Sharing, maybe this blog can help and inspire you #7billionDollar

Wednesday, 23 April 2014

Go Green in The City 2014 from Tribunnews

03:38

heheheh :D masuk berita lagi :D dari Tribunnews :)

Sumber
http://www.tribunnews.com/nasional/2014/03/14/uksw-salatiga-menang-go-green-in-the-city-2014

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta - Proposal milik tim Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Jawa Tengah, menjadi pemenang pertama kompetisi  “Go Green in the City” (GGITC) tahap nasional yang digelar Schneider Electric. Pengumumuan dilakukan di hotel JW Marriot, Kamis (13/3/2014).
Digelar sejak 2009, kompetisi ini bertujuan mengajaka mahasiswa/i jurusan bisnis dan teknik di seluruh dunia untuk berinovasi menciptakan solusi yang memungkinkan pengonsumsian energi di perkotaan menjadi lebih cerdas dan efisien.
Tim dari Universitas Kristen Satya Wacana mengajukan proposal bertajuk "Lungguh".
Lewat proposal ini, tim mengajukan inovasi sebuah bantalan kursi yang mampu menyerap energi panas tubuh manusia dan kemudian mengonversikannya menjadi energi listrik, sehingga dapat digunakan untuk mengisi baterai ponsel.
Lungguh sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti 'duduk'.
Mereka berhak mendapatkan Rp 30 juta untuk mewujudkan proyek tersebut. Mereka juga akan mewakili Indonesia di Go Green in the City tingkah East Asia yang digelar di Ho Chi Minh City, Vietnam pada April mendatang.  Bila menang, tim Indonesia berhak mewakili Asia di Go Green in the City tingkat internasional di Paris, Perancis, Juni mendatang.
Proposal Universitas Kristen Satya Wacana berhasil mengungguli proposal "Trafficon" dari Insitut Teknologi Bandung, "Roof Energy Harvesting" dari Institut Teknologi Sepuluh November, "Thermoenergy Bank" dari Universitas Surabaya, "SPIRIT (Smart Product in Reducing Inefficient Thrown-away)" dari Universitas Indonesia, dan "SUNplus Lighting" hasil kolaborasi mahasiswa Universitas Gajah Mada dan Universitas Kristen Petra.
“Kami melihat bahwa minat mahasiswa dan universitas di Indonesia terhadap kompetisi ini semakin meningkat," ujar Riyanto Mashan, selaku Country President Schneider Electric Indonesia.
Ia berharap kompetisi ini menjadi batu pijakan bagi calon pemimpin Indonesia untuk memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai semakin meningkatnya permintaan dan konsumsi energi. Sehingga mereka tergerak untuk mulai mengelola energi secara lebih efisien guna menekan konsumsi energi.
Saat ini perkotaan mendominasi 75% dari total konsumsi energi dan memproduksi 80% dari total emisi karbon di dunia.
Ajang Go Green in the City tingkat nasional turut didukung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

Go Green in The City from Bisnis.com

03:33
hehehe :D masuk lagi nama saya :) Puji Tuhan
Sumber : Bisnis.com  http://industri.bisnis.com/read/20140314/105/210735/universitas-kristen-satya-wacana-salatiga-juara-go-green-in-the-city-2014-

Bisnis.com, JAKARTA- Tim dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, ke luar sebagai pemenang pertama Go Green in the City 2014 tingkat nasional dari Schneider Electric Indonesia dengan  proposal berjudul Lungguh (bahasa Jawa) yang berarti duduk.
Inovasi tersebut berupa bantalan kursi yang mampu menyerap energi panas tubuh manusia dan kemudian mengonversikannya menjadi energi listrik, sehingga dapat digunakan untuk mengisi ulang baterai ponsel.  Kursi itu akan membuat tubuh berfungsi sebagai power bank. Caranya cukup duduk dibantalan kursi yang sudah dilengkapi dengan thermal electric generator yang mengubah  panasnya menjadi energi energi listrik
Tim pemenang pertama tingkat nasional itu diwakili oleh FA Brian Ganda Pratama,  mahasiswa Teknik Elektronika  UKSW dan Chintya Amanda Fakultas Ekonomi dan Bisnis UKSW. Mereka telah berhasil menyisihkan 99 proposal yang masuk ke panitia. Selain berhak menerima uang tunai sebesar Rp30 juta, trophy, mereka juga akan berangkat ke Ho Chi Minh City, Vietnam pada April mendatang untuk mewakili Indonesia di ajang Go Green in the City East Asia.
Tim tersebut meraih juara pertama setelah, tim juri melakukan penilaian yang ketat terhadap enam finalis Go Green in the City 2014 tingkat nasional di Hotel JW Merriott, Kamis sore (13/3/2014).
Setelah menjadi juara nasional, tim itu akan bersaing dengan peserta dari Di tingkat Asia tim itu akan bersaing dengan peserta dari Malaysia, Singura, Vietnam, Filipina, Laos, Myanmar, Thailand dan Taiwan.
Keenam finalis itu memaparkan langsung ide inovatif mereka untuk efisiensi energi di hadapan dewan juri yang terdiri dari jajaran direksi Schneider Electric yang sebagai penyelenggara dan Maritje Hutapea, Direktur Konservasi Energi, Direktorat Jenderal Energi Baru dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM.

