki skenario berikut: Setelah membayar uang ujian, Anda men download sebuah code template dari Sun. Template ini harus Anda gunakan untuk membuat sebuah aplikasi GUI yang memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan sebuah database melalui jaringan, dan melakukan konversi data dari format teks ke format database tersebut. Selama membuat program Anda diharuskan mendokumentasikan semua langkah yang Anda lakukan. Aplikasi yag Anda buat akan dinilai berdasarkan maintainability, penggunaan design pattern yang tepat, kejelasan kode, dan kesesuaian dengan code convention.
Setelah tugas pemrograman, Anda masih harus mengikuti ujian esai dengan biaya US$ 150, yang terdiri dari 5 sampai 10 soal esai, menanyakan berbagai hal tentang tugas pemrograman yang Anda selesaikan.
Beberapa kursus yang dapat diikuti untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti SCJD adalah Object-Oriented Application Analysis and Design for Java Technology (UML), yang merupakan kombinasi dari kuliah, tugas, dan diskusi yang mengajarkan analisa dan perancangan sitem menggunakan UML. Selain itu juga Java Programming Language Workshop yang memberikan pengalaman praktis melakukan perancangan aplikasi menggunakan Java.
Kalau Anda lebih tertarik untuk mengambil suatu spesialisasi tertentu dalam pemrograman Java seperti pemrograman aplikasi Web services atau aplikasi mobile , pada jenjang developer ini Sun menawarkan empat jenis spesialisasi: Sun Certified Web Component Developer (SCWCD), Sun Certified Business Component Developer (SCBCD), Sun Certified Developer for Java Web Services (SCDJWS), dan Sun Certified Mobile Application Developer untuk platform J2ME (SCMAD). Untuk setiap spesialisasi ini Anda harus lulus satu ujian pilihan ganda yang tergantung jenis spesialisasi yang ingin Anda ambil. Biaya untuk setiap ujian berkisar US$ 150.
Sun Certified Enterprise Architect for J2EE adalah sertifikasi premium dari Sun. Sebagaimana dicerminkan oleh namanya, sertifikasi ini sangat berfokus pada enterprise. Ini berarti pemegang sertifikasi ini dapat menangani pengembangan aplikasi berskala besar dengan tingkat availability yang tinggi. Untuk mendapatkannya, seseorang harus memiliki kedua sertifikat SCJP dan SCJD, lulus sebuah ujian pilihan untuk menguji pengetahuan seputar Java. Apabila lulus ujian pertama dilanjutkan menyelesaikan sebuah tugas pemrograman seperti pada saat pengambilan SCJD, dan diakhiri dengan sebuah ujian esai.
Untuk persiapan mengikuti sertifikasi SCEA Anda dapat mengikuti kursus Architecting and Designing J2EE Applications dan Developing Applications for the J2EE Platform dari Sun. Materi pada kursus tersebut difokuskan pada topik-topik seperti konsep pemrograman berorientasi obyek tingkat advanced, UML dan Enterprise Java Beans (EJB), dan aplikasi Standard Architecture Design Patterns.
Microsoft.Net
Untuk para developer ada dua jenis sertifikat yang ditawarkan oleh Microsoft sebagai pengakuan atas keahlian dalam pengetahuan dan keterampilan Microsoft .Net : Microsoft Certification Application Developer (MCAD) dan Microsoft Certified Solution Developer (MCSD).
Sertifikasi MCAD dibuat oleh Microsoft sebagai respon terhadap kebutuhan industri akan sebuah sertifikasi yang memungkinkan mereka untuk menunjukkan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan, me maintain, dan mendeploy aplikasi Web atau desktop berbasis Windows dengan skala kecil sampai menengah. MCAD ditujukan untuk mereka yang lingkup pekerjaannya meliputi pengembangan aplikasi, komponen, atau layanan database dan jaringan berskala kecil sampai menengah pada platform Windows.
Sebaiknya untuk mengambil sertifikasi MCAD Anda paling tidak sudah memiliki pengalaman 1 – 2 tahun dalam membuat aplikasi dan tidak asing dengan platform Microsoft .Net. Lingkup profesi yang terkait dengan sertifikasi ini di antaranya adalah programmer, analis, dan software developer.
