Sharing, maybe this blog can help and inspire you #7billionDollar

Tuesday, 21 July 2015

Hidup itu bahagia ketika harapan tak tercapai

23:44
Mengharapkan sesuatu sejak lama dan tidak terjadi seperti apa yang diharapkan pasti pernah terjadi pada setiap kehidupan manusia. Hal ini saya rasakan, rasanya sangat kecewa, tetapi justru itu membuat bahagia untuk semakin terus melejit !. Biarkan harapan-harapan itu menjadi sebuah dendam yang tidak tercapai. Dendam  yang membuat terus berkgerak menjadi pribadi yang lebih baik, bergerak menjadi pribadi yan mumpuni, menjadi pribadi yang pantas. 

Hidup adil atau tidak adil tergantung persepsi, Brian pernah menyebutkan bahwa hidup itu adil dan kadang tidak adil. Adil ketika semua apa yag diharapkan sesuai, tidak adil ketika semua  yang diharapkan tidak sesuai seperti apa yang diharapkan. Yang saya pikirkan, ketika hidup terasa adil tidka ada langkah untuk maju lebih baik, karena sesungguhnya ketidak adilan membuat orang melangkah maju, atau mumbur, tergantung pribadi dari orang tersebut ingin maju atau tetap berdiam diri atau ingin maju dan melesat bagaikan sebuah roket yang terbang bebas menuju surga impian.

 Hidup itu tidak "ADIL".

Monday, 20 July 2015

Apakah benar Microsoft Edge lebih cepat dari Chrome ?

11:28



Menarik sekali untuk membahas perkembangan teknologi, tetapi tentunya banyak review yang mengutarakan bahwa Chrome lebih lambat dari Microsoft Edge , tetapi setelah melihat dan membaca-baca beberapa review bahwa ternyata Chrome Lebih cepat dari Microsoft Edge. 

Peacekeeper (nilai lebih besar lebih baik)
-Edge: 453
+Chrome: 847


Browsermark (nilai lebih besar lebih baik):

-Edge: 936
+Chrome: 1557


Yup, hidup ini bebas, mau pake browser apa aja boleh, disini hanya ber opini :). Asal ada internet connection aja deh, hahaha.

