FA Brian

Always try to be the best version of yourself - Fa Brian Ganda Pratama

Sunday, 10 February 2019

Jakarta

00:14
Jakarta adalah tempat yang baru saya singgahi 23 tahunan ini. semua yang saya lakukan selama ini, masih belum membuahkan hasil yang cukiup signifikan. Tak tahu lagi, harus kemana ?, waktu begitu realtif, di Jakarta, orang-orang yang dikendalikan oleh para kapitalis. namun bukankah kapitalis itu baik? yah, mereka kapitalis awalnya juga berusaha dibawah sistem pemerintahan saat itu, namun saat ini sudah sangat sekali muncul kapitalis kapitalis baru,

Dunia ini, memang begitu aneh, adakah hal yang bisa saya lakukan untuk  memberikan hasil yang signifikan, mencari jawaban, Tak bertemu dengan pertanyaan. Apa yang saya lakukan selama ini?, apakah saya hanya karyawan biasa. Hidup ini memang susah, memang juga gampang.

Hidup ini disyukuri, dan saya sangat senang bisa melihat dunia ini, hari demi hari dilalui, merasakan kebahagiaan. Kadang kita pasti merasa bingung, apakah benar jalan kita yang kita lalui saat ini, atau hanya kebetulan saja. Tak tahu, di Jakarta, apakah kita dikendalikan atau mengendalikan diri kita. Jakarta, kota yang begitu memiliki perputaraan uang begitu cepat. Namun sayang, tak banyak informasi yang bisa saya dapatkan bagaimana saya dapat menjadi pribadi yang berubah signifikan. Apakah semuanya butuh momentum? apakah momentum itu diciptakan, atau adakah hal yang mengatur tentang momentum ini ? setiap kali mencoba untuk menuliskan setiap kali mencoba untuk memahami, apa yang sebenarnya kita pikirkan dalam hidup ini?, ah Jakarta, tempat yang sehabis bekerja, begitu lelahnya, sampai lupa memikirkan, adakah hal lain yang bisa membuat hidup ini lebih berharga dan menyenangkan

Jakarta, tempat memutarkan roda=roda uang, hidup digerakan oleh uang, dan uang memihak bagi mereka unik, berarti yang harus kita lakukan adalah mencari keunikan tersebut, apa yang kita lakukan ini, sebenarnya hanya metafora, untuk mengikuti laur dari orang lain. Jakarta, tempat yang begitu menarik. Jakarta  oh jakarta.

Apa yang saya cari di Jakarta ? bekerja, bekerja sesuai dengan yang diharuskan, bekerja, mengikuti arahan, bekerja tanpa kebebasan, hidup ini diatur , lantas siapa yang mengatur kehidupan ini. Semua yang mengatur adalah pilihan kita, dalam menentukan pilihan hidup ini, yang akan menjadi pengatur .

Aturan, hidup ini apakah benar-benar diatur? atau lantas, sebenarnya tidak di atur? tak tahu jawabnnya, kadang kita memikirkan, apa yang seharunsya tidak kita pikirkan, namun sangat menarik sekali apabila kita menemukan jawabnnya, s. Dan ternyat sangat menyenakngkan sekali apabila kita melakukan segala sesuatu dengan hal yang kita tidak kita sadari, dan ternyata sangat benar sekali, semua yang saya lakuakn sangat mudah sekali mengalir dalam otak ini, ketika kita bisa mengerti apa yang dimaksud dengan kesenangan yang telah alam tidak kita kembangkan, menjadi sebuah kesenangan. Hidup ini menyenankan kalau kita mengerti apa yang akan kita lakukan dalam hidup ini, dan tentunya perlahan untuk mengetahui semua itu, kini banyak sekali harapan harapan yang ingin saya capai bersama orang-orang yang saya sayangi dan cintai.

Tentunya itu membuthkan usaha yang sangat keras, untuk mengetahui itu semua. Ternyata Tuhan masih membimbingku.

Apa tujuan saya? apakah benar yang saya lakukan sesuai dengan arahan yang terbaik, atau jangan-jangan ada sesuatu yang memanggil saya menjadi pribadi yang lebih baik. Selama ini, belajar untuk mengerti orang lain, sangatlah membingunkan. Su Sejurjugnya ketika menegerti orang lain adalah dengan meredam keegoisan kita. Itulah mengerti orang lain.

