Always try to be the best version of yourself - Fa Brian Ganda Pratama

Friday, 4 January 2013

Mbah Buyut Thomas Alva Edison

Saking ngefans sama mbah yang satu ini, googling-gooling dapet juga  beberapa  hal yang menurut empunya blog berasa Wow sambil jungkir balik

Mbah buyut Edison adalah anak dengan rasa keingin-tahuan yang tinggi sama halnya yang lagi ngeposting hehehe. Namun dia adalah seorang pelajar yang tidak baik karena pikirannya sering melamun. Anak bungsu 7 bersaudara ini, dianggap “otak udang” oleh guru sekolahnya sama halnya yang ngepost saat Sekolah dasar :"( . Ketika ibunya tahu, ia sangat marah dan menariknya untuk keluar sekolah. Pada saat itu, Edison baru bersekolah selama 3 bulan. Setelah itu, ibu Edison sendiri yang mengajarinya di rumah *kalau yang posting ngak pernah diajarin :"( . Edison menceritakan “Ibuku-lah yang membentukku. Ia begitu setia, memiliki keyakinan pada diriku, dan aku merasa aku memiliki seseorang untuk kuperjuangkan dalam hidup, seseorang yang tidak boleh kukecewakan.”

 Pada saat Edison beranjak 9 tahun, ibunya memberikan buku ilmiah tingkat sekolah dasar kepadanya. Buku itu adalah mengenai bagaimana melakukan eksperimen kimia di rumah. Edison terpancing: ia melakukan beberapa eksperimen dari buku itu dan menghabiskan uangnya untuk membeli bahan – bahan kimia.

Pada saat berusia 10 tahun, Edison membangun lab pertamanya di kamar bawah tanah rumahnya *kalau yang posting, lab elektronika di kamar tikus yang pastinya berantakan :D wkwkwk. Biasanya ayahnya akan “menyuapnya” dengan sedikit uang agar Edison meninggalkan basement dan pergi membaca buku. Edison tentu saja menurut, tetapi ia juga menggunakan uang “suapan” ayahnya itu untuk membeli bahan – bahan kimia untuk eksperimennya * Kalau empunya blog, Uang yang biasa buat jatah makan selama kuliah, ikut ludes buat makan. Dan untuk menyakinkan bahwa tidak ada oarng yang mengambil bahan kimia yang berharga itu, dia memberi label bertuliskan “racun” pada semua botol *Kalau empunya blog, ada makanan di kamar, langsung segera dihabiskan biar kalau temen dateng udah abis semua :9 .

 Pada saat berumur 12 tahun, Edison mulai kehilangan pendengarannya. Ada yang mengatakan bahwa ada konduktor kereta api yang memukul telinganya ketika ia menyalakan api pada saat sedang bereksperimen di gerbong barang. Menurut Edison, ia terluka ketika konduktor tersebut menariknya ke kereta yang bergerak dengan menarik kupingnya.

Ada juga yang mengatakan penyebab gangguan pendengarannya itu adalah karena demam yang didapatnya semasa kecil. Namun juga sangat memungkinkan bahwa ia tuli karena faktor genetik, ayah dan salah seorang kakak Edison juga tuli.

Tetapi satu hal yang pasti; Edison menyukai keadaanya (secara teknis dia tidak tuli total, tetapi sulit untuk mendengar). Ia mengatakan bahwa keadaannya itu membuatnya lebih dapat berkonsentrasi pada eksperimennya.

Dan satu hal lagi: Edison memang memiliki lab di dalam gerbong kereta api yang akhirnya terbakar! Edison yang saat itu berusia 12 tahun kemudian bekerja dengan menjual koran dan permen. Dia membuat lab untuk eksperimen kimia dan percetakan di dalam bagasi mobil, dimana ia mempublikasikan Grand Trunk Herald, koran pertama yang dipublikasikan di atas kereta.