Untuk mendapatkan sertifikasi MCAD kandidat harus terlebih dahulu lulus dua ujian inti dan satu ujian pilihan dalam suatu area spesialisasi. Untuk ujian inti Anda dapat memilih satu ujian dalam spesialisasi Web Application Development atau Windows Application Development. Untuk satu ujian inti lagi Anda harus mengikuti ujian dalam bidang XML Web Services dan Server Components. Sementara untuk ujian pilihan Anda harus membuktikan diri dengan melewati suatu ujian keahlian dalam menggunakan salah satu produk server Microsoft, atau melakukan implementasi application security dengan platform Microsoft .Net.
Sertifikasi yang kedua adalah Microsoft Certified System Developer (MCSD). Sertifikat MCSD merupakan salah satu sertifikat TI dengan reputasi yang dikenal baik di kalangan industri. Dengan mengantongi sertifikat MCSD, seseorang dianggap telah mampu mendemonstrasikan kemampuan yang dibutuhkan untuk memimpin sebuah organisasi dalam proses perancangan, implementasi, dan administrasi dari suatu solusi bisnis dengan menggunakan produk Microsoft.
Karena fokusnya pada kepemimpinan dalam proses pengembangan solusi bisnis berskala enterprise, lingkup profesi yang cocok dengan sertifikasi ini adalah software engineer, software development engineer, software architect, and konsultan. Seorang kandidat sertifikasi MCSD diharapkan sudah memiliki pengalaman minimal dua tahun dalam pengembangan solusi dan aplikasi.
Untuk mendapatkan sertifikasi MCSD untuk Microsoft .Net seorang kandidat harus lulus dalam empat ujian inti dan satu ujian pilihan. Ujian inti meliputi satu ujian dalam bidang Web Application Development, satu ujian dalam bidang Windows Application Development, satu ujian dalam bidang XML Web Services and Server Components, dan satu ujian dalam bidang Solution Architecture. Untuk ujian pilihan Anda harus membuktikan diri dengan melewati suatu ujian keahlian dalam menggunakan salah satu produk server Microsoft atau melakukan implementasi application security dengan platform Microsoft .Net.
Walaupun ujian MCSD meliputi bidang-bidang yang sama dengan ujian MCSA, setiap ujian memiliki tingkatan kesulitan yang lebih tinggi dibanding MCSA. Pilihan untuk mengambil sertifikat MCSA atau MCSD sebaiknya ditentukan berdasarkan jenis peran kerja yang sedang atau ingin dijalani.
B. Sertifikasi untuk Database

Setelah membahas sertifikasi untuk bahasa pemrograman, pada bagian ini akan dibahas macam sertifikasi untuk keterampilan dalam teknologi database yang banyak digunakan. Kami memilih sertifikasi untuk Oracle dan Microsoft SQl Server.
Oracle
Sampai sekarang perusahaan software kedua terbesar di dunia ini masih merupakan penikmat pangsa pasar terbesar untuk software database. Ini membuat sertifikasi Oracle menjadi salah satu sertifikasi yang paling populer dan banyak dicari. Laporan IDC Certified Report 2002 menyebutkan bahwa sertifikasi Oracle adalah kualitas yang paling dicari oleh pasar TI.
Dalam situsnya Oracle menyebutkan bahwa 97 dari pemegang Oracle Certified Professional (OCP) mengatakan bahwa mereka diuntungkan oleh sertifikasi tersebut, 89% merasa kepercayaan diri terkait penguasaan keahlian Oracle meningkat, dan 96% mengaku menganjurkan program sertifikasi Oracle kepada orang lain. Sementara bagi perusahaan yang memiliki pegawai yang telah tersertifikasi, Oracle mengklaim bahwa berdasarkan survai perusahaan-perusahaan tersebut melaporkan penurunan waktu downtime sebesar 49%.
Untuk memenuhi kebutuhan industri akan berbagai spesialisasi keahlian dalam menggunakan teknologi Oracle, Oracle saat ini menawarkan tiga jenis sertifikasi Oracle. Setiap jalur sertifikasi dirancang untuk menguji penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan teknologi Oracle untuk suatu bidang kerja tertentu seperti developer, administrator, atau Web server administrator.
