Sharing, maybe this blog can help and inspire you #7billionDollar

Sunday, 2 July 2017

Hutan Beton

23:35


Jakarta, tempat hutan-hutan beton berada, kami sebagai "korban" kapitalisme kehidupan mencari makan. Tidak lain dan tidak kurang, kami berada pada level yang berbeda ketika berada di hutan beton. Ada yang memiliki modal yang tinggi untuk sampai kesini, modal pemikiran, modal uang, dan modal keberuntungan.

Setiap hari bekerja, untuk mendapatkan lembaran kertas bernama Rupiah, mencukupi kebutuhan diri sendiri dan keluarga. Kata orang "orang yang makin kaya akan semakin kaya" sedangkan yang tidak akan berada pada level itu, itulah sistem kapitalisme.

Setiap hari memiliki kesusahan tersendiri, kesusahan yang diciptakan dari diri sendiri maupun dari luar. Setiap individu memiliki ambisi dalam mengejar "tempat" paling tinggi di Hutan Beton, mereka yang memiliki modal yang tinggi tidak usah pikir pusing, sedangkan mereka yang memiliki modal rendah masih harus berusaha untuk melewati level yang mereka capai.

Hutan beton, tak lepas dari kapitalisme, Hutan yang selalu ramai dengan "semut" kemacetan.

Hal yang membuat hari ini ingin menulis adalah, suatu kotbah dari Romo di Gereja Theresia, Dia mengatakan bahwa :

"Tuhan tidak menjanjikan kita kenyamanan",

Kadang kita berdoa di Hutan beton ini untuk mendapatkan kenyamanan, namun hal itu bertolak belakang dengan perkataan Romo. Hal ini menyadarkan saya, bahwa nilai spiritual bukan untuk mendapatkan kenyamanan, melainkan menikmati hari demi hari .


Enjoy the life, enjoy the 'Show'

23:14


Seperti garam, apabila makanan kekurangan garam rasanya juga tak enak, apalagi kelebihan, sesungguhnya yang paling enak adalah takaran yang Pas.

Seperti sebuah sepatu, apabila sepatu tersebut terlalu besar, atau terlalu kecil membuat kaki tidak merasa nyaman. sesungguhnya yang paling enak adalah takaran yang Pas.

Hidup ini, manusia hidup dalam kapitalisme, hanya penguasa dan kolega-koleganya yang dapat menikmati dunia ini. Lantas bagi mereka yang bekerja untuk mereka, apa yang bisa kita lakukan?

hanya kata PAS..., hidup ini juga tidak akan terkejar, hidup dalam keinginan duniawi, apakah menjadi hidup yang bahagia? atau hidup dalam sesuatu yang Pas merupakan jalan hidup.