Source gambar :wpdang

Saturday, 4 July 2015

Impian adalah

23:11
Manusia sebenarnya tidak menginginkan impian. Yang mereka inginkan adalah merasakan atau mengalami emosi tertentu saat mencapai impiannya. Kunci di balik setiap impian adalah emosi. Semakin intens emosinya, baik positif maupun negatif maka semakin kuat impian itu.
Demikian pula dengan apapun hal lain dalam hidup. Ada orang yang sering berganti gawai. Yang ia inginkan sebenarnya bukan berbagai fitur yang ada pada gawai terbaru namun lebih pada perasaan atau emosi tertentu setelah miliki gawai ini.
Banyak orang ingin menjadi kaya dan sukses namun setelah berhasil mencapai kekayaan dan sukses mereka tidak merasa bahagia. Mengapa? Karena mereka tidak jelas alasan mereka ingin kaya dan sukses. Ketidakjelasan ini yang akhirnya membuat seseorang berkata, “Saya telah bersusah payah mendaki tangga sukses. Ternyata setelah saya mencapai puncak tangga saya baru sadar tangga saya bersandar pada tembok yang salah.”
Ada kawan saya yang sangat berhasil. Ia menjadi pengusaha sukses. Namun hidupnya kering dan hambar. Saya bingung melihat kawan saya ini. Setelah saya tanyai secara mendalam akhirnya saya tahu bahwa ia menjadi kaya adalah karena ingin menunjukkan kepada familinya bahwa ia juga bisa kaya. Ternyata dulunya, sewaktu ia masih kecil, familinya sering menghina kedua orangtuanya yang miskin. Berbekal perasaan sakit hati inilah kawan saya bertekad dan bekerja sangat keras dan akhirnya menjadi orang kaya lahir tapi miskin batin. Dengan kata lain sebenarnya emosi di balik target yang ingin ia capai adalah emosi negatif: kemarahan, kekecewaan, perasaan terluka, sakit hati, dan dendam.
Seorang klien mengeluh bahwa setelah sekian lama bekerja keras mengembangkan usaha garmen yang menjadi “passion”nya ia tetap tidak bisa sukses dan merasa bahagia. Mengapa?
Saya bertanya kepada klien ini, “Apa pentingnya bagi Ibu untuk bisa sukses di usaha yang Ibu lakukan?”
“Ya, karena saya ingin bisa menjadi orang kaya”, jawabnya cepat dan mantap.
“Apa pentingnya Ibu menjadi orang kaya?” kejar saya.
“Ya, biar bisa punya banyak uang,” jawab klien saya.
“Apa pentingnya Ibu punya banyak uang?” tanya saya lagi.
“Supaya orang bisa menghargai saya,” jawabnya agak sedikit emosi.
Oh… akhirnya saya tahu emosi di balik impian klien ini. Ternyata, ia merasa bahwa dengan mengerjakan “passion”nya ia bisa jadi orang kaya. Kalau kaya, ia bisa punya banyak uang. Kalau punya banyak uang maka orang akan menghargai dirinya. Jadi, sebenarnya yang ia cari adalah penghargaan. Bukan yang lain.
Dari sini terjawab juga mengapa Ibu ini tidak semangat membangun bisnis garmennya. Bisnis ini bukan passion-nya. Buktinya? Kalau bisnis yang dikerjakan didasari oleh passion maka semakin berkembang bisnis itu, semakin tinggi load kerja, maka ia akan semakin senang dan bahagia. Namun yang terjadi pada klien saya ini semakin banyak kerjaan atau garapan maka ia semakin stres dan pusing. Ditambah lagi ia sakit migraine dan maag.
Saya lalu membantu klien saya untuk memahami emosi di balik impiannya. Kalau untuk bisa dihargai maka tidak perlu harus menjadi orang kaya. Tidak perlu harus buka usaha garmen. Tidak perlu harus punya uang banyak. Yang penting adalah ia bisa menerima dirinya sendiri dan menghargai dirinya. Ia perlu tumbuhkan perasaan diri berharga. Jika ini bisa dilakukan maka ia tidak butuh penghargaan dari orang lain.
Banyak orang yang karena tidak mengerti mengenai emosi di balik impian akhirnya salah fokus. Ada yang ingin jadi orang kaya namun fokus mereka justru pada ketakutan menjadi orang miskin. Banyak orang yang ingin hidup bahagia namun mereka fokus untuk menghindari ketidakbahagiaan. Ada ibu yang ingin keluarganya bahagia, suaminya setia, namun ia fokus agar suaminya tidak selingkuh. Ini jelas-jelas fokus yang salah. Dan akhirnya memang suaminya selingkuh.
Sesuai dengan hukum pikiran, fokus mengarahkan energi psikis kita. Semakin kita fokus maka semakin kuat program pikiran bekerja. Satu hal yang jarang orang ketahui yaitu kita tidak akan pernah mendapatkan apa yang kita inginkan. Yang kita dapatkan adalah selalu sejalan dengan niat kita yang sesungguhnya. Mengapa niat? Karena niat yang sesungguhnya terletak di pikiran bawah sadar dan didasari oleh suatu emosi yang kuat akan secara otomatis mengarahkan fokus kita.
Ingin kaya tapi niatnya tidak mau miskin maka kita akan terus fokus pada kemiskinan. Sesuai dengan hukum pikiran maka apapun yang kita fokus pasti akan menjadi semakin kuat dan semakin kuat. Dan akhirnya akan menjadi realita hidup kita.
Jadi sangat penting untuk jujur pada diri sendiri. Saat menginginkan sesuatu pastikan Anda tahu dan mengerti emosi yang berada di balik setiap keinginan Anda.
Bagaimana menurut Anda?

source penulis: Pak Adi W Gunawan
Terimakasih Pak Adi W Gunawan atas infonya :D, saya ijin share di Blog saya karena bagus sekali untuk memberikan persepsi