Go Green in The City 2014 from Kompas

03:29
foto FA Brian Ganda Pratama dengan inovasi Lungguh

hehehe, masuk kompas deh :D 
Sumber :http://sains.kompas.com/read/2014/03/13/1859464/Kursi.Inovatif.Lungguh.Jadikan.Tubuh.Anda.sebagai.Powerbank.
KOMPAS.com — Baterai handphone kehabisan daya, dan Anda tak membawa powerbank? Tak perlu bingung.

Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, membuat kursi inovatif yang sekaligus berfungsi untuk mengisi kembali (charge) daya baterai smartphone atau perangkat elektronik lainnya. Kursi inovatif itu dinamai "Lungguh".

Pengisian baterai dengan Lungguh tak memerlukan listrik. Kursi ini akan membuat tubuh Anda seperti sebuah powerbank. Ia mengubah energi dari panas tubuh menjadi energi listrik yang kemudian dipakai untuk mengisi perangkat elektronik.

Apa yang perlu Anda lakukan untuk membuat kursi inovatif itu berfungsi? Cukup duduk di atasnya dan biarkan Lungguh bekerja.

FA Brian Ganda Pratama, mahasiswa Teknik Elektronika UKSW dan salah satu inovator kursi itu, mengatakan, selain sebagai kursi, Lungguh memiliki fungsi bak pembangkit listrik.

"Komponen utama kursi ini adalah TEG (thermal electric generator)," ungkapnya. TEG akan mengubah panas menjadi listrik.

"Prinsip TEG adalah membangkitkan listrik dari perbedaan suhu tubuh dengan suhu lingkungan," kata Brian. 

Brian mengungkapkan, suhu tubuh manusia rata-rata adalah 37 derajat Celsius. Sementara itu, suhu lingkungan sekitar 27 derajat Celsius.

Untuk mengoptimalkan Lungguh, Brian menambahkan komponen yang disebut cold reservoir.

"Agar jumlah listrik yang dihasilkan lebih besar," katanya.

Menurut Brian, gagasan membuat Lungguh berawal dari pengalaman pribadi.

"Saya sedang nongkrong di kafe bareng teman-teman, laluhandphone mati, lama. Di situ saya terpikir untuk membuat (Lungguh)," ungkapnya.

Lewat uji coba, selama satu jam, kursi tersebut sudah bisa menghasilkan listrik sebesar 80-500 milivolt, hanya dari panas tubuh manusia.

Jumlah tersebut, menurut Brian, belum besar dan belum bisa dipakai untuk apa pun. Namun, pengembangan akan dilakukan.

"Kita akan riset lagi agar jumlah listriknya lebih besar," ungkap Brian.

Salah satu yang akan diperbaiki adalah permukaan kursi. Plastik pada permukaan kursi akan diganti dengan bahan konduktor. 

Brian bersama rekannya yang terlibat dalam inovasi ini, Chintya Rizki Amanda dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UKSW, juga akan melakukan beberapa riset sehingga kursi itu bisa digunakan.

Karya Brian dan Chintya menjadi pemenang dari kompetisi Go Green in the City (GGITC) yang diadakan Schneider Electric. Pengumuman pemenang dilakukan pada Kamis (13/3/2014) di Jakarta.

Kompetisi itu digelar untuk menjaring ide tentang cara yang lebih cerdas dan efisien dalam mengonsumsi energi.

