Sharing, maybe this blog can help and inspire you #7billionDollar

Friday, 30 October 2015

Pagi hari

07:08
Debu Cahaya,
Kebebasan itu mahal, setiap orang memposisikan dirinya untuk menghindari kebebasan.
Menuliskan kembali apa yang dirasakan pagi hari, merasakan sejuknya pagi hari, memberikan arti tersendiri bagi hidup ini. Melihat keluar bahwa hidup baru, seperti sebuah tanaman yang baru meninggikan badannya menjulang mencari sebuah sumber cahaya berputar melewati waktu, dan menyegarkan kehidupan disekitar.

Matahari disebebelah sana, sinar yang masih redup itupun akan segera terbit, menghiasi kehidupan setiap manusia dibawahnya, menjadikan semuanya kembali seperti apa yang manusia inginkan, apa yang manusia mau, apa yang manusia angan-angankan, semua tak terlepas dari kehidupan, manusia.

Bayangan sinar matahari, menutupi semua kekecewaan, membuat hidup ini terasa begitu indah, segala yang dipikirkan menandakan bahwa hidup akan menjadi lebih baik, tergantung dari persepsi para pemilik otaknya.
Tak gampang, untuk mencapai kesitu, dibutuhkan hal-hal positif yang bisa membuat hidup ini menjadi surga dunia, membuat hidup ini menjadi lebih gampang, membuat hidup ini menjadi hidup yang bebas. 

Selama matahari berada di atas langit, manusia bisa bebas, memberikan apa yang dia angankan pada bumi, memberikan hal tersendiri untuk mencapai tujuan.

Kebebasan seperti sebuah debu cahaya, tidak tau kapan debu itu akan terus menyebar. tidak tau kapan debu itu terus mencari, tak tau kapan debu itu terus meninggikan diri.


Wednesday, 28 October 2015

Hidup

22:25
Debu ombak,
Apa yang dicari selama ini, bukanlah hal yang tidak mungkin untuk dijawab. Apa yang Tuhan inginkan kepada manusia ketika dia bertanya apa tujuan dari hidup ini. Mencari, mendengar, merasakan, melihat, apa sebenarnya dari tujuan hidup ini. Hidup kita merupakan hal yang paling sempurna diantara ciptaan Tuhan lainnya, hanya saja, selalu bingung untuk menjadi apa yang kita inginkan.

Hidup tidaklah mudah, semua sebenarnya tergantung pada diri sendiri, melihat peluang disekitar, merasakan setiap detik apa yang dirasakan, sebagai seorang manusia yang tak lepas dari dosa ini. Dosa yang membawa manusia kepada sang malaikat hitam, menyinarkan kekelaman didalam ketakutan.

Manusia hidup memiliki tujuannya, sembari menunggu sebuah sinar yang terang menyoroti mata dengan hembusan serotonin yang membuat menjadi lebih bahagia, manusia selalu sadar betapa hal ini menjadi hal-hal yang sangat menggembirakan bagi kehidupan mereka, terlepas dari kehidupan kapitalis yang lambat laun membuat hidup ini tidak berati mengejar harta, kekuasaan, sebetulnya semua dimulai dari diri sendiri, membawa suatu perubahan akan hidup yang lebih bersinar.

Kita sebagai manusia seharusnya sadar, kekuatan terbesar pada diri kita sendiri adalah otak kita dalam berfikir kemana akan melangkah, tujuan hidup tidak usah dicari karena pilihan hidup detik tiap detik yang akan mengantarkan kita menuju tujuan hidup yang kita tidak tau, seberapa jauh akan kita capai, melewati sebuah hembusan angin, ombak, dan gemuruh halilintar yang akan menerpa kita ketika kita mencari hidup itu sebenarnya.

Air akan terus berjalan, seiring dengan waktu tanpa didasari sebuah hambatan dalam jalan air yang terus menerus  berjalan dalam sungai, langit akan terus diangkasa memancarkan hembusan sinar matahari yang menyorotinya, membuat menjadi lebih hidup ketika terkena sinar, dan tanah akan terus menjadi pijakan manusia selama mausia itu mencari tujuan hidup, menghepaskan pijakan pada bumi yang terus mengetarkan jiwa dan raga.

Hidup bukanlah soal mencari tujuan, tetapi bagaiman berbagi dengan sesama dan apa yang dirasakan dalam hidup ini saling berbagi akan menjadi lebih baik dan memiliki hal yang positif.

Hidup pada pikiran dan kendali kita, ketika merasa bahagia dengan hidup ini akan memberikan energi yang besar untuk terus bergerak melangkah menjadi pribadi yang lebih baik, melihat segala sesuatu dari segi positif dan hidup tidak hanya menjadikan sebuah tempat pijakan manusia menuju jalan ke surga tapi masih ada yang harus ditinggalkan dalam hidup ini, untuk generasi yang akan datang.

