"Tukang Parkir" sama dengan ?

Posted by Brian on
Sebelum mengulas, kasih tau dulu nih pengertian tukang parkir. Tukang parkir adalah orang yang bekerja untuk merapikan dan menjaga kendaraan agar kendaraan dapat parkir dengan tertib dan aman. Nah ada dua tipe tukang parkir, yang pertama adalah seperti pengertian sebelumnya dan kedua adalah "Tukang Parkir"

"Tukang Parkir"
1. Dia Gak Tanggung Jawab Sama Kendaraan
Anda mungkin berpikir “Wah, kalo ada tukang parkir, berarti motor aman dong! Kan ada yang jagain!” SALAAH! Kalo sampe motor Anda ilang atau baret atau kenapa-kenapa, palingan si tukang parkir cuma bisa pasang muka bego trus sok bersimpati sama kamu, terus tetep minta duit parkir. Mana mau sih suruh tanggung jawab.
2. Cuma Muncul Kalo Udah Mau Bayar
Salah satu kebiasaan lain tukang parkir adalah cuma muncul ketika  udah mau pergi aja. Saat lagi bersusah-susah dia tidak nampak, dan ketika udah waktunya kamu bayar, tau-tau dia muncul entah darimana dan nagih duit. Kayak temen yang cuma muncul di saat senang aja gitu deh. : P.
(Sumber :http://malesbanget.com/2012/02/pro-kontra-adanya-tukang-parkir/)

Kalau pergi ke kota, pasti  tidak komplit kalau tidak bertemu dengan "Tukang Parkir" dan Pengemis hehehe, -.-". Lantas mengapa saya menulis mengenai "Tukang parkir" ?. Apakah Anda jengkel  dengan "tukang parkir" ? Berhubungan tarif parkir menjadi 1000 rupiah, rasanya banyak banget uang yang harus dikeluarkan demi Parkir -.-". Walaupun cuma beli "sesuatu", cuma  120 ampe 150 detik bayar 1000 rupiah ke tukang parkir (Khusus motor). Maklum di kota kecil di Salatiga ini, tidak seperti di kota-kota besar, alias belum terbiasa membayar parkir dengan kocek segitu.

Sebelum kesono, saya mau tanya nih :D, pengemis itu kerjaannya apa sih...? . Jalan-jalan terus meminta minta, kalau "Tukang parkir" itu  "prit-prit" terus akhirnya minta uang. Jika ujungnya meminta brarti tukang parkir itu sama dengan ..... *anda sudah tau jawabannya :D.


Jika "tukang parkirnya" cuma duduk-duduk, akhirnya dia meminta duit "tukang parkir"... ya kembali lagi menjadi pengemis, tanpa memberikan pelayanan. Kalau duitnya itu buat negara gak apa-apa, tapi kalau masuk kantong sendiri ...? itu sih... . Bayangin aja, misal tarif 1000 rupiah x 100 motor aja udah 100.000, dan 100.000 x dengan 30 hari menjadi 3.000.000 per bulan, bisa  dibandingkan dengan gaji buruh yang UMRnya cuma 700.000, padahal mereka lebih bekerja keras dibandingkan "Tukang parkir". 

Jadi "tukang parkir" itu sama dengan ? Kalau kerjaanya cuma duduk-duduk dan main "prit-prit". Sekalian aja, tarif jadi 10.000 biar menekan angka kendaraan :D hahaha, biar pada pake sepeda (tanpa motor), bebas polusi !, tanpa bayar parkir. Penyelesaian masalahnya, kalau bisa ngak cuma duduk :) Kalau "tukang parkir" tidak mau disamain dengan si Pengemis, menurut saya  dengan memberikan pelayanan yang kecil aja, semisalnya : Pada siang hari,  menutup  jok motor dengan kardus, atau ngelapin motor yang kotor : D cuma  pada bagian kendaraan yang terlihat kotor :). Kalau begitu kan, "Tukang Parkir" sama dengan ?