Sharing, maybe this blog can help and inspire you #7billionDollar

Showing posts with label Lomba. Show all posts
Showing posts with label Lomba. Show all posts

Saturday, 26 January 2013

Friday, 27 April 2012

JIKA SAYA C.E.O GRUP BAKRIE : "Brani di gaji 1 Dollar !".

18:59
"All Dreams can come true if have the courage to pursue them, keep moving forward, opening new door and doing new thing, because we're curios and curiosity keeps leading us down new path."

Opportunities in the weakness condition
Pagi yang cerah membuat saya semangat kerja!. Berjalan dari rumah hingga kantor pusat yang berjarak 1 km (biar sehat :D), tiba jam 7 pagi. Saya duduk di kursi CEO kantor pusat, kemudian membaca surat yang bertuliskan :



Rasanya panas disini, udara yang dihirup seperti neraka, yang kami lihat hanyalah gumpalan berwarna abu-abu, kami tidak bisa merasakan kebahagiaan, canda dan tawa bersama keluarga dan teman-teman......

Selama bertahun-tahun masalah ini menjadi masalah yang belum terpecahkan, dihari pertama kerja, saya berkomitmen "Tiap minggu saya akan memberikan waktu 96 jam untuk menyelesaikan lumpur ini, dan waktu berikutnya, saya akan bekerja keras untuk tetap menjaga perusahaan ini stabil, lebih-lebih bisa maju !". Membaca surat tadi, membuat saya berfikir "Apa yang harus saya lakukan !". Baru 1 hari menjadi C.E.O di grup Bakrie yang sudah berdiri selama 70 tahun, membuat saya harus berfikir keras untuk memajukan perusahaan ini serta meningkatkan kualitas kepada masyarakat.

Saya anggap hari ini adalah hari yang seru !, karena saya harus melakukan problem solving. Sebagai C.E.O masalah ini merupakan tanggung jawab saya, saya harus bisa menuntaskan masalah ini. Langkah pertama yang saya lakukan adalah "jangan terlihat pincang kepada orang lumpuh", saya tidak akan menyalahkan siapa-siapa  untuk masalah lumpur Lapindo, yang sudah terjadi ya sudah, saatnya untuk bangkit membenahi apa yang dapat saya dan Grup Bakrie lakukan.

Hari berikutnya akan ada jadwal untuk bertemu dengan Larry Page dan Sergey Brin di  Mountain View, California, Amerika Serikat untuk menandatangani kerja sama antara Google dan Bakrie Connectivity dalam meningkatkan kerjasama ICT di Indonesia. Akhirnya saya tidak jadi menuju Mountain View dan saya mengutus wakil saya untuk pergi ke sana, karena tanggung jawab saya terhadap masalah lapindo belum selesai pada hari pertama saya bekerja.


Setelah makan siang, saya menyebarkan undangan rapat khusus berjudul "Harus Bisa !" melalui E-mail, kepada seluruh GM Grup Bakrie untuk berkumpul di kantor pusat. Saya sebagai C.E.O juga mempunyai perasaan, merasakan para penderita, dan saya tidak mau lagi menjadi korban perasaan oleh korban lumpur. Setelah beberapa urusan di kantor selesai akhirnya pulang jam 23.30 jalan kaki menuju rumah .


Hari berikutnya datang, siang hari saya rapat dengan seluruh GM Grup Bakrie untuk mengatasi masalah "lumpur". Rapat di mulai seperti biasanya, saya mengutarakan "Bagaimana cara agar masyarakat korban lapindo dapat di atasi !". Ada yang menjawab "Berikan saja uang, dan ganti rugi!" ada yang menjawab "Takdir, biarkan waktu yang menjawab" dan masih banyak lagi yang mereka utarakan. Sebenarnya untuk memberikan ganti rugi, tidak akan menyelesaikan masalah mereka, yang terpenting adalah " Bagaimana mengobati luka hati mereka !". Kemudian ada GM dari  Jawa Timur memberikan masukan " Bagaimana, jika mereka yang produktif kita berikan kerja di Bakrie Sumatera"

