RAM()para pelajar

Posted by Brian on

Sepertinya hal ini asik sekali untuk diperbincangkan, oke istirahat sejenak dari segala aktivitas, dan mari menulis. Pasti yang membaca pernah pergi ke sekolah, apalagi sekolah di Indonesia yang dari SD-SMA itu banyak sekali pelajaran, untuk mengukur itu semua harus diberikan tes agar bisa dikatakan "lulus" atau "tidak", hal ini berlaku juga untuk mahasiswa.

Selama pelajaran, biasanya orang-orang yang memiliki kemampuan menyimpan memory di otak lebih banyak, memiliki "nilai" yang bagus untuk pelajaran, sedangkan yang tidak memiliki kemampuan mengingat yang baik, justru sebaliknya. Hal ini didasari sebenarnya bagaimana, cara belajar yang baik dan benar dengan metode-metode yang diberikan, tapi sayangnya di Sekolah Dasar, pelajaran "BAGAIMANA CARA BELAJAR" justru tidak diberikan, mulai dari cara belajar menggunakan mnemonic, loci method dan beberapa metode yang ampuh(search di google metode lainnya yey hehehe).


Tanpa metode tersebut, orang yang kesulitan mengingat akan mudah lupa dalam setiap pelajaran, buktinya saya yang sering lupa wkwkkw :P, setiap kali kuliah pasti habis keluar pintu kelas langsung materi terhapus dengan sendirinya. Sering, sebelum tes belajar, setelah tes ilmunya lupa karena tidak digunakan terus menerus dan bingung penerapannya untuk apa.

Alangkah lebih bagus, apabila setiap kuliah/pelajaran bukan hanya tes tertulis yang berbobot, melainkan tes aplikasi dari yang didapat, maksudnya tidak menghitung soal-soal di tes, melainkan menghitung suatu eksperimen, karena dengan adanya kegiatan eksperimen biasanya lebih nyantol di otak. Ibarat

Dipikir karo mlaku  

dalam bahasa indonesia yang berarti dipikir sambil jalan. Ketika terlalu banyak pikiran dan ketika ingin menerapkan aplikasi, bagi orang-orang seperti saya yang sering lupa, justru lebih tidak bagus apabila terlalu banyak teori-teori tanpa aplikasi, lebih asik apabila sambil penerapan kita memanfaatkan teori, disini saya tonjolkan teori itu penting, bukan berarti teori itu tidak penting. Semua itu penting, hanya saja cara eksekusinya yang berbeda, coba bayangkan ketika seseorang mendapatkan "teori" untuk tidak merokok dikelas (waktu itu si perokok tidak merokok), setelah keluar dari kelas, pasti tetep aja ngerokok, bedain deh ketika si perokok itu praktek ngerokok dan mendapatkan "teori" tidak merokok, pasti lebih ingat :D, begitu perumpaannya


Karena bulan ini bulan politik, saya akan mendukung cawapres yang mengusung REVOLUSI mental, supaya pelajar-pelajar di Indonesia jangan seperti saya yang sering lupa wkwkkw dan supaya kelakuannya juga baik, biar mengerti "BAGAIMANA CARA BELAJAR"  .

1 comment:

ucapan terimkasih, sebesar-besarnya sudah meninggalkan komentar