Oracle Certified DBA adalah sertifikasi yang menguji penguasaan teknologi dan solusi Oracle dalam menjalankan peran sebagai administrator database. Pada jalur sertifikasi ini terdapat tiga jenjang sertifikasi berikut:
• Oracle Certified DBA Associate, dengan sertifikasi pada jenjang ini sesorang dianggap memiliki pengetahuan dasar yang memungkinkan mereka bekerja sebagai anggota yunior dalam sebuah tim yang terdiri dari administrator database atau pengembang aplikasi. Ujian untuk mengambil sertifikasi ini meliputi dasar-dasar SQL dan dasar-dasar administrasi database. Sertifikasi ini tersedia untuk database Oracle9i dan Oracle 10g dengan sedikit perbedaan pada jumlah ujian yang harus dikuti.
• Oracle Certified DBA Professional, sertifikasi ini ditujukan bagi pemegang sertifikasi jenjang Associate yang ingin meningkatkan penguasaan teknologi Oracle dalam administrasi database. Pada jenjang ini kandidat akan mengikuti ujian yang meliputi teknik-teknik lanjut dari administrasi database dan juga teknik-teknik dalam melakukan performance tuning. Sertifikasi ini juga tersedia untuk database Oracle9i dan Oracle 10g dengan sedikit perbedaan pada jumlah ujian yang harus dikuti [lihat Tabel]. Pada jenjang ini kandidat yang berminat juga dapat mengambil ujian tambahan untu untuk spesialisasi manajemen database Oracle pada lingkungan sistem operasi Linux.
• Oracle Certified DBA Master, merupakan jenjang tertinggi dalam jalur sertifikasi DBA. Seorang OCM adalah seorang DBA profesional yang sudah teruji dalam menangani aplikasi dan sistem database yang memiliki karakter mission critical. Berbeda dengan ujian pada jenjang OCA dan OCM yang berupa ujian teori, ujian OCM mengambil bentuk praktikum di sebuah lab khusus di mana kandidat diminta untuk memberikan solusi terhadap berbagai skenario permasalahan yang meliputi konfigurasi database, konfigurasi jaringan database, konfigurasi dan penggunaan Oracle Enterprise Manager, dan hal-hal kritis seperti manajemen kinerja dan database recovery. Untuk wilayah Asia-Pasifik, ujian OCM hanya dapat dilakukan di lab Oracle yang terdapat di Hongkong dan Seoul.
Untuk jalur sertifikasi DBA juga tersedia ujian untuk meng upgrade sertifikasi Oracle versi terdahulu untuk mendapatkan sertifikasi Oracle terbaru.
- Oracle Certified Developer. Jalur Sertifikasi ini ditujukan bagi mereka yang ingin mendapatkan pengakuan akan penguasaan pegetahuan dan keterampilan penggunaan teknologi Oracle seperti PL/SQL dan Oracle Forms dalam mengembangkan berbagai aplikasi dan solusi. Pada jalur sertifikasi Developer terdapat tiga jenjang sertifikasi berikut :
• Oracle9i PL/SQl Developer Certified Associate, profesional dengan sertifikasi jenjang ini memiliki pengetahuan dasar yang memungkinkan peran fungsional sebagai pengembang aplikasi Oracle9i. Untuk sertifikasi ini kandidat harus mengikuti dua ujian yang meliputi dasar-dasar SQL dan PL/SQL serta teknik pemrograman dengan menggunakan PL/SQL.
• Oracle9iForms Developer Certified Professional, untuk memiliki sertifikasi ini kandidat harus sudah memiliki sertifikasi jenjang OCA. Pemegang OCA yang ingin mendapatkan sertifikasi OCP harus mengikuti satu ujian yang meliputi materi pengembangan aplikasi Internet menggunakan Oracle9iForms.
Selain kedua jenjang tersebut pemegang sertifikasi Oracle versi terdahulu dapat mengikuti ujian upgrade untuk mendapatkan sertifikasi Oracle versi terbaru.
- Oracle9iAS Web Administrator. Seiring meningkatnya kebutuhan akan profesional dalam bidang administrasi Web, Oracle membuka sebuah jalur sertifikasi bagi mereka yang menginginkan pengetahuan dan keterampilan sebagai Web Administrator untuk Oracle9i Application Server. Jalur sertifikasi ini baru menyediakan jenjang Oracle9iAS Web Administrator Certified Associate. Untuk mendapatkan sertifikasi ini kandidat harus mengikuti satu ujian yang meliputi materi administrasi dasar Oracle9i Application Server.