 Pada Natal tahun 1871, di usianya yang ke 24 Edison menikahi pegawainya, Mary Stilwell (16 tahun) setelah 2 bulan berkenalan. Pada bulan Februari Edison gusar akan ketidak mampuan istrinya untuk menciptakan sesuatu. Ia kemudian menulis di atas buku hariannya “Mary Edison istriku tercinta tidak mampu menciptakan sesuatu apapun yang bernilai!” Mary melahirkan 3 orang anak, Edison memberikan panggilan “Dot” dan “Dash” untuk anak pertama dan keduanya (kemungkinan diambil dari sandi morse).

Dua tahun setelah Mary meninggal, Edison menikahi Mina Miller yang saat itu berusia 20 tahun. Kisah pertemuannya sangat menarik: setelah kematian Mary, Edison sering pergi ke Boston dan tinggal di rumah temannya, Mr. dan Mrs. Gilliards. Keluarga Gilliards berusaha mengenalkan Edison kepada beberapa orang gadis. Namun dengan penampilannya yang setengah tuli, mata yang melotot, nafas bau dan ketombean yang selalu mendekatkan wajahnya kepada gadis – gadis itu agar ia bisa mendengar suaranya dengan jelas, seluruh gadis itu lari ketakutan!

Suatu hari keluarga Gilliards memperkenalkan Edison kepada Mina Miller. Edison langsung jatuh hati:

Edison menemukan “surga-nya” di Fort Myers, kemudian akhirnya memutuskan bahwa ia harus melakukan 3 hal: membangun rumah musim dingin di Florida, menikahi Mina, dan membawanya ke surganya itu.

Sekembalinya ke New York, Edison yang biasanya gila kerja terobsesi dengan cinta barunya. Kemudian ia menulis di buku hariannya: “Aku melihat seseorang yang mirip dengan Mina. Kemudian teringat akan Mina dan hampir tertabrak mobil. Kalau Mina terus mengganggu pikiranku, Aku harus mengambil asuransi kecelakaan.” (Sumber: Anatomy of Some Celebrated Marriages by D. Wallechinsky and I. Wallace, The People’s Almanac)
Edison mengajarkan Mina kode Morse agar mereka dapat berkomunikasi secara rahasia dengan ketukan kode di tangan mereka.
*kalau urusan yang satu ini, empunya blog belum tau mau ngelamar pake apaan ? ngurusin kuliah aja terlalu "santai" apalagi ngurusin yang satu ini :D hehehe, pikir nanti aja kalau udah kerja wkwkkw"
Pada tahun 1895, Edison mengarahkan karyawannya, seorang bernama Clarence Dally untuk mengembangkan fluoroscope. Alat tersebut merupakan sebuah sukses yang akhirnya digunakan dalam rumah sakit hari ini.
Saat itu X-ray tidak diketahui berbahaya dan Clarence memiliki kebiasaan untuk melakukan tes pada tangannya. Pada tahun 1900, ia memiliki luka yang tidak dapat disembuhkan, sehingga tangannya harus diamputasi. Kondisi Clarence semakin memburuk setelah kedua tangannya diamputasi, dan akhirnya ia meninggal karena kangker.
Pada 1887, ia memulai proyek yang di kemudian hari menjadi kegagalan besar. Ia mengusulkan sebuah ide untuk menyaring besi dari logam berkualitas rendah yang langsung saja ditertawakan orang sebagai “kebodohan Edison.” Edison yang keras kepala kemudian menginvestasikan uangnya sendiri untuk membangun sebuah pabrik dan desa untuk melakukan hal ini, tetapi beberapa tahun kemudian ia menyadari bahwa menambang bijih besi dapat dilakukan dengan biaya yang jauh lebih kecil.

Jadi, dengan seluruh peralatan berat yang tersisa dari kegagalannya, Edison memutuskan untuk masuk ke bisnis semen. Ia menemukan bahwa ia dapat membentuk semen menjadi berbagai bentuk dan berpendapat bahwa ia dapat membangun sebuah rumah dengan menuang semen ke dalam sebuah bentuk raksasa.

Tidak hanya rumah, tetapi “semuanya mulai dari bak mandi, jendela, tangga, bingkai lukisan hingga pilar penopang dapat dibuat dengan semen.

*Pada Tahun > 2012 yang empunya blog bakalan coba ngembangin dan riset robotika, yang pastinya udah siap dengan teman satu paket yaitu "Kesuksesan dan Kegagalan" hehehe.