Manusia selalu saja seperti sebuah debu ombak, yang akan terurai menjadi sebuah partikel-partikel bergerak menuju ke tempat yang dia suka, menjadikan hidupnya lebih bersemangat. Senyum, memberikan hal-hal yang tak diduga bagi setiap insan didunia ini, menjadikan mereka benar-benar mengerti apa hidup ini yang sebenearnya hidup ini bagaikan sebuah naluri dan insting dalam menjalani.

Tak ada tempat berteduh dan berlindung mencari sebuah tujuan hidup, kecuali Tuhan, ketika kita meminta segala sesuatu dan merencanakan segala sesuatu pasti Tuhan yang akan membantu semua itu untuk memiliki tempat yang baik dikemudian hari.

Semua bagaikan sebuah mawar yang kian hari tetap berisikan sepucuk harum, menuliskan sebuah warna dalam kekuatannya memancarkan harum. Semua yang ditulis berdasarkan apa yang dirasakan, semua yang terbaca merupakan hal yang ingin disampaikan.

Hidup ini positif sekali, melihat aurora bintang yang bertebaran kesulurh dunia melihatkan spektrum warna yang memancarkan kebahagiaan, semua yang tertulis disini merupakan apa yang sebenarnya hidup ini inginkan, kita tidak bisa menentukan hidup, hanya Tuhan yang menentukan, kita tidak bisa menentukan, tapi kita bisa memilih pilihan yang ditentukan Tuhan, karena apa yang Tuhan tentukan itu banyak sekali, dan setiap jalan yang dilalui pasti memiliki hal-hal positif.

Semua manusia yang merasakan, semua yang otak pikirkan, membuat hidup ini lebih positif setiap hari membuat segala sesuatu menjadi lebih indah dan lega, memiliki banyak teman, memiliki banyak persahabatan memiliki banyak koneksi, menajdikan kita benar-benar manusia yang benar-benar dimanusiakan.

Segala sesuatu yang tercipta di bumi tidak akan pasti seperti yang langit inginkan, tetap berusaha untuk berpikir positif setiap hari merupakan jalan dan satu -satunya cara dalam menghadapi hidup ini yang lika-liku setiap hari sudah ada jalannya, yap sebagai seorang manusia yang serba lemah, kita tidak bisa mengandalkan diri kita sendiri, menjadi jiwa yang kuat membutuhkan orang lain, menjadi seseorang yang unggul membutuhkan orang lain, pada dasarnya kita diciptakan dibawah bumi, dan bukan diatas langit.

Debu Ombak, terus melewati waktu.

Friday, 16 October 2015

Bukan nilai kuliah

00:43
hellow Fellow :D, ketemu lagi  nih. Minggu-miggu ini merupakan minggu "pertempuran" alias Tes Tengah Semester.  Tes semester yang bobotnya kurang lebih 30% . Pagi-pagi hari telat bangun, aku kira ngak ada kuliah fisika, karena kurang memperhatikan eh ternyata ada berati uang sebesar 150 ribu per sks dikalikan 4 dibagi dengan jumlah pertemuan, dan rugi banget dengan 1 kali pertemuan hehehae. Akhirnya diputuskan untuk tetap molor, dan tanpa disadari lagi ngupil, ternyata udah jam 11 pagi !.

Cepet-cepet deh tes dasprog. Sesampainya di ruang C107 (The Legend's Room of FTJE), saya duduk paling depan, dosennya telat dateng. tes dimulai pukul 11.30. Pada saat mengerjakan tes tersebut, saya yakin saya bisa :D, ternyata  jika ada salah berarti minus 1 dan jika tidak diisi dapet 0 point. Saya tidak mengubris hal tersebut, karena sejujurnya seperti itu hanya untung-untungan dan ngak mau ngambil resiko.

Ternyata dengan PDnya saya mengerjakan tes tersebut, awal mulanya saya ingin keluar cepat-cepat. Karena teringat "Harus memberikan yang terbaik" akhirnya saya teliti hingga akhir hayat tes tengah semester sekitar jam 1 siang. Lembaran tes yang dua soal aku bolak-balik dan saat meneliti 1 lembar dengan soal-soalnya, saya cek lagi. Sempet juga muncul keraguan "wah kalau salah, berarti -1 pointnya". Kemudian,  entah mengapa, hati lain berbicara "Kamu harus mengambil resiko !".  Dengan segala perhitungan saya memutuskan untuk mengerjakan semuanya !.