Salah satu yang membuat sertifikasi Oracle menjadi salah satu sertifikat TI dengan reputasi yang tinggi adalah tingkat kesulitan untuk mendapatkan sertifikasi tersebut. Untuk setiap ujian, peserta baru dinyatakan lulus apabila skornya minimal 70 %. “Saya selalu menanyakan kesiapan setiap calon peserta ujian sertifikasi. Ujian Oracle tidak murah dan tidak mudah sehingga sayang sekali apabila harus tidak lulus,” ujar Mardjuki (Education Director, Oracle University Indonesia).
Di lain pihak hal tersebut membuat pemegang sertifikat Oracle menjadi barang langka. Di Indonesia misalnya, menurut Mardjuki baru ada sekitar 300 pemegang sertifikat jenjang OCP, sementara untuk jenjang OCM jumlah mungkin hanya sebatas hitungan jari.
Microsoft
Microsoft menawarkan satu jenis sertifikasi untuk penguasaan teknologi produk database andalannya, Microsoft SQl Server. Microsoft Certified DBA adalah sertifikasi yang diberikan sebagai pengakuan kemampuan merancang, mengimplementasi, dan melakukan administrasi database Microsoft SQl Server.
Untuk mendapatkan sertifikasi MCDBA setiap kandidat harus lulus tiga ujian inti dan satu ujian pilihan. Ujian inti ini terdiri dari satu ujian untuk materi administrasi SQL Server, satu ujian perancangan database SQL Server, dan satu ujian Windows 2000 Sever atau Windows Server 2003. Sebagai tambahan ujian inti, kandidat harus lulus satu ujian pilihan dalam salah satu bidang keahlian produk
Microsoft.
C. Sertifikasi untuk Office

Sebagai aplikasi desktop, Microsoft Office mungkin menjadi aplikasi yang paling akrab dengan keseharaian pekerjaan kita. Mulai dari membantu menulis surat sampai membuat perencanaan proyek. Populernya aplikasi Microsoft Office dan kemudahan pemakaiannya seringkali membuat banyak penggunanya tidak merasa perlu untuk mempelajarinya secara serius. Padahal hal tersebut mungkin berakibat pada rendahnya utilitas pemanfaatan berbagai feature yang sebenarnya disediakan oleh Microsoft Office, dan tanpa disadari membuat kerja tidak seefisien seharusnya.
Sertifikasi Microsoft Office Specialist (Office Specialist) adalah sertifikasi premium untuk aplikasi desktop Microsoft. Sertifikasi ini merupakan sertifikasi dengan standar global untuk validasi keahlian dalam menggunakan Microsoft Office dalam meningkatkan produktivitas kerja.
Fokus dari sertifikasi Office Specialist adalah mengevaluasi pemahaman menyeluruh terhadap program-program Microsoft Office dan Microsoft Project, kemampuan untuk menggunakan feature-feature advanced, dan kemampuan untuk mengintegrasikan program-program Office dengan software lain.
Sertifikasi Office Specialist tersedia dalam tiga jalur: Office 2003 Editions, Office XP, dan Office 2000. Untuk setiap jalur sertifikasi terbagi dalam tiga jenjang keahlian, yaitu Specialist, Expert, dan Master.
Selain untuk program-program yang termasuk suite aplikasi Microsoft Office, sertifikasi Office Specialist juga menawarkan sertifikasi khusus untuk Microsoft Project 2002 dan Microsoft Project 2000. Ujian sertifikasi Office Specialist untuk Microsoft Project difokuskan pada kemampuan menggunakan berbagai toolMicrosoft Project dalam pelaksanaan berbagai tahapan proyek, seperti perencanaan proyek, kustomisasi grafik dan laporan kemajuan proyek, dan memfasilitasi berbagai kegiatan kolaborasi dan komunikasi tim.
Daftar Authorized Training Partners
Jika Anda sudah memiliki cukup pengalaman dan merasa yakin menguasai software untuk sertifikasi yang ingin Anda ambil, tidak ada salahnya langsung memasuki ruang ujian. Namun jika masih ragu-ragu, ada baiknya mengikuti training yang diselenggarakan oleh beberapa training center yang ada.
