Always try to be the best version of yourself - Fa Brian Ganda Pratama

Friday, 10 June 2016

"Ngak enaknya" puasanya orang Katolik

Pesanan tiga gelas kopi datang di meja kami, saat kopi dibagikan, ternyata saya lupa bahwa teman saya sedang berpuasa. Ketika saya menyadarinya,
 "eh bro maaf, aku lupa...",
 kemudian teman saya menjawab "Ngak opo-opo, santai wae". 

Biasanya ketika bulan-bulan puasa, saya menghormati teman-teman yang perpuasa dengan tidak menunjukan makan dan minum didepannya, semisal  kalau kepepet untuk minum, biasanya saya  bilang "eh sorry ya..."dan membalikan badan. 

Ada teman saya yang merasa biasa saja ketika saya tidak sengaja minum karena lupa kalau dia beragama itu (mungkin imannya bener2 kuat, salut sama orang-orang seperti ini) . Ada juga teman yang "menyuruh" untuk nanti saja, atau ada juga yang masang muka bete.    


Di agama tetangga, enak sekali sudah dijadwalkan, sedangkan di katolik  tidak ada aturan baku kapan jam "buka" puasa dan sahurnya, enaknya lagi di tetangga yang ikutan puasa banyak ada yang mengingatkan, tapi di katolik saja tidak terdeteksi kalau sedang puasa atau tidak.

"enaknya..............",

anyway saya juga ngefans dengan Dr.Zakir Naik, untuk memperdalam pandangan saya, walaupun saya katolik.

"ngak enaknya" puasa di katolik, apa-apa sendiri. Mau buka kapan,sahur kapan itu keputusan pribadi
"ngak enaknya" puasa di katolik, ngak ada itung-itungan berkat. 
"ngak enaknya" puasa di katolik, ngak "rame". 
"ngak enaknya" ketika puasa di katolik saat paskah", warung makan buka terus ngak ada yang merazia atau menutup, dan ngak ada himbauan warung makan untuk memasangan kain untuk menutup, sehingga kalau terbuka mungkin imanya mudah tergoda untuk jatuh dalam kedagingan (duniawi).


 "ngak enaknya" puasa di katolik, ngak ada yang mengingatkan. 
 "ngak enaknya" puasa di katolik, aturan puasanya "ngak jelas" kapan harus berbuka dan "sahur".

"ngak enaknya" jadi orang "katolik". Ngikut Gusti itu memang sulit yah :D hehehe, memikul salibnya juga sulit banget, dan terlalu bebas
dan kenapa Tuhan itu memberikan kebebasan ? karena Tuhan cinta sama umatnya, tidak ada aturan, 

Tuhan itu sang cinta. Esensi dari cinta adalah membebaskan orang yg dicintai. Manusia dihargai oleh Tuhan meskipun hanya ciptaannya. Itu istimewanya manusia sbg ciptaan. Allah mencintai manusia maka manusia diberi kehendak bebas. Kalo tdk bebas berarti itu bukan cinta. Kalo bukan cinta berarti Tuhan mendustai dirinya sendiri sbg sang cinta.

Puasa di katolik benar-benar pengendalian diri dan bukan penyiksaan diri sendiri, ketika bisa mengendalikan diri menahan hal-hal duniawi dan kedagingan (Matius 26:41), munculah roh kudus yang mendekatkan kita tentang arti bersyukur, biasanya ketika sudah melupakan kedagingan rasanya damai, dan ngak mikirin lapar atau haus, karena benar-benar penyerahan hidup seutuhnya sama Tuhan, itulah yang saya rasakan ketika saya berpuasa dalam katolik.  

Makna puasa dalam bahasa Arab adalah '' shaum '' dan'' '' Siyam . Kata " shaum " berarti " untuk menjauhkan diri dari sesuatu, menahan diri , untuk mencegah diri (dalam bahasa Arab). 

Tulisan ini untuk mengingatkan bahwa prinsip dasarnya sama dalam setiap agama tentang puasa adalah tentang pengendalian diri terhadap nafsu duniawi, dan mendekatkan diri kepada sang Pencipta. Selamat berpuasa :).

Referensi:
http://www.katolisitas.org/berpuasa-dan-berpantang-menurut-gereja-katolik/
http://www.hakikatislam.com/pertanyaan-jawaban/bermacam-macam/apa-arti-puasa---shaum

Mohon maaf bila ada salah ucap.
Tuhan memberkati.




 





No comments:

Post a Comment

ucapan terimkasih, sebesar-besarnya sudah meninggalkan komentar