Saya udah yakin bisa mengerjakan dengan banyak sekali pemikirian di dapur pacu otak saat mengerjakan, Eh nasib berkata lain :D hehehe setelah dicek kembali dengan referensi buku dan ternyata ada yang salah. Misalnya ada 3 soal yang bener 1 dan yang 2 salah otomatis pointya 0. Kalau Misalnya 1 soal saya kerjakan dan 2 tidak saya kerjakan berarti pointnya 1. Tentunya, yang pointnya 1 lebih menguntungkan dibandingkan dengan 0 dari segi nilai. Tetapi,  bukanlah nilai tersebut, sesuatu yang saya bisa pelajari, tetapi saya bisa belajar sesuatu, yaitu take a risk .

Akhirnya saya mendapatkan resikonya jika saya gagal menjawab, mendapatkan nilai minus. Saya mencoba berfikir positif, dan harus lebih memberikan yang terbaik dengan mempelajari hal tersebut :), supaya tidak jatuh ke "lubang" yang sama. Tentunya, mengerjakan tes hingga detik-detik terakhir itu sangat positif think jugag.  Bersyukur atas hari ini :) dapet pelajaran baru :D TAKE A RISK ! dan cari sisi positifnya :), semoga hal ini bisa membuat mental menjadi dewasa ketika menhadapi masalah-masalah sosial ataupun masalah akademik dan yang berhubungan dengan Urip .

Sunday, 11 October 2015

Kenapa tidak membuat RUU pembubaran D PR ?

19:57

Menelitik hiruk pikuk poli-tik di Indonesia membuat heran, kenapa lembaga negara sekaliber KPK kok ya dibubarkan ? Mari memandang dari dua sisi :

Dari sisi D PR
Asumsi saja, segala sesuatu didunia ini ketika ada revisi demi memperbaiki jika ada yang salah, menurut para anggota D PR bahwa ternyata KPK itu salah, menyebabkan mereka tidak bisa mengoper estafet kerajaan dari turun temurun. Biasanya kalau orang terusik itu pasti ngak ngerasa adem ayem, ngerasa dikekang dan segala sesuatu harus sesuai dengan aturannya. D PR itu pasti benar, dan Anda ngak akan bisa tau ketika mereka berbicara itu benar atau tidak. Pernah saya ketika itu menemui anggota D PRd, rata-rata orangnya pintar berbicara, dan ketika ditanya mengenai suatu masalah yang mengusiknya, dia akan terlihat tenang, bersemangat, dengan wajah mimik dan topeng-topeng mereka akan muncul, seolah mereka tidak melakukan dan menganggap itu benar. Kalau tidak teliti ketika bertemu pasti susah untuk membedakan mana yang fakta mana yang opini. Oleh sebab itu, karena mereka "selalu benar" dan dengan mengatasnakan rakyat hal ini  justru harus dilakukan revisi.

Dari sisi KPK
Asumsi saja, orang baik ketika orang baik yang lain mendiamkannya pasti akan kalah. Tidak ada back up yang mendukung KPK untuk memberantas korupsi, buktinya saja, tidak ada pasal-pasal yang membuat efek koruptor jera, tidak ada hal-hal yang ampuh, yang bisa membuat KPK kuat dimata D PR, seakan KPK dan D PR bagaikan kura-kura yang bertempur dengan Serigala, hanya bisa berdiam didalam tempurung rakyat yang baik, tanpa bisa menerkam serigala. Ketika kura-kura itu berubah menjadi Macan, dengan kekuatan yang penuh, dia akan bisa menerkam serigala-serigala yang keluar dari arahan Sang Elang yang mengawasi dari ketinggian awan melihat yang terjadi di bawah.

Begitulah manusia, manusia selalu bernafsu untuk mengejar harta dan kekuasan, sebuah ekosistem yang dibuat oleh manusia itu sendiri, benar dan salah hanya Tuhan yang tau mana yang terbaik. Lantas sebagai seorang mahasiswa yang masih lugu ini, hanya bertanya...

Kenapa tidak membuat RUU pembubaran D PR ? KPK aja "bisa" dibubarkan.

kan D PR adalah "wakil" rakyat yang harus mendengar aspirasi rakyat :)

---------------------------------For Your Information----------------------------------------------------------

Usulan Revisi : 

1. Pembubaran KPK, 12 tahun setelah draf RUU resmi diundangkan


Pasal 5

Komisi Pemberantasan Korupsi dibentuk untuk masa waktu 12 tahun sejak undang-undang ini diundangkan.

2. KPK tak berwenang melakukan penuntutan
Pasal 7 huruf d
"Melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus tindak pidana korupsi yang diatur di dalam Undang-undang ini dan/atau penanganannya di kepolisian dan/atau kejaksaan mengalami hambatan karena campur tangan dari pemegang kekuasaan, baik eksekutif, yudikatif, atau legislatif.”