Sebagai panduan, berikut beberapa training center yang menjadi partner beberapa vendor aplikasi pemberi sertifikasi tersebut.
Daftar Authorized Training Partners
Vendor Training Partners
Adobe Digital Studio
Alias Digital Studio
CIW PT Intellisys TriPratama
PT Executrain Nusantara Jaya
CompTIA PT States Information technology
Informatics
Cisco Training Partners (PT Datacraft Indonesia)
PT Inixindo
80 lembaga pendidikan yang menjadi Cisco Academy Partner
Macromedia Digital Studio
Sekolah Web Indonesia
Informatics
Microsoft PT Asaba Computer Center
PT Ebiz Infotama
PT Executrain Nusantara Jaya
PT Intellisys TriPratama
PT Iverson Technology
PT Mitra Integrasi Informatika
PT NETtrain Infotama
PT Sarana Solusindo Informatika
PT Sentra Karya Informatika
Oracle PT Asaba Computer Center
PT Inixindo
PT Mitra Integrasi Informatika
SUN PT Inixindo
WOW WEB-C
D. Sertifikasi di Bidang Jaringan
Sertifikasi yang paling populer di bidang jaringan adalah sertifikasi Cisco. Memang bukan rahasia bahwa Cisco merupakan pemegang pangsa pasar terbesar di bidang jaringan sampai saat ini. Selain sertifikasi Cisco, sertifikasi di bidang jaringan yang juga cukup populer adalah sertifikasi yang diberikan oleh CompTIA, Novell, dan Solaris.
Cisco
Cisco memiliki tiga jenjang sertifikasi, yaitu Associate, Professional, dan Expert. Jenjang sertifikasi Cisco secara umum meliputi Cisco Certified Network Associate (CCNA), Cisco Certified Network Professional (CCNP), dan Cisco Certified Internetworking Expert.(CCIE). Selain tiga jenjang umum tersebut, Cisco juga memiliki jalur spesialisasi, seperti network design, security, dan business networking. Beberapa jenis sertifikasi untuk jalur spesialisasi ini di antaranya adalah Cisco Certified Designing Associate (CCDA), Cisco Certified Designing Professional (CCDP), dan Cisco Security Specialist 1 (CSS1), dan lain sebagainya.
Cisco Certified Network Associate (CCNA) merupakan fondasi awal untuk menapaki jenjang sertifikasi yang lain. Pemegang sertifikasi ini diharapkan sudah profesional dalam hal meng install, mengkonfigurasi, dan mengoperasikan jaringan LAN atau WAN untuk jaringan kecil (100 client/PC atau kurang). Sementara bagi yang mengambil spesialisasi di bidang network design. Kesempatan kerja bagi pemegang sertifikasi ini umumnya adalah network administrator.
Jenjang berikutnya adalah Cisco Certified Network Professional (CCNP). Pada jenjang ini pemegang sertifikasi dianggap telah ahli dalam hal meng install, mengkonfigurasi, serta memecahkan permasalahan LAN atau WAN dengan skala yang lebih luas (100 – 500 client/PC). Untuk mencapai jenjang ini peserta harus mengikuti empat jenis ujian, seperti membangun internetwork, multilayer switch network, remote access network, dan troubleshooting.
Untuk memperoleh dua jenis jenis sertifikasi tersebut ada dua cara yang bisa ditempuh dengan mengikuti kursus pada training center, atau mengikuti pendidikan melalui Cisco Academy Program. Cisco Academy Program merupakan program pendidikan yang digelar Cisco bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) TI.
Berbeda dengan mengikuti kursus yang hanya membutuhkan waktu 10 hari, pendidikan melalui Academy Program ini memerlukan waktu lebih panjang, sekitar 8 bulan – 1 tahun. Kelebihannya, program ini memungkinkan bagi peserta yang belum memiliki pengalaman di lapangan untuk memperoleh sertifikasi dari Cisco. Saat ini ada 80 lembaga pendidikan yang menjadi partner Cisco dalam Cisco Academy Program.
Jika Anda ingin mengikuti training untuk mempersiapkan ujian sertifikasi CCNA ini setidaknya Anda harus menyiapkan anggaran sekitar US$ 500. Sementara untuk training CCNP diperlukan untuk jangka waktu 20 hari dengan biaya sekitar US$ 2900. Menurut Kurnijanto E Sanggono (Marketing Manager, Cisco Indonesia), training ini sifatnya lebih sebagai penyegaran, sebaiknya kandidat sudah memiliki pengalaman dalam menangani masalah jaringan.