Brian dan Chintya mengalahkan lima finalis lainnya, yang ide-idenya tak kalah bagus. Total, ada 93 proposal yang masuk dalam kompetisi ini.

Dengan keberhasilan di tingkat nasional, Brian dan Chintya akan melombakan karyanya di tingkat Asia Timur di Ho Chi Minh City, Vietnam, pada 4 April 2014.

Brian dan Chintya akan berlomba bersama tim Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Laos, Myanmar, Thailand, dan Taiwan.

Bila menang, karya Brian dan Chintya akan dilombakan di Paris.

Kompetisi GGITC diadakan sejak tahun 2009. Riyanto Mashan, Country President Scneider Electric Indonesia, mengatakan, jumlah proposal meningkat pada tahun ini. Jumlah tahun lalu adalah 60 proposal.

Friday, 11 April 2014

Seorang penjual di Es Puter Briska

22:34
Bapak sedang bekerja di dapur warung Es Puter Briska
Salah satu tokoh inspiratif saya sendiri adalah Bapak saya sendiri, beliau merupakan orang yang sangat-sangat berpengaruh dalam hidup saya, selama kehidupan saya yang penuh dengan kegalauan. Bapak selalu bangun jam 4 pagi untuk pergi ke pasar, saat anak-anaknya yang "kurang ajar" seperti saya masih tidur molor enak-enak hehehe. Pagi-pagi setelah ke pasar membeli bahan-bahan untuk dijual, biasanya Bapak langsung masak di dapur, dan bersih-bersih, kadang sambil istirahat Bapak sambil minum teh ataupun kopi. Waktu saya masih kecil, Bapak yang dulunya seorang guru yang mengajar di SMK, beralih menjadi wiraswasta yang berjualan bubur ayam, nasi uduk dan es puter, dan sekarang berjualan di BRISKA yang merupakan hasil selama ini, waktu susah, kadang ngak ada yang beli, Bapak biasa saja, ngak pernah menunjukan kesedihan dagangannya belum laku, dan waktu-waktu seperti itu ketika anak-anaknya (Saya, Yiska dan Rio) saatnya makan walaupun lauknya terbatas, pasti Bapak memberikan lauknya untuk anaknya, kadang Bapak cuma makan nasi + sambel pecel saja, lauknya diberikan anak-anaknya. Hal ini menunjukan betapa besar kasih seorang Bapak kepada anak-anaknya. Ketika saya besar nanti, hal tersebut akan saya lakukan demi anak-anak saya. Semua tercermin dari pemikiran Bapak yang mementingkan pendidikan bagi anak-anaknya, walaupun saya sendiri pernah menolak untuk kuliah alias DO pada semester 2 karena "galau" tidak diterima di ITB dan justru malah di UKSW, Bapak selalu "keras kepala" agar anaknya menjadi seorang sarjana.

Waktu menjelang SMA, saya "merengek" untuk dibelikan sebuah komputer PC, saya meminta hal tersebut, kepada Bapak .Bapak waktu itu bilang "Bapak, ngak punya uang buat beli komputer", tapi 3 bulan kemudian Bapak mengusahakan komputer buat saya, sungguh luar biasa Bapak saya :), disaat Bapak tidak punya apa-apa, demi anaknya T___T dia berusaha membelikan komputer yang pada awalnya saya gunakan untuk ngegame T__T, betapa parahnya saya . Komputer PC pertama yang  saya gunakan untuk ngetik, belajar komputer :D, dan mulai saat itu saya tertarik dengan komputer, dan asik sekali, tanpa komputer yang dibelikan Bapak, mungkin saya tidak berada di "jalur" saat ini. Sejak saat itu, gadget beli dari uang hasil lomba, ngak pernah minta sama Bapak, dan Bapak mengajarkan arti kesederhanaan, serta arti sebuah keluarga untuk berbagi :).


Hanya seorang sosok "penjual Es Puter" yang hebat bisa mengantarkan saya saat ini :) terimakasih Bapak Robiyanto :) .

Go Green in The City, Schneider Electric 2014 in Vietnam

dan pesan saya untuk teman-teman :)
"Siapapun Bapak Anda, mereka adalah orang yang membesarkan Anda tanpa Anda sadari, Tuhan telah menciptakan mereka untuk menjadi panutan yang hebat di masa depan"

Last but not least