Secercah sisi positif dari masa lalu yang seperti upil

Posted by Brian on
Hari ini cukup membingungkan, ketika  membantu adek kelas SMA, untuk mengikuti sebuah Lomba tingkat Nasional di suatu Universitas. Tepat jam 4.30 sore, ketika kuliah Untai 1 tidak ada, segera saya menuju ke rumah pembimbing mereka, beliau merupakan orang yang saya kenal ketika dia pertama kali menceritakan perjalanan hidupnya dari nol alias from zero to be a Hero di kelas, dia alumni UK*W dan melanjutkan pendidikannya di Amerika. Beliau juga merupakan orang yang berkompeten dalam urusan bahasa asing, sebut saja Bahasa Inggris. 

Si adek kelas SMA saya tersebut, bercerita bahwa dia tidak didukung oleh kepala sekolahnya alias kepala sekolah yang baru, alasannya "Tidak masuk anggaran! " sebut saja namanya Pak Su*it, dan Pak Kepala Sekolah yang baru tersebut juga menjelek-jelekan kepala sekolah yang lama saat jam pelajaran. Saya pikir kepala sekolah yang  lama (Pak Sap*ono Nug****) sangat lebih bagus ketimbang kepala sekolah transferan dari SMA* Tig* Sala** tapi agak overconfident juga sih -.-", liat aja deh kalau pas lagi ngajar kimia : D, sedikit over tapi asik, ya ada yang pro dan kontra terhadap beliau, saya ambil tengahnya aja ( Netral ). Btw 3 adek kelas yang saya bantu disidak oleh guru-guru yang Dark Side, berisi menurunkan mental.

Sebetulnya yang ngak saya suka dari tempat saya belajar dulu di  SMA, da guru yang positif ada guru yang negatif, dan ada guru yang netral. Mungkin, selama kepemimpinan Pak Sap*ono Nugro*** para guru yang negatif terhadap money oriented tersebut tidak bisa berkutik . Tapi setelah digantikan dengan yang baru, mereka semakin banyak, bahkan guru yang saya kenal sangat baikpun ternyata money oriented. Bisa dilihat dari style mereka, acuh tak acuh terhadap siswa maupun siswinya, kalau jam ngajar ya cuma dijelasin ala kadarnya, alesannya "Kalian kan sudah SMA, seharusnya blajar sendiri....". Belajar sendiri sih, emang belajar ! tapi ngak nyelonong juga kalau siswanya tidak bisa, apalagi otaknya pas-pasan seperti saya ini -.-", udah pelupa, akademis jelek pula -.-", ngak ada pembelajaran yang parsial apa gimana gitu -.-".

Kata orang, dan denger-denger sih, saya merupakan murid yang disia-siakan di SMA NEGERI SAT* SALATIG* -.-", coba rasakan ketika Anda berjuang untuk SMA sendiri, setelah itu ngak urusan dengan hal tersebut (Lueh)? Gimana rasanya ?. Jelas ! penuh dengan kekecewaan !, malu lah sama temen-temen dan orang-orang !. Apalagi BKnya -.-". Bimbingan Konseling atau Bimbingan Kebatinan ?, gilak ! udah tau 55 juta buat masuk univ, harusnya dikasih jalan lurus buat ngambil beasiswa, eh malah ngak dikasih !.Dan terimakasih buat BKnya !, telah memberikan Bimbingan Kebatinan, sampai saat ini !. Dan saya sangat berterimakasih udah diberikan tekanan BATIN !. Hal tersebut semakin membuat saya tertekan, dan memberikan banyak sekali semangat untuk bangkit !, ibarat sebuah balon yang ditekan dengan kuat kedalam air, pasti balon itu juga semakin kuat untuk keluar dari air. Kata beliau "Dimana aja bisa sukses ". Ambil sisi positifnya aja :). Toh bukan berarti tidak bisa bersaing dengan temen-temen tetangga, bukan berarti tidak bisa!, hanya masalah pendanaan dan fasilitas, tapi bagaimana dengan fasilitas yang minim dan lingkungan yang kurang mendukung bisa terus memberikan hasil yang maksimal :) itu baru namanya Kerja Keras dan saya sangat bersyukur berada di tempat Universitas saya saat ini, for next years it will be said "From Zero to be a Hero".


Sebernanya membantu adek kelas saja ngak mau, tapi saya sudah dewasa dan harus bertindak layaknya " udah ada upil ngak mau dikasih upil lagi "#IfYouKNowWhatIMean. ! Saya tidak mau hal serupa terjadi buat adek-adek kelas saya di SMA. Saya suka style orang yang "ngak normal"(Normal itu Boring ! kata Yoris Sebastian, dalam bukunya Oh My Goodness), suka mendobrak pintu-pintu formal, dan orang-orang yang ngotot, jawanya "Pokokmen kudu Iso !", dan itulah yang ada dalam sisi adek kelas SMA saya yang satu ini dan pembimbingnya :). Sehingga saya mau membantu mereka :) . Berasa ada orang yang seperti saya :), saya juga ngak suka formalitas, ngotot harus bisa, overconfident. Rasanya ada temennya :).

Semua itu ada sisi positifnya :), kekecewaan, luka batin, ketidak sempurnaan hidup, semua ada positifnya :). Rasanya emang sakit, butuh waktu lama untuk bisa merubah hal tersebut menjadi suatu penyemangat :), dan karena seperti halnya saya memiliki kekurangan dalam otak, dan emang otak ini pas-pasan, bukan berarti hasilnya juga pas-pasan :), pokokmen kudu iso ! dengan mereka yang  on The TOP.

Syukuri aja dan berterimakasih :) apa yang sekarang ada, tapi jangan merasa confident .
Yap ! "Mempersiapkan ladang" dan menunggu turunnya "hujan". Yup begitulah hari ini, dapet juga beberapa inpirasi untuk menulis personal statement . Tiap hari yang harus dimaknai  -____-".