CCIE merupakan jenjang tertinggi dalam jalur sertifikasi Cisco yang artinya pemangang sertifikasi ini telah mampu mengelola dan menangani berbagai permasalahan dalam jaringan sampai skala enterprise. Jenjang ini tidak mudah untuk diraih karena setidaknya kandidat harus sudah mengantongi sertifikasi CCNA dan CCNP terlebih dahulu. Tidak heran jika pemegang sertifikasi ini masih cukup langka, dan menjadi rebutan di bursa pencari tenaga TI. Menurut Kurnijanto, jumlah peraih sertifikasi CCIE ini di Indonesia belum ada 30 orang. Sementara peraih CCNP sudah lebih dari 2000 orang, dan peraih sertifikasi CCNA sudah di atas 10.000 orang.
Seseorang yang berhasil memperoleh sertifikasi CCIE benar-benar merupakan kandidat yang terpilih karena dari data Cisco kurang dari 3% peraih CCNP yang berhasil ke jenjang CCIE. Melewati ujian CCIE juga tidak mudah karena selain harus menyelesaikan soal-soal pilihan berganda dalam waktu 2 jam, peserta juga harus mampu mengkonfigurasi dan mengatasi masalah pada lokasi yang ditunjuk oleh Cisco dalam waktu 8 jam.
CompTIA
CompTIA memiliki beberapa jalur sertifikasi untuk menunjukkan keahlian di bidang jaringan, di antaranya adalah Comptia Network+, CompTIA Security+. Selain dua sertifikasi tersebut, CompTIA juga memiliki beberapa pilihan sertifikasi mengenai pengenalan hardware, yaitu CompTIA A+ dan CompTIA Server+.
CompTIA A+ merupakan sertifikasi paling dasar dari CompTIA yang ditujukan bagi pemula yang ingin meniti karier di bidang TI, atau menjadi teknisi komputer. Sertifikasi CompTIA A+ merupakan bentuk validasi kemampuan bahwa seseorang telah memiliki pengetahuan dasar di bidang hardware dan software. Beberapa ujian untuk meraih sertifikasi ini meliputi pengetahuan terhadap teknologi hardware dan sistem operasi secara umum, di mana peserta diharapkan sudah dapat meng install, mengkonfigurasi, mendiagnosa, dan mengelola jaringan pada skala kecil. Jenis sertifikasi ini juga sering dijadikan landasan bagi kandidat untuk mengikuti jenjang sertifikasi yang lebih tinggi dari vendor lain, seperti MCSA dari Microsoft dan CNE dari Novell.
CompTIA Server+ merupakan pengakuan terhadap seseorang yang telah memiliki pengetahuan dan pengalaman mengenai teknologi Industry Standard Server Architecture (ISSA). Meskipun CompTIA Server+ tidak mensyaratkan untuk memperoleh sertifikasi A+ terlebih dahulu, peserta dianjurkan untuk mengikuti sertifikasi tersebut. CompTIA Server+ merupakan jenjang lebih lanjut yang mempersiapkan kandidat sebagai teknisi komputer dan server untuk tingkat atas. Diharapkan kandidat mampu meng install, mengupgrade, mengkonfigurasi, mengelola, dan memecahkan masalah.
CompTIA Network+ setingkat dengan sertifikasi CCNA merupakan sertifikasi yang menguji penguasaan teknologi jaringan dalam menjalankan peran sebagai network support atau network administrator. Sebagai bekal mengikuti ujian sertifikasi ini, selain melalui training yang membutuhkan waktu sekitar satu minggu dengan biaya sekitar US$ 250, para peserta sebaiknya sudah berpengalaman mengelola jaringan setidaknya dalam jangka waktu 9 bulan. Para peserta ujian sertifikasi Nework + juga harus sudah mengantongi sertifikasi CompTIA A+. Beberapa training center mengemas dua program ini menjadi satu paket.