JAkarta, apakah tempat yang begitu egois? / Jakarta aku masih mencari tahu jawabanmu, dan aku tak tahu jawaban itu akan datang kapan? Hanya saja, kini saya merasa sangat nayaman dengan  Jakarta, Jakarta tempat yang aku tak mengerti, jakarta menjadi tempat yang kini harus aku akui keberadaanya, jakarta, akankah saya bisa menjadi kapitasli yang mengatur pergerakan orang ? akankah itu terjadi ? Jakarta, tempat yang ingin aku selami, jakarta adalah tempat yang ingin aku cari kebenarannya, jakarta tempat semua tinggal, jakarta tempat semua orang mnencari harapan. Jawabannya bukan jakarta, jawababnnya dalah diri kita yang siap dan menerima resiko atas pilihan pilihan yang muncul dalam kehidupan kita sehari hari, itulah yang disebut dengan Jakarta. Tempat untuk emmilih akan menjadi apa ? akan tinggal dimana ? akan seperti apa ?

Jakarta, tempat terbaik untuk saat ini, setidaknya sampai menemukan jawaban itu, dan kuncinya adalah bersabar.

Sunday, 12 August 2018

The Startup Life Vol 3

23:34



Kadang kita tidak pernah bisa menebak apa yang akan terjadi dengan apa yang akan kita alami. Kadang apa yang kita pikirkan nyatanya tidak sesuai dengan rencana. Kadang kita memikirkan tidak sesuai dengan realita. Kenapa kita mikirin ?

Kita tidak bisa pernah menebak apa yang akan terjadi. Kata nenek moyang kita, kita harus senantiasa bekerja keras, namun hasil kerja keras kadang tidak sebanding ? Masih dipertanyakan dengan apa yang sudah kita lakukan. Mungkin belum waktunya ! Ya sama seperti sebuah startup, belum waktunya untuk mencuat, akan ada suatu momentum dimana startup akan bisa menjadi seperti apa yang dipikirkan .

Suatu saat, akan ada waktunya.
Suatu saat, akan ada waktunya.

Percaya pada diri sendiri, kadang perlu dibangun setiap hari, bukan hanya kadang-kadang saja. Ya ! pemikiran untuk terus bangkit juga harus setiap hari dibangun, bukan kadan-kadang saja. Mungkin ini yang direncakan oleh yang di Atas. Terus berlari, menuju garis dimana kita bisa menikmatinya. Garis dimana pemikiran kita sesuai dengan apa yang kita harapkan. Pengalam ini menjadi berarti bagi saya, ketika memimpin tim bahkan orang terdekat. Ya, semakin lama kita harus menjadi versi terbaik bagi diri kita, dan semakin baik, walaupun kita sering juga kembali ke diri kita versi yang lama. Pertanyaanya

Siapkah kita menjadi terbaik versi baru saat dimana pemikiran kita akan sesuai dengan apa yang kita dapatkan ?

Sunday, 26 March 2017

I find again...

19:54



Sabtu sore, saat hujan turun, melihat awan yang sedang sendu, udara yang dingin menemani, tak hanya saya yang kedinginan tetapi  dengan pasangan. Alunan lagu "sampai menjadi debu" menemani kami...,


Melihat tatapan mata seorang wanita, melihat harapannya, melihat cita-citanya, melihat masa depan membuat hati terasa semangat, mata itu adalah mata pasangan. Mata yang baru saya sadari, mata yang begitu indah, mencerminkan semua apa harapannya kepada saya, untuk tetap setia dan menjadi lebih dewasa.



Sore itu, saya merasa menjadi lebih dewasa. Wanita yang saya tidak  kecewakan, semasa hidupnya... Ni Made Wili Septiarini



Hari ini, sayapun harus kembali ke Jakarta, melihat orang yang saya sayangi menangis..., yang sebelumya tak pernah menangis dihadapan saya, yaitu adik saya Rio, dan tentunya pasangan saya yang saya ditinggalkan ikut meneteskan air mata. 


Meninggalkan Salatiga, ada salam dan perpisahan, berpisah dengan orang tua yang saya sayangi, yang selalu memberikan apa yang anaknya butuhkan, kini saatnya saya kembali ke Jakarta untuk menggantikan mereka mencari nafkah, dan menghidupi keluarga.



Mimpi yang pernah saya tulis di blog ini, kembali hidup kembali, saatnya bangun dari mimpi dan membuat itu menjadi nyata serasa ada pencapaian dan tujuan yang harus saya capai, terimakasih buat orang-orang terdekat...