Beberapa detik kemudian saya langsung menanggapi "Ide yang bagus, bagaimana jika kita menyediakan lahan buat mereka di Bakrie Sumatera, dan membangun rumah layak huni untuk mereka. Dengan lahan  yang kita sediakan, mereka bisa menanam dan Bakrie Sumatera akan mendapatkan keuntungan, dari mereka dan mereka juga sama-sama untung, tetapi dengan keuntungan yang Bakrie Sumatera dapatkan dari mereka, sebaiknya keuntungan itu juga untuk mereka para korban lumpur lapindo. Seperti kata    Bapak H. Achmad Bakrie semasa hidup pernah mengatakan bahwa : "Setiap Rupiah yang dihasilkan oleh Bakrie harus dapat bermanfaat bagi banyak orang". Kita hanya menyiapkan "ganti rugi" berupa lahan dan modal kerja ilmu pengetahuan bagi mereka. Hal ini lebih murah dibandingkan membayar ganti rugi kepada mereka dan hal ini juga bisa meningkatkan hidup mereka dalam jangka panjang." Kemudian saya membentuk Tim, untuk realisasi hal ini. Saya menunjuk GM di Sumatera dan GM Jawa Timur sebagai ketua realisasi "Harus Bisa !". Dalam rapat, saya membangun Tim Work antara GM dan C.E.O jangan sampai sebagai C.E.O suka menyuruh-nyuruh, tetapi kita membangun strategi sesama anggota Grup Bakrie!.



"Bagaimana mereka yang tidak produktif ? seperti anak-anak dan para orang tua lanjut usia" Tanya seorang GM . Jawab saya " Untuk anak-anak, kita akan mendirikan Bakrie School  dari SD sampai SMA. Jika masalah universitas, kita bisa siapkan mereka di Universitas Bakrie. Para Orang tua yang sudah lanjut usia, kita berikan tempat yang layak, seperti panti jompo agar mereka bisa berkumpul dan menikmati hari tua mereka bersama teman-temannya".


"Lalu, bagaimana dengan biaya semua itu? " tanya seorang GM dari Sumatera. "Kita masih mempunyai simpanan yang cukup dan jika kurang, saya cukup digaji 1 dollar !" yang tersirat dalam otak saya adalah "gila" dan mati-matian seperti Steve Job dan Mark Zuckeberg.

Setelah saya rapat, dengan beberapa GM ternyata kita bisa mendapatkan keuntungan dengan adanya menyelesaikan bencana ini, keuntungan secara perasaan, dan finansial. Bakrie Sumatera bertambah pesat dengan perluasan lahan di Sumatera dan pengembangan SDM dan para warga lumpur lapindo bisa hidup layak di Sumatera. Inilah namanya peluang di dalam kelemahan atau  Opportunities in the weakness condition !. Ini masalah yang sudah bertahun-tahun dan belum terselesaikan, dan harus diambil tanggung jawab, saya akan fokuskan masalah ini dalam 6 bulan kedepan saya tidak akan lari dan terlihat pincang dihadapan orang lumpuh !.

Threats change into Strengths

Saya sudah berkomitmen 
"Tiap minggu saya akan memberikan waktu 96 jam untuk menyelesaikan lumpur ini, dan waktu berikutnya, saya akan bekerja keras untuk tetap menjaga perusahaan ini stabil, lebih-lebih bisa maju !". Karena masalah Lapindo hambir selesai, akhirnya saya putuskan untuk fokus pada perusahaan lainnya.

Enam bulan saya jalan dari rumah ke kantor, dan 6 bulan akhirnya Grup Bakrie dapat mengatasi permasalahan korban lumpur Lapindo. Saya salut untuk GM di Sumatera dan Jawa Timur yang sudah berusaha dengan keras dan mati-matian menyelesaikan masalah ini. Saya saat ini fokus untuk memajukan Bakrie Telecom, Bakrie Connectivy, VivaNews, Bakrie Land, Bumiresources, dan Bakrie-brothers.

Multimedia, dan Informasi kian melekat dan "pemanis" hidup masyarakat. Bakrie Telecom dan Bakrie Connectivy memiliki ancaman akan persaingan Bisnis Operator Seluler dan Internet. Banyaknya harga murah yang ditawarkan produk lain, membuat persaingan bisnis dalam bidang ini sungguh ketat !. Apa yang akan saya lakukan ? yang saya lakukan adalah "Sing penting, cepet ben ora podho sepet". Nah, kalau kita memberikan layanan lebih cepat, dan berkualitas maka customer ataupun masyarakat akan senang, kita tidak menurunkan harga tetapi kita bermain kualitas dengan harga terjangkau oleh masyarakat. Meningkatkan kualitas seperti AT&T  suatu pencapaian yang luar biasa !. Saya suka dengan para customer yang cerewet, mereka memberikan masukan kepada Grup Bakrie, di lain sisi hal ini merupakan suatu ancaman karena dapat menurunkan citra Grup Bakrie, di lain sisi  hal ini merupakan suatu kunci menuju kemenangan dan membangun kekuatan agar tidak tergoyahkan oleh para pesaing di sektor bisnis yang sama.

