Jangan lawan kebosanan, tapi dengarkan kebosanan.

Posted by Brian on

Bagaimana mengubah kebosananmu menjadi sebuah aset?

Kadangkala pekerjaan yang monoton adalah kerjaan yang paling produktif pada todo list
43% karyawan sangat bosan. 
Milenial cenderung lebih cepat bosen 2 kali, dibandingkan baby boomers.



Sedangkan, kita sibuk untuk memikirkan kita lebih  stress atau bosan

Kita sepakat bahwa kebosanan adalah salah satu hal yang terburuk yang bisa terjadi kepada kita, ketika hal ini terjadi pada pekerjaan kita

Orang-orang membuat agenda, rutrinitas, mencoba trik trik sederhana  " Bagaimana untuk tetap semangat dalam bekerja, untuk mengukur mereka dari parahnya kebosanan

Bahkan perusahaan kawatir dengan adanya kebosanan. Banyak startup menawarkan bir gratis dan meja pingpong, bagaimanapun  untuk tetap menjaga karyawan agar datang untuk bekerja

Tapi kebenarannya adalah: Kamu tidak bisa keluar dari kebosanan. 

Saat kamu sedang menghadapi kebosanan, kamu akan membuang tenaga yang tidak sedikit untuk mengatasi masalah ini, yang sebenarnya bisa menjadi sebuah aset bagi perusahaan kamu.

Sini aku jelasin. 

Kenapa kita mengalami kebosanan ?

Kebosanan sebenarnya merupakan sesuatu yang bagus untuk kamu, teruatama ketika kamu mencoba untuk menumbuhgkan bisnis kamu.

Saya memahami kenapa kita memliki  penderitaan ini. Orang-orang takut menjadi bosan karena mereka berfikir mereka tidak lagi terinspirasi dengan apa yang mereka kerjakan. 

Saya berikan sebuah contoh. Lebih dari 3 tahun. Saya telah mecapai semua level kebosanan.

Saya telah bosan dengan produk saya, bosan dengan diri saya, bosan dengan melihat didepan komputer berjam-jam dan berakir dengan problem yang sama setiap  minggunya.

Dalam waktu-waktu ini, banyak sekali saingan yang masuk dan keluar dari market. Mereka ingin menjadi yang terbaik. 

Kebosananan adalah bagan dari sukses sama seperti passion. 


Kebosanan tidak selamanya jalan pikiranmu berkata kepadamu bahwa kamu tidak lagi menikmati apa yang kamu kerjakan. Hal ini seperti kamu mengatakan kebahagiaan didalam jalan pikiranmu bahwa kamu, mencapai goal kamu.

JIka kamu tidak mengalami kebahagiaan ketika kamu sedang mengerjakan  dalam sebuah proses, jadi kamu tidak sedang pergi ke tempat yang ingin kamu tuju. 

Jadi daripada kamu memaksa untuk menhindari firasat kebosanan, bukalah kebosananmu, jangan melawan, dengarkan . 

Mungkin project yang kamu kerjakan saat ini  tidaklah se inovative yang kamu bayangkan, dan kamu membutuhkan untuk menemukan  solusi yang kreatif. Mungkin kamu telah mengabaikan  project dan waktunya untuk fokus ke kerjaan yang lain.

Photo by Vincent van Zalinge


Atau , kamu membutuhkan istirahat sejenak.

Apapun yang menjadi situasinya, ketika kamu menghadapinya, kamu yakin untuk menegenggelamkannya.

Bagaimana mencintai kebosanan ?

Penulis James Clear salah satu orang yang mengatakan kita harus jatuh cinta pada kebosanan kita.

Pada kehidupan sehari-hari, taktik ini sangatlah efektif. Apakah kamu seorang CEO atau Junior Eksekutive,  setiap posisi datang dengan dengan pekerjaan yang bahkan mereka tidak bisa keluar dari bagian kehidupan. 