The ones who make you happy is family 

Saturday, 18 March 2017

Startup Life vol 2

00:27
Udara yang dingin, pukul 12.17 pagi, di kota Malang. 

Hidup ini tidak sempurna, lantas mengapa kita menuntut untuk sempurna. Apakah air yang mengalir akan terpaksa mengalir dengan sendirinya, ataukah sebuah mawar akan menjadi sebuah bunga? 

Hidup ini sungguh indah, apabila bersyukur dengan apa yang dimiliki. Malam di  Malang, bersama dengan suara jangkrik dan bintang-bintang yang menyapa dari langit. Rindu akan seorang pasangan yang selalu saya tuntut, pastinya akan menjadi sebuah duri bagi dirinya bila mawar yang dia petik adalah seuai dengan tuntutan saya. Menyadari, untuk melepaskan duri itu, membiarkannya bebas, duri iu akan lepas dengan sendirinya, lepas untuk membiarkannya sesuai dengan yang diharapkannya, tak ada kekangan dan tuntutan hidup. Biarkan dia bebas...

Ahh, menuntut orang lain, mengurusi diri sendiri dulu saja, ibarat menjadi sebuah gembala mengurusi gembala-gembalanya, dan bukan mengurusi sebuah pohon. Ingat sebuah kehidupan tak pernah berakhir.

Malang, tempat aku sendiri mengerti diri sendiri, 

Mimpi 7 juta dollar terus berlanjut, membiarkan semua cibiran....

Saturday, 4 March 2017

Perjalanan Startup Vol 1 - Ngerti awake dewe

20:53

Tiap hari, menghabiskan waktu didepan benda yang menampilkan sebuah grafis. Pekerjaan beralih pada sebuah benda yang bisa diketik dengan menggunakan kedua tangan. Apa yang saya lakukan, hari demi hari sama saja. Ketika menuliskan ini, saya teringat akan saya yang dulu, ketika saya mencoba menjadi yang terbaik, tetapi terlalu termakan oleh duniawi dan lingkungan yang nyaman. Lingkungan yang nyaman, membuat tidak berkembang, malas untuk belajar, dan memulai sesuatu. Itu yang saya rasakan saat ini, ketika semuanya mulai terlihat dengan jelas, apa yang terjadi.

Jadi karyawan itu enak, kerja sesuai order kemudian dapet gaji, tapi lebih enak lagi jika jadi orang yang memiliki pendapatan pasif . Enaknya memiliki pendapat pasif, bukan enak lagi si, tapi sangat dianjurkan karena itulah tujuan hidup, bebas finansial. 
Di Jakarta penuh dengan perjuangan dan persaingan, sangat susah apabila segala sesuatu tidak ter manage dengan baik. Hal yang saya lakukan dalam paskah ini adalah berusaha untuk me manage pikiran sendiri, yaitu dengan puasa. 

Puasa membuat badan menjadi "agak" lemas, dan dengan puasa mudah mengontrol keinginan pribadi untuk mendapatkan sesuatu. Hal yang membuat saya tersadar akan diri saya sesunggunya adalah, kemampuan yang luar biasa yang bisa saya lakukan ketika terlepas dari zona nyaman ini. 

Startup, menjadi sebuah jawaban. Kebabasan finansial "mungkin" bisa saja dicapai dengan membantu banyak orang. Tapi banyak sekali yang gagal dalam startup, bukti menunjukan bahwa dari 10 orang yang menjalankan startup, hanya 1 bahkan bagusnya adalah 2 yang berhasil dalam hal tersebut. Dunia startup penuh tantangan, penuh perjuangan, penuh dengan keringat, begitu sulitkah semua itu ?. Saya masih penasaran dengan dunia ini, dunia startup.

Sedikit cerita apa hal yang bisa saya rubah. Hari ini saya memilki beberapa masalah dengan pasangan saya yang membuat saya harus memikirkan management diri saya sendiri, managemen ini berpengaruh juga dalam kehidupan saya. Saya mencoba untuk merivisi managemen saya dengan emosi, dan berusaha menjadi lebih baik juga bagi diri saya sendiri maupun orang lain, semua gara-gara pasangan saya yang memberikan pelajaran hidup pada saya, ketika harus berusahan mengatur emosional.

 Hal yang paling susah dalam hidup ini adalah mengatur diri sendiri, untuk mengalahkannya adalah dengan cara puasa, melemahkan diri sendiri, dan berusaha keluar dari zona nyaman yang sudah diciptakan dalam pikiran kita.