Jika Anda ingin diakui sebagai ahli di bidang sekuriti, CompTIA juga memiliki jalur sertifikasi khusus, yaitu CompTIA Security+. Materi ujian sertifikasi Security+ meliputi beberapa topik yang berkaitan dengan keamanan dalam berbagai industri, seperti communication security, infrastructure security, cryptography, access control, external attack, dan lain sebagainya. Untuk mempersiapkan ujian sertifikasi peserta dapat mengikuti training. Namun sebaiknya peserta sudah berpengalaman setidaknya dua tahun dalam menangani jaringan, utamanya yang berkaitan dengan masalah sekuriti.
E. Sertifikasi di Bidang Computer Graphics dan Multimedia

Peluang karier di bidang Computer Graphics dan Multimedia sangat luas, mulai dari designer, art director, web designer, editor, multimedia artist, visualizer, visual effect artist, dan banyak lagi. Tidak heran jika training di bidang animasi, desain grafis, desain Web, digital video, dan digital imaging ini semakin diminati.
Apa yang bisa Anda lakukan jika Anda ingin diakui sebagai ahlinya di bidang desktop publishing, animasi, digital video, atau desain Web? Tentu saja Anda bisa menempuh berbagai training dan jalur sertifikasi yang ditawarkan oleh vendor-vendor aplikasi yang bergelut di bidang multimedia ini.
Beberapa vendor yang mengeluarkan sertifikasi di bidang ini adalah Adobe, Macromedia, Autodesk, dan Maya. Menurut Andi Surya Budiman (Direktur, Digital Studio), peminat training computer graphics dan multimedia, khususnya di Idonesia, semakin banyak tetapi masih jarang yang mengambil jalur sertifikasi. Umumnya peserta sudah merasa cukup bekal dengan mengantongi certificate of attendance atau sertifikat yang didapat dengan mengikuti training dengan kurikulum dari vendor aplikasi tersebut.
Andi juga menekankan bahwa sertifikasi akan sangat berarti ketika Anda ingin berkompetisi dengan tenaga-tenaga TI dari manca negara. “Beberapa siswa yang sudah mengantongi sertifikasi bahkan mendapat pengurangan kredit atas mata pelajaran yang harus diambil ketika melanjutkan studi di luar negeri,” ungkap Andi.
Adobe, Macromedia, dan Alias
Sertifikasi yang dimiliki Adobe dinamakan ACE (Adobe Certified Expert). ACE ditujukan untuk para Graphics Designer, Web Designer, Developer, dan profesional bisnis yang ingin menunjukkan kemampuan mereka dalam memahami produk Adobe.
Seseorang yang memperoleh sertifikasi ACE artinya mampu mendemonstrasikan keahliannya menggunakan satu atau lebih produk dari Adobe. Sertifikasi Adobe yang banyak digunakan industri adalah di bidang desktop publishing yang meliputi aplikasi Photoshop, Illustrator, dan InDesign; serta di bidang digital video meliputi aplikasi Premiere dan After Effect.
Adobe membagi jalur sertifikasi menjadi dua, yaitu sertifikasi untuk satu produk dan spesialis. Untuk satu produk misalnya ACE Adobe InDesign CS, artinya peserta telah lulus ujian Adobe InDesign CS.
Sedangkan untuk sertifikasi spesialis, terdapat beberapa pilihan yaitu ACE Print Specialist, Web Specialist, dan Video Specialist. Untuk bisa memperoleh gelar atau sertifikasi ACE Print Specialist peserta harus mampu melewati beberapa ujian meliputi Adobe InDesign, Adobe Acrobat, dan Adobe Illustrator atau Adobe Photoshop. Untuk ACE Web Specialist, peserta harus lulus ujian Adobe Photoshop, Adobe GoLive, dan Adobe Illustrator atau Adobe Acrobat. Sementara untuk menjadi ACE, Video Specialist, peserta harus lulus ujian Adobe Photoshop, Adobe Premiere, dan Adobe Affter Effects.
Jika kandidat mampu menguasai, dan lulus semua produk suite Adobe (Adobe Acrobat, Adobe GoLive, Adobe Illustrator, Adobe InDesign, dan Adobe Photoshop), ia akan memperoleh gelar tertinggi, yaitu ACE Creative Suite Master.
