Kecut ketek manis markisa

Posted by Brian on
Jadi, awal mulanya cerita dimulai dari beberapa minggu terakir ini. Anak mahasiswa yang labil ini mencoba untuk merubah sikapnya yang susah bersyukur dan selalu menyalahkan keadaan "Urip sing pancen ora adil". Minggu-minggu yang lalu bahkan hampir satu tahun ini, saya mencoba untuk menyikapi sikap saya yang selalu menyalahkan keadaan. "Kenapa sih, tidak seperti yang saya harapkan ? ",  dalam pikiran ini berasa hidup emang tidak seperti yang saya harapkan.

Sore hari, ketika itu saya berkunjung ke tempat Budi, sahabat saya di SMA. Satu sisi, saya senang dan sisi lain yang telah membutakan saya, yaitu saya tidak legowo, bahwa saya tidak bisa berada satu universitas bersama sahabat yag satu ini di Bandung, tepatnya di ITB. Ketika saya mengunjungi Budi di rumahnya, kami saling sharing mengenai pengalaman kuliah, sampai pengalaman temen saya sebangku SMA yang bernama Danang diputusin pacarnya wkwkkw *Welcome to Family nang :D we are Jomblowers wkwk, disatu sisi saya tidak mengece sampeyan :D, just guyon. Dengan teman yang dari ITB, saling bertukar pengalaman, itulah yang membawa inspirasi saya untuk bisa membangun, di tempat saya kuliah ini, tepatnya di Universitas Kristen Satya Wacana, di fakultas Elektro yang sangat berjaya pada tahun < 1994 dan tidak untuk tahun ini. Tempat yang dimana pada awalnya saya menolak,saya berasa tidak niat disini, secara bertahap saya bisa menerima disini, walaupun saya belum niat-niat banget untuk kuliah. Dan selalu merasa Envy ketika bertemu mereka.

Sharing mengenai robotika, dan sebut saja sahabat ini memiliki frekuensi yang sama :D, ada 4 orang lagi yang memiliki frekuensi yang sama :), dan mereka sepertinya tidak pulang ke Salatiga. Salah satu hal yang membuat saya tersadar betapa saya sangat membuang-buang waktu kuliah dengan bermalas-malasan adalah ketika Budi bercerita mengenai perjalanan kami, membangun Robotika, dan kata-kata yang saya tangkap adalah "Jatuh bangun ".

Ternyata pada malam ini, saya merenungkan, dengan menjadi orang yang " Jatuh bangun ", kami dulu bisa menjuarai Lomba di tingkat Nasional, bahkan berkat jatuh bangun, kami bisa melontarkan prestasi :). Itulah yang saya lupakan, "Jatuh Bangun", yang pada awalnya kami gagal dan selalu belajar dari pengalaman untuk berusaha menjadi lebih baik.

Mental saya yang tempe ini, gara-gara ngak masuk di Universtas yang saya inginkan, membuat hidup saya selama kurang satu tahun  ini merasakan "Hidup yang tidak adil", saya memang orang yang pelupa dan dalam hal akademikpun "jelek", dibandingkan teman-teman saya, tetapi saya selalu berusaha untuk  memberikan lebih, ketika teman-teman memahami 1 bab, maka saya akan mencoba memahami 3 bab, intinya memberikan terbaik, tapi pada hari eksekusi, hal tersebut tidak seperti yang saya harapkan. Itulah yang membuat saya berhenti berharap, saya mulai tidak ke gereja, dan mulai menjadi orang yang membuat saya terperosok, ketika usaha saya tidak terbayar.

Hari ini saya mencoba merenungkan mengenai "Jatuh Bangun",
kini saya Jatuh,
jatuh ke tempat yang dalam. 

Kini, berusaha untuk bangun kembali. Semua itu, membutuhkan proses :). Saya hanya bisa berdoa untuk diberikan Legowo :), dan hari ini memang Tuhan memberikan Legowo , atas apa yang terjadi saat saya lulus SMA sampai melanjutkan kuliah. Saya kembali percaya kepada Tuhan dengan sepenuh hati saya :), dan kini saya akan "bangun" kembali menata hidup saya yang baru :). Hidup saya yang selama ini berisikan rasa iri, rasa tidak percaya, rasa yang buat hidup ini merasa malas, rasa jengkel, dan semua perasaan negatif. Kini saya mencoba merenungkan semuanya, lantas, apa yang saya harapkan saat ini  ?, ketika saya mulai kembali berharap  ?, harapan saya adalah untuk menjadi orang yang rendah hati. Itu saja, :) cukup, tak kurang dan tak lebih. Paskah ini telah mengubahkan saya dengan segala peristiwa yang terjadi selama mingu-mingu lalu.

Wektune melek lan rekoso meneh :D . . ., dan berusaha mencitai hidup ini apa adanya :), thx buat orang-orang yang berada di sekeliling saya :), yang selalu menjadikan pemikiran yang lebih positif :).