Always try to be the best version of yourself - Fa Brian Ganda Pratama

Saturday, 6 April 2013

God is Watching

Suasana pagi yang nyaman, setelah berkelana dalam alam bawah sadar dan dibangunkan oleh adek saya yang kecil, sekitar jam 10.00. Setelah bangun, sempat pada saat itu ingin mengikuti persekutuan doa, di dekat rumah, tapi hal itu berkata lain, karena saya orangnya yang cukup isin-isinan jika ada orang banyak dan belum kenal, ujung-ujungnya ngak jadi. Beberapa menit kemudian, Rio (adek saya), mengajak saya untuk berenang di muncul. Seperti yang diketahui saya biasanya jarang sekali untuk pergi bersama dengan keluarga. Komunikasi saya dengan keluarga sangat kurang karena,  abis kuliah pasti langsung ke kamar untuk ngutek-ngutek  ataupun freelanceran untuk cari $ upeti. Kalau komunikasi ya cuma pas makan,  dan saya juga jarang berbicara dengan mereka, mungkin berbicara dengan mereka jika saya butuh pesangon *hehehe jangan ditiru.

Yup, saya siapkan semua apa saja yang dibutuhkan untuk berenang, sekitar jam setengah dua belas saya berangkat dengan menggunakan motor, orang tua saya dan adek saya yang kecil juga menggunakan motor, jadi ada 2 motor menuju ke muncul. Untung saja, cuaca hari ini mendung jadinya berenang di siang hari ngak kepanasan. Selama perjalan, orang tua saya menggunakan motor, terlihat berada di depan motor saya, saya mengikuti dari belakang. Karena tiga orang, ada Bapak, Adek, dan Ibu saya liat dari belakang bannya gembos. Apalagi, space untuk duduk ibuk saya tidak ada, terpaksa beliau duduk agak kebelakang. Melihat hal tersebut saya jadi ingat pada waktu saya kecil, ketika saya berpergian dengan orang tua saya dan duduk di tengah mereka dengan menggunakan motor alfa tahun 94.  Saya merasakan, mereka sayang saya. Saya berada ditengah-tengah mereka.

Semakin dewasa, saya mungkin tidak "memperdulikan" kasih sayang mereka, yang penting kuliah(setengah niat dan tidak niat) dan pesangon. Tapi hal itu justru salah, bukanlah pesangon atau apapun kebutuhan saya tetapi kasih sayang mereka, saya merenung selama perjalanan ke muncul dan berliangkan tetesan air mata *hikshiks lebay dikit tapi beneran terjadi.Sambil mengendarai motor dan kucek-kucek mata, saya yang selama ini mengecewakan orang tua saya, yang sebenernya saya beneran ngak niat kuliah di SWCU. Tapi,  apa yang telah saya lakukan tidak mencerminkan balas budi kepada orang tua saya. 

Sambil saya kucek-kucek air yang meler dari mata saya dan masih mengedarai motor. Orang tua dan adek saya udah jauh didepan, saya ingin nyalip angkot, didepan  ada sebuah angkot isuzu warna merah, dibelakangnya ada stiker berwarna kuning yang bertuliskan "Let's go to Japan. . . ",  italic. Dalam pikiran saya  "bingung jugag ?,  tiba-tiba kenapa ada angkot yang stikernya kayak gitu ?", percaya atau tidak percaya,  atau saya yang ngantuk, masak ada angkot stickernya kayak gitu, baru kali ini saya menemukan angkot yang seperti itu. Tapi kalau tidak percaya tidak mungkin, karena saya masih mengendarari motor. 

Air yang meler dari mata saya, akhirnya mandek jugag :), entah mengapa saya suka sekali tulisan sticker itu. Tulisan tersebut mengajak saya untuk bangun kembali dari keterpurukan saya, dan melanjutkan kemauan saya untuk kuliah di Jepang, kuliah Animatronic yang isinya robotika :) yang membuat hati ini gembira :D  setelah saya merasa terpuruk tidak kuliah di ITB :b dan gagal Monbukagakusho serta Mitsui Bussan T_T, pokoknya berasa surga kalau kuliah mendalami animatronic. Mungkin. Tuhan kasih ajakan saya, waktu saya melerin air mata, melalui sticker itu.

Saya tidak bisa melihat Tuhan, saya tidak bisa mengetahui apa yang akan tejadi. Karena sticker tersebut saya hanya bisa percaya GOd is Watching us. Ketika saya terpuruk saya meninggalkannya dan mulai tidak percaya akan Tuhan. Tuhan ternyata masih mengawasi saya, saat terjatuh dan meninggalkannya sekalipun. Ketika saya membuka hati terhadap orang yang saya cintai yaitu keluarga saya, dan menyadari betapa berjuang demi keluarga itu lebih penting daripada berjuang demi gengsi dan hal duniawi. Tuhan pasti hadir saat saya melerin air mata, dan memberikan semangat melalui sticker itu :') yang memberikan sebuah harapan baru.

Tuhan mengawasi kita dan selalu berada bersama kita, walaupun kita meninggalkanNya sekalipun.