Dulu sebenarnya AHA dan google sudah bekerjasama, yaitu dengan Google Chrome tapi dengan adanya Google telah membuka cabang di Indonesia, saya akan mencoba "mengkawinkan" Bakrie Connectivy dengan Google. Dengan adanya tim work antara google dan Bakrie connectivy lebih lanjut, biaya dapat ditekan dan pengeluaran untuk peningkatan kualitas semakin defisit. Memang tidak mudah untuk "mengkawinkan" dengan Raksasa Internet, terlebih harus menambah server dan tower di berbagai daerah lainnya di Indonesia, dan seperti kata saya "Harus Bisa !, jika kurang pendanaan gaji saya cukup 1 Dollar!". 

Google menciptakan kacamata Augmented Glass dan Bakrie Connectivy harus "mencaplok" terlebih dahulu, karena ini akan menjadi gadget yang akan berkembang di masa depan !. Untuk jangka panjang, hal ini adalah salah satu upaya  untuk meningkatkan kualitas dan akan "menanamkan" langsung media news  vivanews. Sebagai C.E.O Grup Bakrie, saya akan langsung bekerjasama dengan google tanpa embel-embel yang panjang!". Karena kita harus melangkah selangkah lebih maju dibandingkan perusahaan lain dan membuat ancaman untuk berfikir maju kedepan !. Dalam masalah multimedia TVone dan Antv saya akan membuat program berupa "Get the Scholarship" dan "Gini nih, cara membuatnya". Jika "Get the scholarship" berisikan beasiswa sehingga masyarakat yang tidak mempunyai internet, dapat mengetahui beasiswa luar dan dalam negeri melalui siaran TV. "Gini nih, cara membuatnya" berisikan cara-cara atau how to, membuat sesuatu yang berisikan dunia Geek ataupun seperti WeekendProject.

Tak hanya di sektor teknologi, C.E.O yang baru  akan bermain dalam bisnis property. Sepertinya sudah banyak sekali bisnis properti yang ada di indonesia, dan sangat terancam apabila kita bermain di tempat yang sama, lalu  saya berfikir bagaimana jika saya bermain properti di tempat lain !. Saya melihat potensi indonesia sangat banyak sekali, selain  di Jawa dan Bali, tetapi kita harus melihat sisi lain yang belum terjamah oleh manusia mengenai keindahan Negeri ini. Saya mempunyai tujuan untuk membangun suatu pulau  bersantai dan berekreasi dengan keluarga di Pulau Raja Ampat dan Pulau Derawan. Kita buat "Ancol"nya Bakrie grup disana.

Dalam sektor pertambangan bumiresources,  saya akan menambahkan memperluas area tambang tetapi dengan memperhatikan Social Acceptable, kita tidak semena-mena membuat tambang dengan tidak memperhatikan masyarakat di sekitar. Saya tidak mau menjadi korban perasaan, karena kami memperluas tambang kami dan mengambil hak warga. Seperti tertulis Upholding the Company’s three principle philosophies, BUMI has succeeded in achieving excellent performance despite the relatively challenging economic situation. IT Governance implementation has enhanced our actions in realizing future business goals. Coal market diversification is a part of our business expansion in addition to investment in non-coal mining, saya akan menjaga dan memperlebar eksistensi bumiresource.


Tak lupa dengan "Setiap Rupiah yang dihasilkan oleh Bakrie harus dapat bermanfaat bagi banyak orang". Maka sebagai C.E.O saya akan menambah stock beasiswa kepada pelajar yang kurang mampu dan berprestasi, serta membangun sarana dan prasarana publik seperti penyediaan air bersih untuk wilayah kumuh di Jakarta, dan tempat-tempat daerah yang membutuhkan air bersih. Saya memulainya dari sesuatu hal yang kecil, karena sumber kehidupan adalah air.

Selama ini saya sangat senang apabila ada warga maupun customer yang sangat cerewet, karena kita dapat mengetahui kelemahan kita dan kita bisa membangun kelemahan kita untuk memperkokoh dan memperkuat perusahaan ini, seperti batu bata yang dilempar oleh para customer, kita "tangkap" dan menjadikan fondasi yang kuat untuk memperkuat perusahaan ini. Tugas C.E.O tidaklah mudah, harus memiliki strategi dan kepemimpinan yang bisa membawa perusahaan untuk terus maju hanya dengan cara "Ngono yo ngono, ning ojo ngono!" serta tidak akan pernah puas karena visi dan misi kita membuat perusahaan ini sekelas dengan perusahaan Internasional !.
"Kring-kring, alarm bunyi, beberapa menit kemudian, saya bangun di tempat tidur saya, sambil ngolet bermimpi menjadi seorang C.E.O. Yang harus saya lakukan sekarang adalah tetap mencari ilmu dan belajar dari kehidupan untuk mengejar cita-cita saya menjadi seorang C.E.O tidak hanya dalam mimpi tetapi menjadi kenyataan dan inspirasi untuk menjadi C.E.O dari Kak AninBakrie.