(Padahal, dalam Pasal 6 huruf c UU No. 30 tahun 2002, ”KPK mempunyai tugas melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi.”)

3. Kasus diberikan kepada  Kejaksaan dan Kepolisian ( kasus yang ditangani harus 50 milyar)
Pasal 13
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf d, Komisi Pemberantasan Korupsi berwenang melakukan penyelidikan, penyidikan tindak pidana korupsi yang:

a. melibatkan penyelenggara negara dan orang lain yang ada kaitannya dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum atau penyelenggara negara;

b. menyangkut kerugian negara paling sedikit Rp 50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah)

c. Dalam hal Komisi Pemberantasan Korupsi telah melakukan penyidikan dimana ditemukan kerugian negara dengan nilai dibawah 50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah), maka wajib menyerahkan tersangka dan seluruh berkas perkara beserta alat bukti dan dokumen lain yang diperlukan kepada kepolisian dan kejaksaan dalam waktu paling lama 14 (empat belas) hari kerja, terhitung sejak tanggal diterimanya permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi

(Pada UU No.30 Tahun 2002 tentang KPK, jumlah nominal kerugian sebagai kriteria untuk melimpahkan kasus ke Kejaksaan dan Kepolisian tidak disebut. Bahkan, Pasal 8 (2) menyebut "Komisi Pemberantasan Korupsi berwenang juga mengambil alih penyidikan atau penuntutan terhadap pelaku tindak pidana korupsi yang sedang dilakukan oleh kepolisian atau kejaksaan.”)

4.  Izin sebelum  menyadap

Pasal 14 Ayat (1) huruf a
KPK berwenang melakukan penyadapan dan merekam pembicaraan setelah ditemukan bukti permulaan yang cukup denga izin dari ketua pengadilan negeri.

(Dalam Pasal 12 (1) huruf a UU No.30 Tahun 2002 disebutkan, “Komisi Pemberantasan Korupsi berwenang melakukan penyadapan dan merekam pembicaraan.”)

5. KPK ngak punya penuntut
Pasal 53 (1)
Penuntut adalah jaksa yang berada di bawah lembaga Kejaksaan Agung Republik Indonesia yang diberi wewenang oleh KUHAP untuk melakukan penuntutan melaksanakan penetapan hakim
(Dalam pasal 51 (1) UU No.30 Tahun 2002 disebutkan, “Penuntut adalah Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi yang diangkat dan diberhentikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.”)

Saturday, 10 October 2015

Begitulah manusia

14:21
Siang hari, pukul 11. Laptop yang hangat berada pada tumpuan kedua paha, disamping jendela terbuka, melihatnya panas siang ini, angin sepoi-sepoi menutupi kehangatan ini. Kali ini, Brian sedang duduk di atas tempat tidur, menuliskan pemikirannya tentang manusia. Apa sebenarnya manusia itu.

Segala sesuatu yang terjadi pasti akibat dari masa lalu, hari demi hari terus berlalu dan selalu saja awan selalu diatas kita. Melihat semuanya menjadi lebih luas, ketika kita berada diatas awan. Hanya saja, dibutuhkan sebuah usaha untuk membuat kita bisa melihat dunia ini. Dunia yang "diciptakan" oleh manusia itu sendiri, manusia yan selalui haus dan dahaga akan kebutuhan mereka, kebutuhan duniawi, jasmani, dan rohani. Entah mengapa dunia ini menjadikan uang menjadi suatu tujuan agar lebih "bahagia". Orang selalu saja  tidak mengerti apa yang dia mengerti.

Apa arti hidup ini bagi manusia, manusia selalu menciptakan manusia tanpa pernah diberi tahu tujuan sebenarnya dari manusia tersebut. Memang, hidup ini penuh misteri, misteri yang dibuat oleh manusia itu sendiri, setiap hari manusia bekerja untuk menghidupi kebutuhannya, mencari sebuah uang, mencari sebuah kekuasaan, mencari sebuah penghormatan, membiarkan orang lain tidak mengerti apa yang ingin dicapai. "Hidup" ini diciptakan oleh manusia.

Berlomba-lomba untuk mencari uang,
Berlomba-lomba untuk mencari kekuasaan,
Berlomba-lomba untuk mencari penghormatan.

Itulah manusia, yang terbesit ketika semua itu sudah dicapai adalah kata sukses. Apa yang kita lakukan pasti belum tentu dengan apa yang kita mau, jadi langkah yang bisa kita lakukan hanyalah menerimanya. Itulah langkah yang HANYA bisa dilakukan, jika berani keluarlah dari rutinitas, buatlah kehidupan yang baru, memulai segala sesuatu dengan indah dan senyum, mencari arti hidup ini apa.  HANYA, tak semudah apa yang dipikirkan, ketika berada dalam lingkungan yang berbeda kadang