Always try to be the best version of yourself - Fa Brian Ganda Pratama

Saturday, 14 May 2016

Kertas Venus dan Mars

01:40
Membuka mata, 

Hari ini saya bisa bangun pagi sekitar jam +- 7, membuka pintu masa depan. Pagi-pagi ada yang bergetar !, yap pastilah handphone saya, notifikasi WhatsApp dari pasangan saya Brigita Ni Made Willi Septiarini, dianya lagi perjalan dari Bandung menuju Salatiga. Saya pun pagi-pagi merasa bahagia, karena kami bisa bertatap muka walaupun melalui videocall, ditengah waktu yang sangat tergesa-gesa ini. Saya menanyakan udah sampe mana, dah makan atau blum, atau mandi dah apa blum seputar pertanyaan klasik para cowo remaja "tanggung"/"tambun" ini.

Sedikit tentang dia, Dia adalah seorang cewek, adek kelas saya selama di SMAN 1 Salatiga, dan saya baru menyadarinya ketika saya lulusan. Pertama kali ketemu dia nanya-nanya mengenai olimpiade, dan ada hal-hal yang menurut saya selama ini, saya tidak menjadikan pacar , dulu-dulu. Dia adalah seseorang yg lolos untuk berkuliah di UGM tetapi karena kendala biaya UKT yang tinggi akhirnya orang tuanya memilihkan dia untuk kuliah di UKSW. Waktu itu pun saya memberikan saran kepadanya untuk kuliah di UGM daripada di UKSW :'), tetapi karena UGM ukt yang mahal dan tidak memberikan keringan. Sesosok remaja ini, selama beberapa bulan  kami berkenalan, setelah itu saya "kepincut dengan beberapa wanita lain selama beberapa tahun". dan akhirnya saya jarang sekali untuk kontak dia.


"Jodohpun, ngak kemana"
Adapun dia dalam masalah, kadang saya membantu memberikan solusi, tapi kadang saya tidak menanggapinya, waktu itu saya ada pacar dan banyak kesalahan yang saya telah perbuat terhadapnya. Sebetulnya dari karakterpun saya suka dia, tetapi karena saya orangnya yg terlalu banyak keinginan, waktu itu pacar harus dokter, katolik, dll, akhirnya saya tidak "melirik" dia. Tapi selama perjalan waktu, saya menyadari ternyata mencari pacar/ pasanagan bukan hanya sekedar status, agama dll, tetapi dari hati.Waktu kami bertemu dia masih "culun" tetapi sekarang cantiknya bukan main. Pantas saja banyak cowo yang juga mengejar-ngejar dia ketika dia sudah berubah menjadi pribadi yang lebih cantik, dan manis. Saya pun sempat menendaktinya lagi, dam kali ininpun ketika kami sama-sama sendang single karena setelah saya putus dengan mantan saya, dia juga putus dengan mantanya.

Akhirnya kami saling berkomunikasi, lama-lama saya menemukan bahwa memang dia memiliki beberapa kesamaan dengan pola pikir saya. Tapi sebenarnya kami berbeda
Dia: lebih suka ngomong, childish,
Saya: lebih suka diem, dewasa,
Dengan perbedaan kami
pun saling melengkapi.

Untuk hubungan dengan dia, saya berharap itu adalah hubungan kami yg akan berlangsung hingga kami menjemput Tuhan.

Hal-hal yang berbeda pun dalam hubungan ini dan hubungan sebelumnya sangat mencolok. Sekarang ini saya jarang keluar dengan cewek (kecuali Ibu dan adik saya perempuan), karena saya ingin menghargainya untuk menjaga perasaan. Kalaupun keluar pasti saya izin kepadanya, terlebih untuk urusan project, ataupun biznis. Tapi, hal yang menarik adalah saya juga sering cemburu karena dia juga banyak fansnya, dan sering keluar dengan cowo temannya.Disini saya mendapatkan pelajaran untuk saling percaya dan tidak cemburuan, dan kedewasaan saya diasah. Karena saya percaya dia, saya pun tidak ambil pusing, saya percaya dia bahwa dia memberikan kasih kepada saya. Pada hubungan sebelumnya dengan mantan, saya pun sangat berhati-hati dan terlalu over protect bisa dibilang lebih cemburu.

Dalam hubungan bersama dia, saya lebih dekat dengan Tuhan. Saya mendoakannya tiap hari, pada saat bangun pagi atau sebelum tidur. Sebenarnya karena doa itu, sayapun bisa melengkapinya, dan sebaliknya.

Saya bersyukur bisa bertemu dengan pasangan saya saat ini, karena dia baik terhadap saya maupun orang tua dan adik-adik saya.

Waktu menunjukan pukul +- 9 malam, sehabis pulang rapat dari pelayanan saya baru menetahui ada maicih, dan dodol dari Bandung. Disini saya merasa bersalah, karena saya janjian sekitar jam 3 tetapi karena saya memilih kesibukan saya. Seharusnya ketika janji, janji harus ditepati. Disini saya belajar,.... . Selama ini, selama hubungan kami berjalan saya banyak belajar dari dia untuk menjadi orang yg lebih dewasa iman, dan pribadi.
Terimakasih buat semuanya, semoga kami dapat berjuang bersama hingga akhir....
Brigita Ni Made Wili Septiarini.

Fa Brian Ganda Pratama dan Ni Made Wili Septiraini