Dengan model ini kamu dihadapi dengan dua pilihan"

Tingkatkan kecakapan dengan pekerjaan , atau  jatuh cinta dengan hasil dari pekerjaan daripada pekerjaan itu sendiri 

Opsi pertama cukup bagus untuk seorang perfectionis. Ketika kamu fokus untuk melakukan pekerjaan dengan benar  dan dengan waktu yang sangat singkat, kamu ditantang untuk tetap dalam latihan yang mengulang semua dengan sangat baik.

Dan bahkan ketika kamu mencapai sesuatu yang ideal, apakah kamu bisa melakukannya lagi ? Bagaimna dengan setiap waktu?

Proses ini dinamakan latihan  yang disengaja, untuk memaksa otak kamu dengan perputaran kerjaan, sehingga pada akhinrya memaksamu untuk melakukan improvement setiap waktu. 

Ketika kamu benar-benar bosan dan  bisa menemukan jalan untuk melakukan improvement, kamu bisa mengikuti saran dari Neil Kane yang dimana dia melihat kebosanannya sebagai indikasi dia menguasai pekerjaan tersebut.

opsi pertama sangatlah berguna, tetapi secara personal saya menemukan bahwa saya hanya bisa melakukan ini denga waktu yang lama. Yang membawa kita kedalam pilihan kedua.

Pilihan kedua cara  yang paling sustain dan konsisten untuk mengatasi kebosanan yang dimana berkebalikan dari pekerjaan yang monoton: lebih baik untuk fokus pada apa yang kamu sedang kerjakan, kamu  memikirkan tentang ini dan hasil akhirnya. 

Setiap  waktu saya bosan saya merasa kebosanan dengan pekerjaan yang tidak pernah ada habisnya , Saya memvisualisasikan dimana startups berada dalam beberapa tahun kedepan. Daripada membenci setiap bagian dan rposes. saya mencoba untuk fokus  apa yang akan terjadi kedepannya. 

Akhinrya, ketika dua opsi ini bekerja, saya lebih baik untuk mengusulkan salah satu cara bagi para milenial, setiap kebosanan yang membantuku secara signifikan.

Opsi ketiga : Carilah istirahat untuk mental kamu. 

Tentunya, pekerjaan yang mengulang-mengulang yang tidak menarik dan sangat melelahkan.  Tetapi mereka juga bisa menjadi waktu untuk beristirahat untuk melakukan pekerjaan lain dari pekerjaanmu membutuhkan kreativitas dan pikiran. 

Pekerjaan-pekerjaan monoton  ini  mungkin sangat produktif  pada bagian to do list.

Selanjutnya, untuk pekerjaan yang menguras kreativitas, pekerjaan yang mengulang-ngulang mungkin menjadi salah satu tempat yang bagus untuk beristirahat.

Saya bisa merasakan bagaimana indahnya memiliki sebuah momen yang kamu tidak ekspetasikan untuk menjadi sebuah  brilian, atau dengan kata lain sesuatu yang menginspirasi tetapi daripada jatuh dalam ritme sebuah task  dan bagaimana mengetahui perusahaanmu masih memberikan keuntungan untuk kamu. 



Singkat cerita,
Kita mengimajinasikan orang yang sukses memiliki sebuah rahasia untuk menghindari kebosanan. Kita memikirkan mereka sangat memiliki passion tentang apa yang mereka lakukan dan kerjakan, mereka menemukan cara untuk menghindarinya atau mereka tidak mengalaminya sama sekali. 

Tidak dari kita semua mendengar bahwa tidak ada jalan pendek untuk sukses, sukses model tersebut hanyalah meminta untuk meneremia kebosanan mereka sebagai bagian dari proses, dan masih muncul setiap hari.

Kamu tidak bisa mengekspetasikan dirimu untuk tetap bertahan dan tertarik tentang apa yang kamu lakukan setiap hari.

Jadi lebih baik kamu menuliskan apa kebosananmu dan kerugiannya atau keburukan. Percaya bahwa kadang ini membawamu sedikit berkomitmen atau tertarik dalam pekerjaanmu daripada orang lain, jadikanlah sebagai aset dengan merangkulnya.

Jangan lawan kebosanan, dengarkan kebosanan. 



No comments:

Post a Comment

ucapan terimkasih, sebesar-besarnya sudah meninggalkan komentar