Sharing, maybe this blog can help and inspire you #7billionDollar

Monday, 16 November 2015

Tutorial "membenci" kuliah

23:23




Hal ini ditulis karena kita hidup pada zona kapitalis dimana sistem pendidikan mencetak sarjana yang siap bekerja yang dibekali ilmu "masa Lalu" dengan cara menghafal, dan mengingat, kemudian akan di teskan dan viola, beberapa bulan setelah tes akan lupa, kemudian apa yang di ingat dan dihafalkan di convert  menjadi sebuah nilai. Kepintaran dalam sistem ini jelas, orang-orang dengan kemampuan menghafal yang baik dan cepat. Lalu bagaimana dengan saya yang memiliki otak pas-pasan, susah mengingat, apakah sistem ini cocok ?Dengan ini saya menyatakan "membenci" kuliah. 

Bagaimana cara "membenci" kuliah ?

1. Duduk manis di ruang kelas !
    Dengan duduk manis diruang kelas, dengan pelajaran yang akan dilupakan pada semester depan hal ini bisa menambah kamu untuk "membenci" kuliah, tak hanya duduk saja, tetapi catat poin-poin inti, biasanya yang dibicarakan di kelas itu 20% isi 80% sisanya adalah basa basi, sesuai dengan hukum Pareto. Setelah mengetahui 20% nya, pasti akan "benci" untuk belajar !, karena terlalu singkat, dan praktis. 

2. Tidur di kelas !

    Tidak dipatok secara umum juga, kalo udah ngantuk kenapa juga harus dipaksain melek ?, hidup itu harus dinikmatin, jangan dipaksa. Setelah energi terisi, segera pinjem catetan teman, ambil intisari dan ulang kembali, gunakan prinsip pareto 20%, jangan lupa absen kelas bro.

3. Keluarkan seluruh kekuatan !
 Saking "bencinya" sama kuliah, kamu harus memaksimalkan seluruh kekuatan kamu untuk belajar
"pintar", yaitu dengan cara pinjem ulangan tahun lalu dari kakak kelas, biasanya kalau lagi beruntung soalnya sama cuma ganti angka.

Jadi apa kesimpulan yang Anda dapat ? dengan "membenci" kuliah kita sama saja mengejar nilai, tapi kita tidak sepenuhnya mengerti ilmu yang didapatkan  dan relevansi dengan ilmu yang kita pelajari, sukai, atau ingin kita terapkan, saya yakin seyakin-yakinnya beberapa semester kedepan pasti lupa .

Begitulah sistem kita, ketika kita dapet Ijazah :
Orang tua, pakde, mbah, bulik, om, tante, keponakan, mbah dari eyang pasti senang. Selanjutnya sebagai sarjana siap untuk bekerja, dengan mengkesampingkan  mengembangkan kemampuan, potensi serta passion kita sebenarnya.

Anyway, semua ngak dipatok secara umum :).

Last But not Least, nonton TED ini juga,