Seperti Adobe, Macromedia memiliki sertifikasi yang menunjukkan kemampuan seseorang telah menguasai satu atau lebih produk dari Macromedia. Beberapa sertifikasi yang dimiliki Macromedia adalah Certified Macromedia Flash MX Developer, Certified Macromedia Flash MX Designer, Certified ColdFusion MX Developer, dan Certified Dreamweaver MX Developer. Untuk memperoleh gelar tersebut Anda bisa mengikui ujian di salah satu testing center VUE (Virtual University Enterprise).
Lalu jika ingin diakui sebagai ahli di bidang grafis dan animasi 3D, Anda dapat mengantongi sertifikasi dari Alias dengan menguasai aplikasi Maya. Maya mengintegrasikan teknologi render tingkat lanjut, visual effect, animasi, dan modeling yang banyak digunakan video artist, game developer, maupun Web Designer dalam pembuatan film, game, maupun content Web yang banyak menggunakan animasi 3D.
Untuk mempersiapkan ujian sertifikasi dari Adobe, Macromedia, atau Alias tersebut selain dengan mengikuti training, dianjurkan untuk menggunakan produk tersebut selama minimal satu tahun.
Certified Internet Web Master
Jika ingin dianggap jago di bidang Internet, Anda bisa mengambil sertifikasi yang dikeluarkan oleh Certified Internet Web Master(CIW). Jalur sertifikasi CIW ini sangat beragam mulai sertifikasi untuk pemula sampai master.
Sertifikasi paling dasar yang sekaligus disyaratkan untuk mengambil sertifikasi untuk tingkat lebih lanjut adalah CIW Associates. CIW Associates adalah sertifikasi yang menguji penguasaan dasar teknologi Internet, seperti Web browser, FTP dan e-mail, Web page authoring menggunakan XHTML, dasar-dasar infrastuktur jaringan, dan manajemen proyek. Sertifikasi ini ditujukan bagi mereka yang bekerja sebagai business development, advertising, dan sales.
Jenjang berikutnya adalah CIW Profesional dan CIW Master. Untuk menjadi mendapat gelar master terdapat empat pilihan jalur spesialisasi, yaitu Master CIW Designer, Master CIW Administrator, Master CIW Web Site Manager, dan Master CIW Enterprise Develper. Masing-masing jalur memiliki pilihan spesialisasi yang harus ditempuh. Sebelum mencapai tingkat master, Anda dapat meraih gelar CIW Profesional jika bisa melewati ujian CIW Associate dan salah satu spesialisasi yang dari empat jalur yang tersedia tersebut.
Selain jalur tersebut, CIW juga memiliki beberapa pilihan sertifikasi khusus, seperti CIW Security Analist dan CIW Web Developer.
World Organization of Webmasters
Di bidang Internet, selain sertifikasi dari CIW juga ada sertifikasi yang dikeluarkan oleh World Organization of Webmasters (WOW). Sertifikasi yang dikeluarkan oleh WOW ini juga terdiri dari beberapa jenjang.
Jenjang dasar terdiri dari WOW Certified Apprentice Webmaster (CAW), WOW Certified Web Designer Apprentice (CWDSA), WOW Certified Web Developer Apprentice (CWDVA), dan WOW Certified Web Administrator Apprentice (CWAA). Sedangkan untuk jenjang yang lebih tinggi adalah WOW Certified Professional Webmaster (CPW).
Dengan sertifikasi CAW, seseorang dianggap memiliki pengetahuan dasar mengenai Internet dapat membuat layout halaman Web, membuat content yang kaya dan nyaman, membuat dan memanipulasi image. CWDSA lebih ditujukan bagi para calon Web Designer. Pada pilihan ini kandidat diharapkan menguasai seni mendesain Web agar lebih artistik dan menarik. CWDVA ditujukan bagi para pengembang Web yang lebih banyak berurusan dengan struktur dan interaksi dalam menciptakan situs Web. Sedangkan bagi para Web administrator jalur sertifikasi yang bisa diambil adalah CWAA yang lebih banyak berkecimpung dengan infrastruktur software dan hardware yang mendukung komunikasi Internet.
Jenjang yang lebih profesional atau CPW bisa langsung diraih secara otomatis jika kandidat berhasil memperoleh empat sertifikasi pada tingkat Apprentice.
Berbeda dengan sertifikasi CIW dimana ujian dapat Anda ikuti melalui testing center yang menjadi partner Promatic, sertifikasi dari WOW ini dapat Anda peroleh dengan mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh WOW.