Always try to be the best version of yourself - Fa Brian Ganda Pratama

Sunday, 1 September 2013

Kamar Kekentutan

Hari ini adalah hari minggu, hari dimana semua orang ceria. Pergi bersama teman, pacar, atau keluarga. Menghabiskan waktu bersama dengan orang yang berharga, tak terkecuali saya sendiri. Bangun baru sekitar jam 12 siang, karena tidur jam 1 pagi.Keluar kamar, merem-melek mau cuci muka ,habis bangun bingung mau ngapain, pergi ke warung deket rumah(tepatnya didepan rumah), liat orang tua pada kerja di warung sama adek, ada niat untuk membantu, asah-asah piring atau sebagainya. Tapi dilihat dari hal tersebut lebih baik saya tidak membantu, malah akan membuat parah warung, hehehhe.

Setelah mengurungkan niat tersebut, muncul pikiran-pikiran aneh "anak macam apa aku ini ?". Di warung, kalau saya melihat orang ramai, rasanya males sekali, saya betah dengan ketidakramaian. Akhir kata kamar merupakan tempat komoditas orang banyak untuk 'menyendiri'. Di kamar ya paling bukak laptop, kalau lagi bosen sama kerjaan ngoding, ngedesain, atau yang lebih extrem : belajar, ya paling liat anime. Kalau bosan semuanya ya paling tiduran,lalu muncul pikiran-pikiran...

Kalau orang yang hidupnya enak-enak serba ada banyak temen mereka belum pernah merasakan apa yang dirasakan apabila mereka tidak mempunyai apa yang mereka rasakan sekarang. Sebenernya hidup itu memang ngak adil, tapi kalau dipikir-pikir terlalu munafik untuk mengatakan bahwa hidup memang tidak adil, contohnya saya yang emang begitu munafik terhadap hidup.

Hidup penuh dengan kesendirian, bukan berarti tidak ada petualangan hidup. Justru dengan kesendirian saya bisa mendapatkan pandangan-pandangan hidup bahwa saya emang dilahirkan dengan type "suka" menyendiri. Bisa dikatakan orang dengan tipe seperti ini jarang bisa basa-basi, kurang berkarisma, tidak ada yang suka, dan ngak asik kalau tidak sepemikiran. Itu yang saya dapatkan ketika saya berteman dengan orang yang menganggap saya seperti itu (kebanyakan).Tapi kenyataan berkata lain, dengan kesendrian tersebut saya bisa melihat mana teman dan "teman" . Tidak susah melihat mereka :).

Sampe sore saya bosan, akhirnya isinya cuma tiduran. Kemudian tersdengar suara dari luar kamar "Brian, gereja" yang tak lain suara tersebut merupakan suara Ibuk saya. Huft, dipikir-pikir kembali masih malas rasanya untuk gereja. Yang buat males adalah, gereja sendirian lagi, lagi , lagi dan lagi. Ngak ada pacar atau temenlah yang ngajakin ke gereja atau saya yang ngajakin. Brarti bisa dikatakan niatan saya jelek untuk kegereja kalau ada pacar / temen, kalau udah begitu bisa dibilang mending ngak usah ke Gereja hehehe.

Sore-sore liat keluar jendela kamar, sambil melihat cahaya sore hari. Kadang saya sering membandingkan hidup saya dengan temen-temen saya yang terlihat bahwa hari-harinya bahagia, saya melihat hal tersebut namun saya selalu merasa iri. Cahaya sore dan awan yang indah, membuat saya merasa bahagia walaupun banyak kekurangan yang  saya jalani hari-hari ini bahkan hidup ini.

Hidup cuma sekali, mau dinikmatin atau enggak sama aja. Kalau dinikmatin ya mereka yang bisa merasakan hidup mereka, kalau yang ngak dinikmatin ya seperti saya ini yang selalu merasa kekurangan, sampai pada akhirnya pandangan akan awan dan cahaya matahari yang melintas membuat saya merasakan kebahagiaan. Saya sadari bahagia itu bukan dari orang-orang yang berada disekitar atau barang-barang disekitar. Tetapi bahagia itu berada dalam keadaan kita untuk selalu legowo(kata orang jawa, ikhlas). 


:)